Jumat, 16/1/26 | 16:53 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Metra Wiranda Putra

Minggu, 30/5/21 | 07:00 WIB

Melawan Kemustahilan

Di malam  pekat
Hening dan kesunyian mengumpal jelas
Memandang lesu harapku di kejauhan
Tatapan kosong tak terpenjam

Hasrat ini selalu  menghantam
Ingin menyikut keras kemustahilan
Rumit, kata yang acapkali mewakili benak
Hingga lupa Mahakuasa yang bertindak

Realitas tak mampu bukakan netra
Semuanya perihal kelengkaraan belaka
Sarwa hanya tampak fatamorgana

Kalbu ini selalu gelisah
Mamaksaku tuk berdamai dengan takdir
Aku terbuai kemustahilan ini
Akhirnya mengalah dengan ketetapan Ilahi

BACAJUGA

Adat “Naiak Anak Mudo” Manifestasi Berdemokrasi Anak muda Minangkabau

Adat “Naiak Anak Mudo” Manifestasi Berdemokrasi Anak muda Minangkabau

Minggu, 19/1/25 | 10:13 WIB
Pilkada 2024, Representasi Wajah Demokrasi Indonesia ke Depannya

Pilkada 2024, Representasi Wajah Demokrasi Indonesia ke Depannya

Senin, 09/12/24 | 13:11 WIB

Padang Pariaman, 22 Mei 2021

Bunga Desa

Tak sengaja kulihat
Pesona di sudut sore
Ketika cerah mulai remang
bunga mawar yang sedang mekar
Menebar harum ke pecandu madu
Iya kamu, bunga desa
Wajahmu bersemayam di balik kerudung ungu
Bersenyum simpul, berparas cantik
Purnama redup tertutup senyummu

Tak peduli kau sudah ada pemilik
Maaf, hatiku kepincut
Izinkan kutitip absen di hatimu
Iya kamu, bunga desa

Pada malam  kukabarkan
Pada bulan kubisikkan
Pada bintang kuceritakan
Semoga Tuhan mengaminkan

Padang Pariaman, 26 Mei 2021

Pengangguran Baru

Bilangan delapan belas sekarang umurmu
Di angka dua belas tahun kamu sudahi
Dalihmu menuntut ilmu di bangku sekolahan telah usai

Riang wajah polosmu masih terpancar
Sekarang, kamu telah masuk dunia baru yang kurang ajar
Semua dinilai dengan materi

Selamat datang pengangguran baru
Dunia keras sudah menanti
Masa bermain sudah mencukupi

Mari bersamaku menepi
Di sudut ibu kota yang tak bertuan
Berdikari mencari sesuap  nasi

Padang Pariaman, 26 Mei 2021

 

Biodata Penulis:

Metra Wiranda Putra, seorang jurnalis di Kabupaten Padang Pariaman. Alumni SMA N 1 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman ini sekarang berkuliah di UIN Imam Bonjol, Padang Jurusan Manajemen Dakwah semester 8.

 

Tags: #Metra Wiranda Putra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Bentuk Terikat Pasca-

Berita Sesudah

Kekeliruan Berbahasa pada Tulisan Perintah

Berita Terkait

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Minggu, 16/11/25 | 19:38 WIB

Menebak Pikiran Amir Oleh: Afny Dwi Sahira Sendu mata Amir rindu Buya Mengingat Buya semasa hidup Peninggalan Buya memenuhi memori...

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Minggu, 02/11/25 | 18:34 WIB

Sumber: Meta AI Penjara Air Oleh: Delivia Nazwa Syafiariza Air pernah jadi kebebasan Sirip pernah menari tanpa batas Lalu datang...

Berita Sesudah
Kekeliruan Berbahasa pada Tulisan Perintah

Kekeliruan Berbahasa pada Tulisan Perintah

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Tegaskan Gerakan Pramuka Pembentuk Generasi Muda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PDAM Kota Padang Putuskan Sambungan Air Tanpa Peringatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024