Kamis, 18/6/26 | 17:25 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Penggulingan Pemerintahan Husni Mubarak dalam Novel Apartemen Yaqoubian

Minggu, 07/11/21 | 07:00 WIB

 Apriwanto dan Ferdinal
(Prodi Ilmu Sastra, Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

Revolusi dalam bentuk penggulingan rezim sering terjadi di wilayah Arab pada abad ke-21, misalnya revolusi di Aljazair (Houari Boumedinne), Tunisia (Ben Ali), Libya (Muammar Khadafi), Yaman (Ali Abdullah Saleh), dan Mesir (Hosni Mubarak). Titis Dwi Nugroho, mahasiswa Universitas Sebelas Maret menyampaikan dalam artikelnya  tentang gerakan transisi dari rezim diktator menuju demokrasi bisa disebabkan oleh revolusi. Revolusi merupakan suatu wujud perubahan yang terjadi secara besar besaran. Perubahan yang terjadi dapat direncanakan dan juga dapat dilakukan dengan kekerasan.

Revolusi yang terjadi di beberapa negara, salah satunya Mesir, merupakan suatu bentuk revolusi dengan penggunaan kekerasan, perjuangan, dan percepatan perubahan yang terjadi. Penguasa pada waktu itu berada pada pemerintahan Husni Mubarak. Sistem yang digunakan Mubarak dalam pemerintahan di Mesir adalah sistem demokrasi. Demokrasi yang di dalamya memuat tiga pilar, yaitu eksekutif, yudikatif dan legislatif. Demokrasi ini belum direalisasikan, bahkan tidak terjadi sama sekali. Revulousi yang terjadi di Mesir bukanlah yang pertama kalinya. Tercatat beberapa kali terjadi revolusi sejak era kerajaan hingga Alaa Al Aswany luapkan melalui karya Apartemen Yaqoubian.

BACAJUGA

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Minggu, 14/6/26 | 22:37 WIB
Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Sapardi dan Seni Berdamai dengan Kefanaan

Minggu, 14/6/26 | 22:24 WIB

Ainun Khairani, mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia menyampaikan, “Penyebab hancurnya negara ini adalah tidak adanya demokrasi. Jika saja sistem demokrasi yang benar ditegakkan, maka akan jadi kekuatan yang besar. Mesir telah dikuasai tirani yang pada akhirnya menyebabkan kemiskinan, kerusakan, serta kegagalan di setiap lini kehidupan.” Di dalam Novel Apartemen Yaqoubian Alaa Al Aswany mengisahkan tokoh utama, yaitu Thaha, Syeikh Syakir, dan Haji Azam. Novel ini menampilkan sebuah peristiwa kekecewaan publik hingga penggulingan rezim di Mesir, sebuah gambaran penentangan pemerintahan yang masih menggunakan sistem otoriter dalam kepemimpinan.

Penulis Alaa Al Aswany mengkritik Mesir dengan karya Apartemen Yaqoubian dan ini merupakan akumulasi kekecewaan publik yang selama puluhan tahun dikekang oleh rezim Husni Mubarak. Akumulasi kekecewaan di Mesir paralel dengan kritis politik yang terjadi di Tunisia sehingga rakyat Mesir menemukan waktu yang tepat untuk melakukan revolusi untuk penggulingan rezim Mubarak.

Alaa Al Aswani menyajikan revolusi mesir yang cukup keras dan menimbulkan konflik yang panjang hingga runtuhnya rezim Husni Mubarak, mulai dari mereka lakukan demo hingga kehilangan nyawa satu persatu. “pagi-pagi sekali gendering protes para mahasiswa di Universitas Kairo yang menentang perang teluk telah ditabuh. Mereka meliburkan kuliah dan menutup pintu kelas kemudian berdemo dan meneriakkan yel-yel sambil mengangkat baliho”.

Meskipun telah mengadopsi perangkap tertentu dari sistem demokrasi, termasuk parlemen dan penyelenggaraan pemilihan umum berkala, tidak memungkinkan partai yang berkuasa untuk melakukan konstestasi murni untuk kekuasaan. “Di partai nasional, namanya kerap menjadi “pialang politik” bagi setiap calon anggota dewan perwakilan rakat hampir di seluruh Mesir. Artinya, seseorang dari calon partai nasional, mulai dari provinsi Iskandariyah hingga provinsi Aswan, mau tak mau harus mendapat restu terlebih dahulu darinya.

Di lansir artikel Al Jazeera Mubarak menyerahkan kekuasaan kepada militer yang disampaikan oleh Wakil Presiden Omar Suleiman, mengakhiri hampir tiga dekade masa pemerintahan tangan besi. Dewan tertinggi angkatan bersejata akan menjalankan urusan negara. Selain itu, yang secara umum beroperasi sesuai dengan fakta sosial dan kenyataan, bisa saja dengan tidak sengaja mendeskripsikan mereka. Mulai dari pihak presiden hingga bawahan. “Ini berkaitan dengan pengaduan saudara kepada Tuan Presiden mengenai ketidaklulusan Saudara pada ujian masuk akademi kepolisian, kami hendak memberitahukan kepada saudara bahwa kami telah memeriksa berkas Saudara dan membicarakan lebih lanjut dengan perwira kepala akademi kepolisian, kami berkesimpulan bahwa pengaduan Saudara sangat tidak beralasan”.

Penulis Legendaris Mesir, Nawal El-Saadawi juga menuntut penggulingan Husni Mubarak selama pemberontakan. Saadawi mengatakan Mesir lebih baik tanpa Fundamentalis agama. Akumulasi kekecewaan publik inilah yang membuat rakyat mendirikan gerakan hingga berperan aktifnya media saat itu sehingga demonstran meluap dan perekonomian lumpuh total saat itu. Pada tanggal 11 Februari 2011 Husni Mubarak menyatakan turun dari jabatannya dan pasukan militer ambil alih kekuasaan.

Tags: #Apriwanto dan Ferdinal
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Membangun Tradisi Mendongeng pada Anak

Berita Sesudah

Puisi-puisi Ria Febrina

Berita Terkait

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Minggu, 14/6/26 | 22:37 WIB

Oleh: Satria Efendi Tuanku Kuniang (Ulama dan Tokoh Nahdlatul Ulama Sumatera Barat)   Nahdlatul Ulama (NU) sedang berada di sebuah...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Sapardi dan Seni Berdamai dengan Kefanaan

Minggu, 14/6/26 | 22:24 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran)   Pada masa ini, ada puisi yang justru berbahaya karena tampak...

Ketika Rupa Menjadi Stigma Sosial: Labeling dalam Novel “Dawuk”

Ketika Rupa Menjadi Stigma Sosial: Labeling dalam Novel “Dawuk”

Minggu, 14/6/26 | 22:16 WIB

Oleh: Nayla Aprilia (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia, Universitas Andalas, Padang)   Di tengah masyarakat, penampilan fisik sering kali menjadi dasar...

Batu dan Zaman

Memakanai Ulang Kata “Kecubung” dalam Dongeng

Minggu, 14/6/26 | 21:59 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Kecubung (Datura metel) merupakan sejenis tumbuhan dengan bunga...

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Minggu, 31/5/26 | 23:50 WIB

Oleh: Najwa Maliha Zharfa (Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi dan Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia Universitas Andalas)   Siapa yang tidak mengenal...

Gaya Bahasa dalam Lagu, Teater, dan Cerpen Kajian Stilistika

Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

Minggu, 31/5/26 | 23:45 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Berita Sesudah
Jelajah Kata: Ramadhan atau Ramadan?

Puisi-puisi Ria Febrina

Discussion about this post

POPULER

  • PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Minta DPC se-Sumbar Rekrut Tokoh Potensial untuk Hadapi Pemilu 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Minta SPPG se Kota Padang Persiapkan Diri Hadapi Sistem Penilaian atau Grading dari Badan Gizi Nasional (BGN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meninjau Kembali Ejaan Jepang dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026