Sabtu, 11/4/26 | 15:14 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Kertas

Minggu, 22/1/23 | 09:29 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

“Apa bedanya kertas buku dengan kertas uang?” begitu pertanyaan pemateri dalam sebuah bimtek. Pemateri itu tiba-tiba saja menanyakannya dengan nada suara meninggi. Tentu saja pertanyaan itu membuat kaget seisi ruangan.

Awalnya tidak ada yang menjawab karena segan dan tidak bersemangat. Mungkin karena materi dimulai setelah makan siang. Perut kenyang mata pun berat, begitu guyonnya.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Sampai tiga kali pemateri mengulangi pertanyaannya. Hingga di pertanyaan ketiga itu, ada seorang peserta yang menjawab. “Jenis kertas yang digunakan!” begitu jawabannya.

Agaknya jawaban yang disampaikan itu tidak sesuai ekspetasi. Bukan berarti itu jawaban yang salah. Si pemateri tetap mengapresiasi dan membenarkannya.

“Ada jawaban lain?” pancing pemateri agar peserta lain mau menjawab. Sampai tiga peserta lainnya memberikan jawaban, pun masih belum muncul jawaban seperti yang diinginkan. Setidaknya itu yang saya lihat dari ekspresi yang ia tampilkan.

Pertanyaan ini muncul di sela-sela ia menyampaikan materi tentang jenis-jenis kertas manuskrip. Waktu itu saya berkesempatan ikut dalam bimbingan teknis dengan tema “Penyelamatan Naskah Kuno di Wilayah Rawan Bencana”. Kegiatan yang diadakan oleh organisasi profesi Manassa. Sebuah organisasi profesi yang menghimpun peneliti, peminat, dan pencinta pernaskahan, serta melaksanakan kegiatan dalam bentuk pengajaran, penelitian, dan kegiatan lain yang dapat mengembangkan pengetahuan pernaskahan sebagai sumbangan bagi kebudayaan bangsa.

Materi kali itu mengenai konservasi manuskrip. Bagian awal menyampaikan beberapa pengetahuan awal tentang manuskrip dan mengenalkan alat-alat yang digunakan dalam mengonservasinya. Ini bagian awal sebelum dilakukannya praktik.

Tentu saja bagian ini barangkali sedikit membosankan bagi beberapa peserta. Jangan-jangan hanya saya seorang saja. Mendengarkan materi usai makan siang, ngantuk. Itu buyar seketika saat pemateri menjawab pertanyaan yang ia sampaikan tadi.

“Kertas buku itu mudah rusak, tapi tidak mudah hilang, sedangkan kertas uang itu tidak mudah rusak, tapi mudah hilang,” begitu ia menjawab sembari berjalan ke depan menuju peserta. Tentu saja ini mengundang gelak tawa peserta yang saat itu terperengah kekenyangan. Itu saja membuat pecah suasana dan riuhnya seisi ruangan.

Saya pun gelak juga mendengarnya. Tentu saja itu jawaban yang tepat, memang begitu realitasnya. Saya jadi teringat beberapa lembar uang kertas lima puluh ribu dan bon belanja di saku celana yang tercuci. Itu pun ketahuan saat hendak menyetrikanya.

Benar adanya, beberapa lembar lima puluh ribuan itu tetap terlipat walau sedikit memudar. Sayangnya, bon belanja itu hancur. Setidaknya jawaban pemateri itu mengingatkan saya pada momen ini.

Pemateri ini sungguh pandai mencairkan suasana agar peserta kembali bersemangat mengikuti bimtek. Bimtek kembali berjalan, peserta pun diberikan kesempatan untuk dapat bertanya tanpa ada sesi khusus untuk itu. Hingga berlanjut pada sesi praktikum.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pengembangan Aspek Pendidikan pada Sastra Anak

Berita Sesudah

Bimbingan Teknis Pelestarian Naskah di Sumatera Barat

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Berita Sesudah
Bimbingan Teknis Pelestarian Naskah di Sumatera Barat

Bimbingan Teknis Pelestarian Naskah di Sumatera Barat

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Unsur Intrinsik Naskah Drama “Orang-Orang di Tikungan Jalan” Karya Rendra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026