Sabtu, 25/4/26 | 23:25 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Perbedaan Kata “Tiap-Tiap” dan “Masing-Masing”

Minggu, 03/7/22 | 09:02 WIB
Oleh: Reno Wulan Sari, S.S., M.Hum. (Dosen Jurusan Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Dosen Tamu di Busan University of Foreign Studies)

Pada edisi klinik bahasa kali ini, saya akan membahas perbedaan antara kata tiap-tiap dan masing-masing. Sebagian besar orang beranggapan, bahwa kata tiap-tiap dan masing-masing memiliki makna yang sama sehingga penggunaannya bisa saling menggantikan. Untuk beberapa situasi, memang demikian. Ada beberapa konteks kalimat yang bisa menggunakan kata tiap-tiap atau masing-masing. Akan tetapi, pada konteks lain, dua kata tersebut memiliki perbedaan.

Perbedaan utamanya adalah kelas kata. Kata tiap-tiap termasuk kelas kata adjektiva (kata sifat), sedangkan kata masing-masing termasuk kelas kata pronomina. Keterangan mengenai kelas kata bisa dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sebelum kita masuk ke dalam pembahasan perbedaan kata tiap-tiap dan masing-masing lebih lanjut, ada baiknya kita memahami pengertian adjektiva dan pronomina. Di dalam KBBI, kata adjektiva memiliki makna “kata yang menerangkan nomina (kata benda) dan secara umum dapat bergabung dengan kata lebih dan sangat”. Contoh kata-kata yang termasuk ke dalam kelas kata adjektiva adalah bagus, baru, dan besar. Tiga kata ini bisa diikuti oleh kata lebih dan sangat, menjadi lebih bagus, sangat baru, dan sangat besar, seperti dalam kalimat berikut:

  1. Rumah saya besar.
  2. Tas adik saya sangat bagus.
  3. Kami ingin membeli baju baru.

Kelas kata yang kedua adalah pronomina. Di dalam KBBI, pronomina memiliki makna “kata yang dipakai untuk mengganti orang atau benda; kata ganti seperti aku, engkau, dia”. Pronomina di dalam bahasa Indonesia ada yang bersifat tunggal dan ada juga yang bersifat jamak. Pronomina ini juga dibagi menjadi tiga, yaitu orang pertama, orang kedua, dan orang ketiga. Pronomina orang pertama tunggal adalah aku dan saya. Pronomina orang kedua tunggal adalah kamu, engkau, dan anda. Pronomina orang ketiga tunggal adalah dia, beliau, dan ia. Selain itu, juga ada pronomina jamak yaitu, kami, kita, kalian, dan mereka. Pronomina ini bisa mengisi unsur subjek dan objek di dalam kalimat, seperti:

  1. Kami belajar bahasa Jerman.
  2. Mereka tidak pernah terlambat masuk ke dalam kelas.
  3. Rania akan menelepon dia.
  4. Ayah sangat merindukan kalian.

Berkaitan dengan kelas kata tersebut, kita bisa melihat perbedaan yang kentara antara kata tiap-tiap dan masing-masing. Kata tiap-tiap yang merupakan adjektiva selalu dilekatkan dengan nomina. Kata tiap-tiap memiliki fungsi sebagai keterangan bagi nomina tersebut. Tiap-tiap merupakan bentuk pengulangan dari kata tiap. Kata tiap di dalam KBBI memiliki makna “1. a satu… : –anak menerima lima ribu rupiah, —rumah dihuni oleh satu keluarga inti dengan dua orang anak asuh. 2. a saban : –menit; –tahun; –waktu”. Dari beberapa contoh yang tertera di dalam KBBI tersebut, dapat dilihat bahwa kata tiap mengikuti nomina anak (tiap anak), rumah (tiap rumah), menit (tiap menit), dan tahun (tiap tahun) dengan makna “satu” dan “saban”. Berikut adalah contoh lain dari penggunaan kata tiap:

BACAJUGA

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Minggu, 19/4/26 | 21:49 WIB
Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

Minggu, 12/4/26 | 23:00 WIB
  1. Tiap mahasiswa akan mempresentasikan makalahnya selama 20 menit.
  2. Tiap provinsi dipimpin oleh seorang gubernur.
  3. Ibu selalu menelepon saya tiap jam.
  4. Telepon itu berdering tiap menit.

Kata tiap pada kalimat (1) dan (2) memiliki makna “satu”, sedangkan pada kalimat (3) dan (4) memiliki makna “saban”. Kata tiap yang dijadikan sebagai kata ulang tiap-tiap memberi penegasan makna jamak. Kata tiap-tiap yang sering disamakan dengan kata masing-masing adalah kata tiap yang memiliki makna “satu”, seperti contoh pada kalimat berikut:

  1. Tiap-tiap mahasiswa akan mempresentasikan makalahnya selama 20 menit.
  2. Masing-masing mahasiswa akan mempresentasikan makalahnya selama 20 menit.
  3. Tiap-tiap provinsi dipimpin oleh seorang gubernur.
  4. Masing-masing provinsi dipimpin oleh seorang gubernur.

Namun demikian, penggunaan kata masing-masing dan tiap-tiap tetap memiliki fungsi dan konteks yang lebih spesifik. Di dalam KBBI, kata masing-masing memiliki makna “1. pron seorang-seorang; sendiri-sendiri; tiap-tiap orang: setelah upacara, murid-murid kembali ke kelasnya. 2. a satu dari dua atau lebih”. Sebagai pronomina, kata masing-masing bisa berdiri sendiri, baik sebagai subjek, mapun sebagai objek, tanpa harus dilekatkan dengan nomina lainnya. Berikut ini adalah contoh penggunaan kata masing-masing:

  1. Masing-masing mahasiswa harus menyerahkan tugasnya sendiri.
  2. Masing-masing kelompok harus mengambil satu lembar soal ujian.
  3. Mahasiswa harus menyerahkan tugasnya masing-masing.
  4. Setelah menghadiri seminar internasional itu, para peserta kembali ke negaranya masing-masing.

Kata masing-masing yang digunakan pada kalimat (1) dan (2)  bisa digantikan oleh tiap-tiap, sedangkan pada kalimat (3) dan (4) tidak bisa. Hal ini disebabkan makna kata masing-masing pada kalimat (3) dan (4) adalah “sendiri-sendiri”. Makna kata ini tidak dimiliki oleh kata tiap-tiap. Selain itu, fungsi kata tiap-tiap tidak termasuk ke dalam kelas kata pronomina sehingga tidak bisa berdiri sendiri sebagai subjek atau objek di dalam sebuah kalimat. Kita bisa melihat perbedaannya pada contoh-contoh kalimat berikut:

  1. Masing-masing akan mendapatkan uang Rp5.000,00.
  2. Tiap-tiap akan mendapatkan uang Rp5.000,00. (Tidak berterima)
  3. Tiap-tiap peserta akan mendapatkan uang Rp5.000,00.
  4. Acara itu akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah masing-masing.
  5. Acara itu akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah tiap-tiap. (Tidak berterima)

Kalimat (2) dan (5) tidak bisa berterima karena kata tiap-tiap pada kalimat tersebut tidak berlaku sebagai subjek atau objek. Ia akan menjadi subjek atau objek jika ditambah dengan nomina, seperti pada kalimat (3), tiap-tiap peserta. Kemudian, muncul pertanyaan selanjutnya. Apakah kata tiap-tiap dan masing-masing bisa digunakan secara bersamaan? Untuk beberapa konteks kalimat, hal ini bisa saja terjadi jika makna tiap-tiap dan masing-masing yang digunakan di dalam kalimat tersebut berbeda. Berikut adalah contohnya penggunaannya secara bersamaan juga contoh jika tidak digunakan secara bersamaan:

  1. Tiap-tiap mahasiswa akan mempertontonkan video masing-masing.
  2. Tiap-tiap mahasiswa akan mempertontonkan video.
  3. Mahasiswa akan mempertontonkan video masing-masing.

Tiga kalimat ini bernuansa sama namun terdapat konteks dan penegasan yang berbeda. Konteks kalimat (1) semua mahasiswa (secara bergantian) akan mempertontonkan video yang mereka buat sendiri (bukan video orang lain). Kata masing-masing pada kalimat ini memberi penegasan pada kepemilikan video yang akan dipertontonkan. Konteks kalimat (2) semua mahasiswa (secara bergantian) akan mempertontonkan sebuah video. Pada kalimat ini, tidak ada kata masing-masing, sehingga konteksnya menjadi berbeda dengan kalimat (1). Video yang akan dipertontonkan pada kalimat (2) bisa jadi merupakan video milik orang lain. Konteks kalimat (3) juga memiliki sedikit perbedaan dalam hal “penegasan”. Sesungguhnya, kalimat (3) sudah memiliki makna yang kuat. Akan tetapi, jika ditambah dengan kata tiap-tiap (biasanya dilakukan dalam ragam bahasa nonformal), memberi penegasan bahwa semua mahasiswa akan mempertontonkan video yang mereka buat tanpa terkecuali. Mahasiswa yang dimaksud dalam kalimat (3) masih dalam konteks umum, bisa berupa kelompok atau hanya beberapa orang pilihan. Hal ini sedikit berbeda jika ditambah dengan kata tiap-tiap, yang menyatakan penegasan “tanpa terkecuali”. Itulah perbedaan kata tiap-tiap dan masing-masing.

Tags: #Reno Wulan Sari
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wabah

Berita Sesudah

Perihal Berbahasa

Berita Terkait

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Minggu, 19/4/26 | 21:49 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata ini dan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

Minggu, 12/4/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Idiom “keras kepala” menjadi viral karena diucapkan...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Metatesis, Sumber Kreativitas Bahasa Sepanjang Masa

Minggu, 05/4/26 | 10:05 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Lebaran selalu identik dengan kue. Kue-kue dimasukkan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Popularitas Kata “Eskalasi” dalam Perang Iran versus AS-Israel

Minggu, 15/3/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Bahasa adalah representasi dari semiotika...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

Minggu, 08/3/26 | 23:23 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Prodi S2 & S3 Linguistik Universitas Andalas) Orang Minangkabau...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Minggu, 01/3/26 | 14:29 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Di laman Klinik...

Berita Sesudah
Ngerumpi

Perihal Berbahasa

Discussion about this post

POPULER

  • Bupati Annisa Hadiri Sosialisasi Pencabutan PBPH

    Bupati Annisa Hadiri Sosialisasi Pencabutan PBPH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PMII Diingatkan Tak Jadi Alat Politik, Mabincab Padang Soroti Pragmatisme Kekuasaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Kantongi Hasil UKK, 15 Ketua DPC di Sumbar Segera Ditetapkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Generasi Emas Sawit, 114 Pemuda Dharmasraya Ikuti Sosialisasi Beasiswa SDM Perkebunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Jenis-jenis Pola Pikir Manusia, Begini Penjelasan Para Ahli Psikologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026