Jumat, 23/1/26 | 19:37 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

Minggu, 31/10/21 | 07:08 WIB

Hanya Ada Saya di Jalanmu
: May

seperti inilah jalan di hatimu, sayangku
sepi
berlubang
berkelok-kelok
dan sayalah satu-satunya pengendara di sana.

kamu tahu mengapa hanya saya yang ada di sana?
ya, tentu tahu, kau ‘kan pengendara yang ulung
suka menjelajahi satu daerah ke daerah lain biarpun
batu harapan sering pecah dalam pikiran kau sendiri, jawabmu.
bukan itu saja, saya sedang meninggalkan tanda bahwa
kesulitan bukanlah hambatan sebuah pertemuan
tapi dari tanda itu ada kemudahan akan tiba menuju tanda yang lain
sampai saya berhasil mendirikan gerbang masuk
dan keluarnya, sayangku

kalau soal ini, ya, bagus. nanti jalan ini tidak lagi
kau saja yang bisa lalui lo? tanyamu pula
di gerbang masuk dan keluar telah saya tuliskan
bahwa jalan ini adalah selamat datang saya
dan selamat jalan saya, jawab saya sembari menjual senyum
kamu membeli senyum saya dengan senyumanmu
lebih manis pula dari senyuman saya

(2021)

BACAJUGA

Puisi-puisi Rilen Dicki Agustin

Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

Minggu, 07/8/22 | 10:51 WIB
Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

Puisi-Puisi Rilen Dicki Agustin

Minggu, 28/11/21 | 07:19 WIB

 

Virus Bahaya di Negeri Ini

ketika lapar, saya tak punya uang untuk
membeli makan. terpaksa saya menyedot
toilet orang kaya dahulu, tapi itu pilihan terakhir karena
saya malah jijik dan saya lebih suka cara
mudah dan cepat. tentu plihan utamanya
adalah mencuri uang rakyat yang lambungnya
sering berbunyi, hasil penjualan padinya ke tengkulak,
bla bla bla. mampuslah kalian. alhasil saya malah lebih kenyang,
perut membuncit dengan adanya virus ini. asyik.

(2021)

 

Nasi dan Tungku Itu

I/
tiga batu sedang ditanam
lima kerat kayu disusun
patik korek api
tiup buluh ke arah tungku
asap bergabung-gabung

II/
lima cupak beras
tiga kali dicuci
dua garis jari telunjuk airnya
dan menikah di atas kekasihnya
sebelum kayu jadi arang lalu abu

III/
telah jadi nasi
sementara kekasih lainnya
sedang menanti

(2021)

 

Merdeka

saya mencintai kemerdekaan sesungguhnya,
tapi hutan seperti barisan mobil di jalan raya
itu banjir dicuri mencit yang pura-pura kelaparan.

(2021)

 

Biodata Penulis

Rilen Dicki Agustin lahir pada tanggal 08 Agustus di Pasaman. Berstatus sebagai mahasiswa tahun akhir di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, Padang. Suka membaca seadanya. Menulis semampunya. Namun, ia berlebihan soal bekerja di sawah dan ladang saja. Silakan mampir ke Instagramnya @rilendickiagustin12, ya. Semoga menemukan sepotong sayang di sana.

 

Tags: #Rilen Dicki Agustin
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemerolehan Bahasa pada Anak

Berita Sesudah

Zukri Saad: Dinamis dan Sarat Gagasan

Berita Terkait

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Minggu, 16/11/25 | 19:38 WIB

Menebak Pikiran Amir Oleh: Afny Dwi Sahira Sendu mata Amir rindu Buya Mengingat Buya semasa hidup Peninggalan Buya memenuhi memori...

Berita Sesudah
Zukri Saad: Dinamis dan Sarat Gagasan

Zukri Saad: Dinamis dan Sarat Gagasan

Discussion about this post

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Persiapan Jemaah Haji Kota Padang 1447 Hijriah Sebanyak 193 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan Ketersediaan Air Bersih Kota Padang Butuh 228 Sumur Bor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024