Kamis, 22/10/26 | 22:10 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

“Sultan” di Media Sosial

Minggu, 20/2/22 | 10:51 WIB
Oleh: Elly Delfia, S.S., M.Hum. (Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

Sebagai pengamat dan juga pengguna media sosial, saya tertarik dengan penggunaan kata “sultan” yang belakangan marak digunakan di media sosial. Sebutan “sultan”  ditujukan untuk kalangan artis dan selebritis yang terkenal karena kesuksesan dan kekayaan mereka. Kata “sultan” tidak hanya digunakan di media sosial, bahkan salah satu headline terbaru majalah Forbes yang berbasis di Amerika Serikat juga menggunakan kata “sultan” untuk menyebut artis Raffi Ahmad dan istrinya, Nagita Slavina dengan judul headline  halaman muka majalah mereka, The Sultans of Contents. Tentu bukan tanpa alasan Forbes menggunakan istilah “sultan” untuk pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, melainkan karena kesuksesan mereka dalam dunia hiburan dan bisnis digital melalui Rans Entertainments. Dunia mengakui kesuksesan pasangan yang dijuluki “Sultan Andara” ini.

Selain Raffi dan Gigi, juga ada “sultan-sultan” media sosial lainnya, seperti Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah pemilik AHHA Management, Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari, pemilik kosmetik MsGlow, pasangan artis dan pengusaha, Syahrini dan Reino Barrack, serta musisi Maya Estianty dan suaminya, Irwan Mussry pengusaha jam tangan mewah. Deretan para “sultan” ini memiliki “kerajaan kesultanan” tersendiri yang diakui oleh warganet di media sosial atau jagat maya. Mereka juga sepertinya tidak keberatan, tidak membantah, dan menikmati julukan yang diberikan warganet tersebut. Ciri-ciri para “sultan” ini ditandai dengan pekerja keras, kekayaan yang berlimpah, rata-rata berusia muda, sukses di bidang masing-masing, ramah, dermawan, dicintai para penggemar, dan sering muncul di media sosial dengan deretan kekayaan, seperti hunian mewah bak istana raja, barang-barang branded, serta mengendarai mobil-mobil mewah sekelas Ferrari dan teman-temannya.

Secara kebahasaan, kata “sultan” berarti “raja”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa  kata sultan secara etimologi berasal dari bahasa Arab yang berarti ‘kekuatan raja’. Sementara itu, Wikipedia mendefinisikan kata sultan sebagai gelar di dunia muslim yang dipakai untuk berbagai kedudukan yang beragam dalam sejarah namun pada akhirnya gelar sultan digunakan untuk kepala monarki muslim yang berkuasa. Jadi, julukan “sultan” untuk para artis dan selebritis ini merupakan julukan untuk mereka yang memiliki kekuatan dan kekuasaan seperti seorang raja karena kesuksesan dan kekayaan mereka. Mereka bukanlah raja dalam artian yang sesungguhnya, seperti halnya raja-raja dan sultan pada kerajaan-kerajaan yang ada dan diakui secara legal formal di Indonesia, seperti Sri Sultan Hamengkubuwono di Yogyakarta, Sultan Kasunan Surakarta, Sultan di Kesultanan Cirebon, Sultan di Kesultanan Deli, Sumatera Utara, dan Sultan di Kesultanan Ternate.

Sultan  di media sosial adalah orang-orang yang pekerja keras dan sukses dalam dunia bisnis dengan kekayaan berlimpah sehingga mereka memiliki kekuatan seperti seorang raja, bisa melakukan apa pun yang diinginkan, bisa membeli barang-barang mewah, bisa berlibur ke luar negeri, dan mempunyai rumah seperti istana raja. Seyogyanya, sebutan “sultan” untuk kalangan jet set ini adalah sebuah metafora atau kiasan yang mengandung multiinterpretasi dan dapat dikaji dengan semiotika (ilmu tanda), seperti yang disebutkan dalam artikel berjudul “Gaya Komunikasi Kaum Milenial Cermin Ideologi Budaya” oleh Dr. Sulastri, M.Hum. dan diterbitkan di Scientia, 30 Januari 2022.

BACAJUGA

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pengeluaran di dalam Bahasa Indonesia (Bagian 1)

Minggu, 18/10/26 | 11:14 WIB
Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB

Kesimpulan dan beban makna yang terkandung dalam kata “sultan” adalah julukan untuk orang-orang yang pekerja keras, terkenal, sukses dalam karier dan bisnis, serta memiliki kekayaan yanng berlimpah. Pelajaran penting dari para “sultan” media sosial ini adalah bekerja keraslah untuk sukses dan kaya-raya agar dapat menjadi “raja” pada bidang-bidang masing-masing dan “raja” untuk keluarga.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dikejar Deadline: Kekuatan Untuk Menyelesaikan Pekerjaan

Berita Sesudah

Kisah Sukses Petani Organik di Bukit Gompong

Berita Terkait

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pengeluaran di dalam Bahasa Indonesia (Bagian 1)

Minggu, 18/10/26 | 11:14 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Pada kolom Klinik...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kemarin pagi, saat matahari masih memproduksi vitamin...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Manajer Akademik dan Dosen Linguistik FIB UNAND) Kehadiran ojek online merupakan sebuah fase baru...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pemasukan

Minggu, 27/9/26 | 10:16 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Forein Studies, Korea Selatan) Di dalam kehidupan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja menjadi kata...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) “Mengapa orang yang pensiun...

Berita Sesudah
Kisah Sukses Petani Organik di Bukit Gompong

Kisah Sukses Petani Organik di Bukit Gompong

Discussion about this post

POPULER

  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program CSR PT Kali Dareh Grup, Tuntaskan Jalan Sepanjang 6 Kilometer di Sungai Kilang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Asap Karhutla, Nakes di Dharmasraya Diminta Jemput Bola Tangani Pasien ISPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026