Kamis, 19/2/26 | 22:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Delka Junita Saputri

Minggu, 26/12/21 | 08:19 WIB

Selamat Malam untuk Dia: Juni

Sebut saja dia Juni
Malam itu waktu semakin larut
Dengan aura sejuknya angin malam
Layar ponsel masih bercahaya
Di tangan pemiliknya, Juni

Pembahasan yang semakin asyik
Semakin menarik
”malam larut, ada baiknya tidur,”
Ucapnya kepada Juni
Juni terdiam sejenak
Lalu temannya yang mendengar
Bersorak menggodanya
Juni tersipu malu

Ucapan selamat malam itu
Masih terngiang di pikiran Juni
Bercerita seakan hatinya cenat-cenut
Sampai pagi ucapan itu masih
Terngiang di otaknya

 

BACAJUGA

Puisi-puisi Delka Junita Saputri

Puisi-puisi Delka Junita Saputri

Minggu, 23/1/22 | 07:23 WIB

Suram

Gelap gulita
Tanpa cahaya
Dimintanya penerang
Namun tak kunjung datang

Suram, sulit kujelaskan

Jalanan yang tanpa ujung
Kulewati jalur yang penuh dengan gelap
Ingin mati rasanya
Aku tak menemukan titik itu
Titik yang mana harus aku lalui
Di sini semua tampak menghitam

Suram, suram sekali
Suram, suram sekali
Aku ingin titik itu
Titik aku untuk pulang
Titik kejelasan yang harus aku lalui
Bulan berada di kesuraman ini

“bantu aku”, jalanku buntu
Jalanku suram
Jalanku salah
Jalanku sesat
Beri aku petunjuk
Untuk lepas dari kesuraman ini
Aku terdiam, aku menangis
Suram sekali

Tidak kutemukan jalan yang berujung
Semua jalan buntu
Kapan aku bisa lepas dari suram ini?

 

Juni dan Iroy

Kala itu mereka sembari diskusi
Hal-hal menarik yang dibahas
Hari semakin larut menjadi senja
Mereka tetap melanjutkan diskusi
Membahas tentang prestasi dan karya

Adzan berkumandang
Langit semakin gelap
Membuat mereka ingin kembali
Dan meninggalkan diskusi
Malam hari berlanjut diskusi
Dengan layar cerah yang bernamakan ponsel itu

Membahas tentang sebuah karya
Membahas tentang keinginan
Bercerita, tertawa, bergurau, dan bahagia
Keluh, kesan, dan saran yang didapatkan
Menjadi panutan untuk menjadi lebih baik

 

Biodata Pengarang:

Delka Junita Saputri merupakan mahasiswi Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Ia berasal dari DS Baru Pelokan, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Ia adalah orang suka tertawa dan tersenyum dan memiliki motto hidup “Apa yang kau pilih hari ini, itu yang akan menentukan masa depanmu”.

Tags: #Delka Juni Saputri
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Ada Saatnya Malas Menjadi Sebuah Solusi

Berita Sesudah

Puisi-puisi Zikri Amanda Hidayat

Berita Terkait

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Minggu, 25/1/26 | 13:00 WIB

Gambar:GeminiAI Sore di Bulan Juni Aku tidak tahu mengapa semuanya begitu pelan dan bahkan begitu cepat, bulan yang di mana...

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Zikri Amanda Hidayat

Puisi-puisi Zikri Amanda Hidayat

Discussion about this post

POPULER

  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ancaman Ekologis Krisis Air dari Tren Penggunaan AI di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024