Senin, 12/10/26 | 12:44 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Kuliner dan Geografis Daerahnya

Minggu, 16/1/22 | 07:35 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah scientia.id)

 

Bagi saya pergi ke suatu daerah, baik itu yang pernah dikunjungi sebelumnya maupun yang baru dikunjungi merupakan hal menyenangkan. Daerah maksud saya ini adalah tempat-tempat yang masih dalam wilayah Indonesia. Banyak pengalaman baru yang dapat ditemukan, beraneka ragam karakter orang yang dijumpai dan bermacam pula jenis kuliner yang harus dicicipi. Mencicipi menu kuliner khas daerah yang dikunjungi tentunya menjadi salah satu agenda penting yang harus direalisasikan. Bagi saya atau mungkin juga sebagian pembaca, belum lengkap rasanya menikmati pengalaman berkunjung ke suatu daerah kalau belum mencicipi kulinernya.

Minggu lalu saya dan rekan melakukan perjalanan mengunjungi beberapa tempat selama tiga hari. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, persoalan perut memang tidak dapat dikesampingkan. Belum turun kaki dari kendaraan, pangana sudah sampai pula di lapau yang hendak dituju. Saya memang antusias sekali untuk mencari tempat-tempat kuliner terutama yang memang terkenal karena rasanya, atau yang lagi viral dan instagramable.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Bermacam pula jenis kuliner yang hendak dicicipi, mulai dari makanan berat, aneka minuman, hingga makanan ringan. Setiap jenis kuliner yang dihidangkan tentu memiliki cita rasa tersendiri dengan keunikan tampilannya. Sebagai informasi bagi pembaca, beberapa kuliner yang coba kami cicip memang tak lepas dari seputar nasi dan “teman-temannya”. Kuliner tersebut berupa aneka olahan ikan laut maupun ikan air tawar (ikan bakar, ikan goreng, gulai ikan), aneka olahan daging sapi (gulai babek, randang, tambusu, gulai tunjang), nasi gemuk, teh telur, dan aneka kripik.

Sebenarnya masih banyak lagi berbagai jenis menu kuliner yang kami cicip, tapi yang membekas dan memberikan kenangan tersendiri memang seputar nasi beserta “teman-temannya”. Kenapa demikian? Karena menu-menu tersebutlah yang menjadi sasaran utama kami kalau energi sudah mulai berkurang atau tatkala perut keroncongan.

Saya yakin sebagian pembaca mungkin sudah mengetahui bahwa kuliner suatu tempat juga dipengaruhi oleh letak geografis daerahnya. Begitu pun aneka “teman-temannya” nasi itu, bagi saya dan rekan yang melakukan kunjungan bersepakat bahwa letak geografis mempengaruhi kekhasan rasa dan tampilan hidangannya, mungkin juga cara memasaknya. Perjalanan kami memang melalui berbagai daerah dengan kondisi geografi yang berbeda, mulai kawasan tepi pantai hingga daerah pengunungan. Dari kawasan bersuhu panas hingga daerah dengan suhu yang dingin.

Perjalanan ini mengajari kami kalau memesan menu nasi beserta “teman-temannya” haruslah memperhatikan kondisi geografis daerahnya. Kenapa begitu? Untuk mendapat menu yang menggugah selera diperlukan juga “trik” khusus dalam menentukan hidangan yang hendak dimakan. Setidaknya hal itu berpengaruh dari pengalaman perjalanan kami. Kalau mau memesan olahan ikan laut hendaklah di rumah makan kawasan pinggir pantai, entah itu ikan bakar, gulai pangek masin, atau gulai ikan karangnya, kesemuanya itu patut untuk dicicipi.

Begitu pun jika sedang berada di daerah yang jauh dari permukaan laut, beberapa menu kuliner yang sempat menggoda lidah kami adalah olahan dari daging sapi, mulai dari randang, gulai babek, gulai tunjang, dan tambusu. Tidak hanya itu, olahan ikan air tawar juga jadi hidangan yang sempat kami santap, yaitu ikan bakar nila dan gurami. Semuanya sungguh menggugah selera.

Mungkin sebagian dari pembaca ada yang tidak sependapat dengan tulisan ini, dengan pengalaman yang coba saya bagikan. Bagi saya itu biasa dan memang lebih baik begitu, sehingga akan banyak pengalaman yang diperoleh dan menambah khazanah dalam menentukan kuliner yang ingin disantap di suatu daerah. Namun, ada satu menu yang tidak tergantikan entah di kawasan tepi pantai maupun pegunungan rasanya tetap menggoda lidah, yaitu karupuak jangek dan ampiang pakai kuah gulai. Sangat menggoda selera.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Paradigma Ilmu Sosial-Budaya: Sebuah Review dan Kritik

Berita Sesudah

Puisi-puisi Elly Delfia

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Berita Sesudah
Ter-Zidan-Zidan, Sebuah Fenomena Hypnotic Language Pattern

Puisi-puisi Elly Delfia

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabupaten Solok Raih 26 Medali dan Juara Umum Wushu Porprov Sumbar 2026, Wabup Candra: Alhamdulillah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026