Rabu, 11/2/26 | 14:31 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Resolusi

Minggu, 01/1/23 | 11:08 WIB

 

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Saat Ide Mengalir di Detik Terakhir

Minggu, 05/10/25 | 20:02 WIB

Wah, sudah tahun baru lagi, nih! Omong-omong, daftar resolusi tahun kemarin tercentang berapa? Semuanya? Sebagian saja? Atau justru tidak ada sama sekali? Kalau tidak, pasti ada rasa sedih dan kecewanya gitu, kan? Lalu merasa diri menjadi si paling tidak beruntung. Eh tapi, perasaan-perasaan serupa itu baiknya disudahi. Biarkan ia tinggal dan menetap dengan 2022 saja.

Mungkin, tahun lalu berjalan dengan sangat baik bagi sebagian orang, tetapi belum tentu bagi yang lain. Meskipun begitu, saya ingin menanggapinya dengan kata-kata pamungkas penyanyi dan penulis idola saya, Reda Gaudiamo. Sambil menepuk-nepuk diri sendiri, mari katakan, “Nggak apa-apa!”.

Meski tahun lalu terasa agak sulit, tetapi bila dibawa bermenung sedikit, pasti ada hal-hal baik yang terjadi, pasti ada capaian-capaian kecil yang digapai. Bukankah begitu? Setelah memantau media sosial, tidak sedikit orang-orang berharap 2023 mereka berjalan dengan lebih baik. Ada harapan agar dilimpahi lebih banyak kebaikan dan beragam hal yang menyenangkan.

Selain berharap, kedua hal itu sebetulnya juga bisa kita berikan untuk orang lain. Tentu, dimulai dari tindakan-tindakan kecil, misalnya berhenti berkomentar soal fisik ketika berjumpa seseorang, tidak memberi nasihat bila tidak diminta, lebih banyak mendengar, dan mungucapkan ‘permisi’, ‘tolong’, dan ‘terima kasih’.

Sepertinya tindakan kecil seperti itu bisa masuk dalam daftar resolusi dan diterapkan secara konsisten. Tindakan-tindakan kecil itu memang tidak terlihat berdampak, tetapi bila dilakukan terus-menerus, barulah dampaknya terlihat dan terasa.

Harapan yang lebih banyak untuk kebaikan beserta hal yang menyenangkan akan berlangsung secara timbal balik. Kita tidak hanya sekadar mengharapkan, tetapi juga melakukannya. Kita tidak hanya menerima kebaikan, tetapi juga memberikannya.

Eh tetapi, tindakan baik untuk diri sendiri jangan sampai lupa, ya! Misalnya, memberi apresiasi pada diri ketika selesai mengerjakan sesuatu. Ketika gagal, juga sebisa mungkin tidak mengutuki diri. Introspeksi dan menoleh ke belakang untuk mengamati letak kesalahan dan kekurangan sepertinya jauh lebih baik.

Salah satu introspeksi yang harus saya lakukan ialah dalam menulis Renyah ini. Sejauh ini, saya merasa masih menulis dengan payah. Sebetulnya, saya punya keinginan untuk membuat tulisan dengan gaya menulis tertentu. Gaya itu ada di kepala saya, tetapi dalam penerapannya saya selalu gagal dan gagal. Mungkin, kegagalan ini beriringan dengan bertambah malasnya saya membaca. Di tahun ini, saya hanya menamatkan beberapa buku, sedangkan ada lebih banyak buku yang tidak selesai saya baca.

Bentuk-bentuk kemalasan itulah salah satu hal yang tidak mau saya ajak ke tahun 2023 meskipun ia tampaknya sangat ingin ikut. Untuk yang sudah-sudah, saya mau mengatakan kembali kata pamungkas dari penyanyi dan penulis idola saya, “Gak apa-apa!” Selanjutnya, saya juga mengutip salah satu lagu kesukaan sepanjang masa, “Sudahlah, lupakan saja. Semua yang telah terjadi pada hari (tahun) ini!” (Mocca, “Teman Sejati”).

Untuk ke depannya, ada rutinitas yang patut dilakukan. Seperti lirik lagu pula, “Cuci kakimu, sebelum kau tidur. Ambil secarik kertas, tuliskan mimpimu. Menjadi apa pun yang kau inginkan. Karena mimpi takkan berlari” (Endah N Rhesa, “Mimpi Takkan Berlari”). Wah, tiba-tiba saya merasakan semangat usia 17 tahun kembali.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Metonimia Tempat Perbelanjaan sebagai Ciri Khas Daerah Tertentu

Berita Sesudah

Makanan Jadul

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Ria Febrina

Makanan Jadul

Discussion about this post

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kamus-kamus sebelum Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lampu Jalan Padam di Dharmasraya, Reviu BPKP Ada Potensi Ketidakwajaran Proyek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024