Minggu, 18/10/26 | 13:01 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Berbagai Istilah Uang Pengeluaran di dalam Bahasa Indonesia (Bagian 1)

Minggu, 18/10/26 | 11:14 WIB
Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan)

Pada kolom Klinik Bahasa Scientia edisi 27 September 2026 yang berjudul “Berbagai Istilah Uang Pemasukan” dengan tautan https://scientia.id/2026/09/27/berbagai-istilah-uang-pemasukan/ telah dijabarkan berbagai hal yang berkaitan dengan uang pemasukan.

Di dalam artikel tersebut, ada sepuluh istilah uang pemasukan beserta contoh-contoh penggunaannya di dalam kalimat bahasa Indonesia. Berbagai istilah uang pemasukan tersebut adalah gaji, honorarium, insentif, imbalan, komisi, pemasukan, pendapatan, penghasilan, tip, dan upah. Bekaitan dengan topik tersebut, pada edisi kali ini berbagai istilah keuangan akan kembali dijabarkan dengan fokus pembahasan pada istilah uang pengeluaran.

Ada dua puluh istilah uang pengeluaran yang berhasil dikumpulkan. Namun, mengingat panjangnya penjabaran dan contoh yang akan dituliskan, pembahasan ini akan dibagi menjadi dua bagian. Ini adalah bagian pertama. Ada dua puluh istilah yang terkumpul, yaitu angsuran, bayaran, bea, belanja, biaya, cicilan, denda, donasi, harga, iuran, ongkos, pajak, panjar, pengeluaran, persekot, tarif, uang muka, utang, sewa, dan sumbangan. Di dalam edisi Klinik Bahasa Scientia kali ini, sepuluh istilah uang pengeluaran yang akan dibahas di bagian pertama adalah angsuran, bayaran, bea, belanja, biaya, cicilan, denda, donasi, sumbangan dan iuran. Sepuluh istilah lainnya (harga, ongkos, pajak, panjar, pengeluaran, persekot, tarif, uang muka, utang, dan sewa) akan dibahas pada edisi selanjutnya.

Untuk itu, mari mulai dengan istilah yang pertama, yaitu angsuran. Istilah angsuran di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) hanya memiliki satu makna, yaitu “n uang yang dipakai untuk mengangsur (utang, pajak, dan sebagainya)”. Kata angsuran berasal dari kata angsur yang mendapatkan akhiran -an. Kata angsur di dalam KBBI memiliki makna “v bayar sedikit demi sedikit, tidak sekaligus; cicilan”. Kata angsur (sebagai verba) dan angsuran (sebagai nomina) tentu saling berkaitan antara kegiatan dan hal yang dilakukan berdasarkan kegiatan tersebut. Kata angsuran termasuk kata yang secara umum sering digunakan di dalam bahasa Indonesia ketika membicarakan pembelian suatu benda yang nilai belinya sangat tinggi. Karena nilai belinya cukup tinggi, tidak sedikit orang mengambil proses pembayaran angsuran yaitu membayar sedikit demi sedikit. Biasanya ketentuan angsuran berdasarkan kesepakatan antara si penjual dan si pembeli. Kesepakatan itu bisa berupa tanggal pembayaran, jumlah pembayaran, dan berapa kali harus membayar agar sampai lunas. Barang atau sesuatu yang biasanya dibeli dengan cara angsuran ini adalah mobil, rumah, apartemen, sepeda motor, ruko, dan sebagainya. Selain pembelian suatu benda, kata angsuran juga kerap digunakan untuk pembayaran yang nonbenda seperti biaya kursus, biaya perjalanan, dan biaya asuransi kesehatan. Berikut ini adalah contoh-contoh penggunaan kalimatnya:

BACAJUGA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB
  • Saya tidak jadi membeli mobil tersebut karena angsurannya sangat besar.
  • Jika uang muka besar, angsurannya bisa lebih rendah.
  • Angsuran saya bulan ini sudah berkurang karena sepeda motor ini sudah lunas dibayar.

Istilah yang kedua adalah bayaran. Jika pembaca Scientia sudah membaca artikel sebelumnya tentang uang pemasukan, tentu menyadari ada kata upah, tip, honorarium, dan komisi. Empat kata ini memiliki ruang lingkup yang sama, yaitu sejumlah uang yang didapatkan oleh seseorang karena sudah melakukan suatu kegiatan. Kata upah, tip, honorarium, dan komisi berkaitan dengan aktivitas tertentu yang pelaksanaannya cenderung temporal. Ketika kata upah, tip, honorarium, dan komisi didapatkan oleh seseorang, kata bayaran berada di posisi lain, yaitu uang yang harus dikeluarkan oleh seseorang untuk orang lain sebagai tukar nilai atas sesuatu yang sudah dilakukan tersebut. Artinya, kata bayaran adalah uang yang dikeluarkan si pemakai jasa, sedangkan kata upah, tip, honorarium, dan komisi adalah uang yang didapatkan oleh si pemberi jasa. Di dalam KBBI, kata bayaran memiliki tiga makna, yaitu “1. n uang yang dibayarkan; biaya; ongkos: 2. n orang yang dibayar: 3. n upah; gaji”. Berikut ini adalah contoh penggunaannya di dalam kalimat:

  • Saya pikir untuk seminar kali ini kita membutuhkan banyak sponsor karena pemateri kali ini meminta bayaran yang cukup tinggi.
  • Untuk pemasangan lampu ini, kira-kira bayarannya berapa ya, Pak?
  • Jangan undang dia, materinya nggak bagus, cara bicaranya kurang enak didengar, nggak tepat waktu, bayarannya tinggi pula.

Istilah yang ketiga adalah bea. Ketika mendengar kata bea, orang-orang akan mengaitkan dengan kata lain yang membuatnya menjadi sepaket, yaitu bea cukai. Ternyata, kata bea cukai adalah dua kata yang memiliki makna berbeda. Di dalam KBBI, kata bea hanya memiliki satu makna, yaitu “n biaya; ongkos”, sedangkan kata cukai memiliki dua makna, yaitu “1. n pajak yang dikenakan pada barang impor dan barang konsumsi: 2. n bagian dari hasil tanah (seperti sawah, ladang) yang wajib diberikan kepada tuan (pemilik) tanah sebagai ongkos tanah”.

Kata bea cukai kerap digunakan dalam makna yang pertama, yaitu pajak yang dikenakan pada barang impor dan barang konsumsi”. Oleh sebab itu, istilah bea cukai sering terdengar di bandara karena ada banyak penumpang yang membawa barang-barang yang dibelinya di luar negeri. Istilah ini juga termasuk ke dalam istilah uang pengeluaran karena seseorang harus membayar untuk benda yang sudah dibelinya. Berikut ini adalah contoh-contoh penggunaannya di dalam kalimat:

  • Petugas bea cukai memeriksa koper merah itu dengan teliti.
  • Pemeriksaan bea cukai ada di sebelah kiri.
  • Tas ini dikenakan bea yang cukup besar.

Istilah yang keempat adalah belanja. Kata belanja termasuk ke dalam kelas kata nomina (kata benda). Akan tetapi, di dalam percakapan sehari-hari, kata belanja sering dianggap sebagai verba. Kalimat yang umumnya terdengar adalah “Belanja terus. Kapan kamu akan menabung?” Istilah ini bisa menjadi verba ketika ditambah dengan awalan ber- yaitu berbelanja. Kata berbelanja di dalam KBBI memiliki satu makna “v membeli (-beli) di pasar (toko, kedai, dan sebagainya)” sedangkan kata belanja sebagai nomina memiliki empat makna, yaitu “1. n uang yang dikeluarkan untuk suatu keperluan; biaya; ongkos: 2. n uang yang dipakai untuk keperluan sehari-hari: 3. n upah; gaji: 4. v cak berbelanja”. Label cak pada makna keempat mengindikasikan percakapan. Hal ini sesuai dengan yang telah diungkapkan sebelumnya, bahwa kata belanja yang sebenarnya nomina juga kerap digunakan sebagai verba. Sebagai bagian dari pengeluaran, kata belanja lebih fokus pada pembayaran untuk kebutuhan sehari-hari, bukan sebagai bayaran untuk jasa orang lain. Oleh sebab itu, kata belanja sangat umum digunakan di dalam kehidupan pengguna bahasa Indonesia ketika merujuk pada aktivitas membeli sesuatu yang jumlahnya tidak terlalu tinggi. Dengan demikian, ruang lingkup kata belanja sangat berbeda ruang lingkup kata bayaran dan angsuran. Kata belanja sering diistilahkan untuk kegiatan membeli suatu barang di warung, minimarket, swalayan, toko, pasar, dan sebagainya. Oleh sebab itu, tempat-tempat ini juga disebut sebagai pusat perbelanjaan. Berikut ini adalah contoh penggunaannya di dalam kalimat:

  • Hari ini kami akan ke swalayan untuk belanja (berbelanja)
  • Uang belanjanya sudah mami kirim ya, Nak.
  • Hari ini kita akan belanja ke mana?

Kata yang kelima adalah biaya. Kata biaya merupakan istilah pengeluaran yang bisa digunakan secara umum. Dengan demikian, kata ini bisa ditambahkan dengan kata lain untuk menunjukkan kekhususan, seperti biaya rumah sakit, biaya transportasi, biaya pemasangan, biaya pembuatan, biaya pengeditan, dan biaya hidup. Di dalam KBBI, kata biaya hanya memiliki satu makna yaitu “n uang yang dikeluarkan untuk mengadakan (mendirikan, melakukan, dan sebagainya) sesuatu; ongkos; belanja; pengeluaran”. Hal yang membedakan kata biaya dengan belanja adalah tujuan penggunaan uangnya. Kata belanja lebih fokus pada kebutuhan sehari-hari yang harganya terjangkau, sedangkan kata biaya bisa digunakan untuk kebutuhan atau aktivitas apa pun dengan penambahan yang lebih spesifik seperti yang sudah diuraikan sebelumnya.

Dengan demikian, kata biaya juga bisa digunakan sebagai pengganti istilah lain seperti ongkos menjadi biaya transportasi, upah menjadi biaya pemasangan, komisi menjadi biaya penjualan, dan sebagainya. Kata biaya juga digunakan untuk pengeluaran-pengeluaran yang tidak memiliki istilah khusus sehingga kata ini sering digunakan, seperti biaya perawatan, biaya persalinan, biaya pengecekan, biaya pendaftaran, dan biaya pengiriman. Berikut ini adalah contoh-contoh penggunaannya di dalam kalimat:

  • Untuk menggunakan wifi sebaiknya kita pilih provider ini saja karena  biaya pemasangan dan biaya administrasi per bulannya terjangkau.
  • Jika ingin membuat pintu dengan desain tradisional, total biayanya berapa ya, Pak?
  • Kabarnya, biaya hidup di kota ini sangat mahal ya?

Kata yang keenam adalah cicilan. Kata cicilan bersinonim dengan kata angsuran. Sebab, di dalam KBBI, makna dua kata ini juga saling dikaitkan. Di dalam KBBI, kata angsuran memiliki makna “n uang yang dipakai untuk mengangsur (utang, pajak, dan sebagainya)” dan kata cicilan memiliki makna “n uang untuk mencicil (utang dan sebagainya); angsuran”. Dari dua makna yang sudah dibandingkan ini terlihat bahwa kata angsuran dan cicilan sangat mirip karena pertama, berkaitan dengan utang. Kedua, cara membayarnya yang tidak langsung lunas (diangsur atau dicicil). Kalau begitu, apa yang membedakan dua kata ini? Bukankah dua kata yang bersinonim masih memiliki perbedaan? Ya, perbedaannya terletak di dalam konteks kalimatnya. Pertama, kata angsuran lebih sering digunakan dalam konteks yang resmi (ada kontrak dan perjanjian), seperti membeli mobil, rumah, atau mengajukan kredit ke bank. Hal ini berbeda dengan kata cicilan yang nuansanya tidak resmi kata angsuran. Kata cicilan umumnya digunakan di dalam percakapan meskipun yang dimaksud adalah angsuran. Perbedaan yang kedua adalah jenis uang yang digunakan. Di dalam KBBI, uang yang digunakan dikategorikan dalam ranah utang yaitu sesuatu yang dibayar secara perlahan. Namun, perlu dilihat kembali jenis utangnya. Apakah utang tersebut terjadi karena harus membayar sesuatu yang harganya tinggi (sehingga tidak bisa dibayar lunas) atau karena memang meminjam uang? Di ranah inilah kata cicilan lebih banyak digunakan daripada angsuran. Kita sering mendengar istilah cicilan kartu kredit, cicilan utang, dan cicilan pinjol. Karena kata cicilan  lebih sering digunakan dalam konteks yang tidak terlalu formal, untuk membeli sesuatu yang tidak dibayar lunas juga disebut dengan cicilan. Akan tetapi, barang yang dibeli berbeda dengan barang yang menggunakan kata angsuran. Kita sering mendengar istilah cicilan panci, cicilan HP, cicilan seprai, cicilan kompor, dan sebagainya, tetapi jarang mendengar kata angsuran panci, angsuran seprai, atau angsuran kompor. Di sinilah letak nuansa kata angsuran dan cicilan. Berikut ini adalah contoh-contoh penggunaan kata cicilan di dalam kalimat:

  • Bu, bayar cicilannya dong, sudah dua bulan loh ini!
  • Aduh, saya sudah banyak cicilan.
  • Berapa cicilan per minggunya?

Kata yang ketujuh adalah denda. Di dalam KBBI, kata denda memiliki satu makna yaitu “n hukuman yang berupa keharusan membayar dalam bentuk uang (karena melanggar aturan, undang-undang, dan sebagainya)”. Dari pemaparan makna ini sudah bisa dipahami dengan jelas apa itu denda dan untuk apa denda dibayarkan. Kata denda termasuk ke dalam jenis uang pengeluaran karena harus dibayarkan oleh seseorang. Di dalam kehidupan sehari-hari, masalah denda yang sering terdengar berkaitan dengan keterlambatan pengembalian barang yang dipinjam, pelanggaran lalu lintas, pelanggaran hukum, dan sebagainya. Kata denda digunakan untuk hukuman yang harus dibayar dengan uang, bukan tindakan atau perbuatan. Berikut ini adalah contoh-contoh kalimat dengan menggunakan kata denda:

  • Dia harus membayar denda karena menerobos lampu lalu lintas kemarin malam.
  • Karena pengembalian kostum ini terlambat 2 hari, pelanggan itu dikenakan denda sebanyak Rp20.000,00.
  • Jangan merokok di dalam ruangan. Dendanya

Kata yang kedelapan adalah donasi. Kata donasi termasuk ke dalam jenis pengeluaran, tetapi dikeluarkan dengan cara sukarela (atas kemauan sendiri). Sangat jelas terlihat, bahwa konteks kata donasi berbeda dengan jenis pengeluaran lain yang sudah diuraikan sebelumnya. Di dalam KBBI, kata donasi memiliki dua makna, yaitu “1. n sumbangan tetap (berupa uang) dari penderma kepada perkumpulan; dema: 2. n pemberian; hadiah”. Kegiatan donasi ini sering terdengar saat terjadinya bencana alam atau membantu suatu wilayah yang kekurangan.

Selain itu, kata donasi juga sering digunakan saat pembuatan atau penyelenggaraan sesuatu seperti lembaga pendidikan atau kegiatan organisasi. Karena donasi ini dikeluarkan atas kemauan sendiri, jumlahnya pun beragam karena tidak terikat dengan aturan atau suatu perjanjian. Orang-orang yang sering berdonasi disebut sebagai donatur. Kata donatur ini muncul karena pemberian donasi tersebut sering dilakukan, berulang, dan tetap, khususnya untuk penyelenggaraan sesuatu atau untuk kebutuhan suatu lembaga, komunitas, atau organisasi. Berikut ini contoh-contoh kalimat yang menggunakan kata donasi:

  • Siapa yang sudah mendonasikan uangnya untuk kegiatan ini?
  • Donasi dari pemerintah pusat sudah diterima oleh pemerintah daerah pagi ini.
  • Pejabat itu sering memberikan donasi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan tanpa sepengetahuan publik.

Kata yang kesembilan adalah sumbangan. Kata ini dibahas pada urutan kesembilan agar pembaca dapat membedakannya dengan kata donasi. Di dalam KBBI, kata sumbangan memiliki dua makna yaitu “1. n pemberian sebagai bantuan (pada pesta perkawinan dan sebagainya); penyolok: 2. n bantuan; sokongan”. Apa perbedaan antara kata sumbangan dan donasi? Pertama, kata sumbangan mencakup pemberian yang lebih luas (tidak hanya berupa uang). Sumbangan bisa berbentuk makanan, pakaian, alat-alat kesehatan, alat-alat sekolah, dan sebagainya. Kata donasi lebih cenderung digunakan ketika seseorang menyumbangkan uang. Kedua, kata sumbangan bersifat lepas. Artinya, kata sumbangan bisa berlangsung hanya sekali, sedangkan kata donasi lebih cenderung beberapa kali atau dalam kurun waktu yang tetap. Oleh sebab itu, kita sering mendengar istilah donatur tetap bukan istilah penyumbang tetap. Inilah yang membedakan kata donatur dan sumbangan. Mengapa kata sumbangan juga termasuk ke dalam jenis uang pengeluaran? Sebab bentuk sumbangan juga bisa berupa uang. Kalaupun tidak berupa uang, orang yang menyumbangkan makanan juga mengeluarkan uang untuk membeli makanan tersebut. Berikut ini adalah contoh penggunaan kata sumbangan dalam kalimat:

  • Sumbangan yang sudah terkumpul akan segera dibungkus dan dikirim malam ini juga.
  • Dia memberikan sumbangan berupa pakaian layak pakai untuk anak-anak di wilayah tersebut.
  • Sumbangan yang sudah Bapak Ibu berikan sangat bermanfaat untuk kami.

Kata yang terakhir adalah iuran. Kata ini dimasukkan pada poin terakhir karena maknanya mirip dengan donasi dan sumbangan, yaitu pengeluaran yang dilakukan oleh seseorang bukan untuk belanja atau membayar denda. Akan tetapi, dalam konteks ini, kata iuran sedikit lebih mengikat daripada donasi dan sumbangan. Meskipun iuran dikeluarkan sesuai dengan keinginan hati, pengeluarannya memiliki ketentuan karena berdasarkan kesepakatan. Kesepakatan itu bisa berupa jumlah iuran, penggunaan iuran, dan kapan harus dibayarkan. Biasanya, iuran ini diberlakukan dalam suatu lembaga, komunitas, atau organisasi. Di dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal istilah iuran pembangunan di sekolah, iuran administrasi di sebuah organisasi, dan iuran untuk pelaksanaan operasional. Di dalam KBBI, kata iuran hanya memiliki satu makna, yaitu “n jumlah uang yang dibayarkan anggota perkumpulan kepada bendahara setiap bulan (untuk biaya administrasi, rapat anggota, dan sebagainya. Inilah yang membedakan kata iuran dengan donasi dan sumbangan. Berikut ini adalah beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata iuran:

  • Iuran bulan ini akan digunakan untuk biaya operasional dan transportasi ke lapangan.
  • Di RT ini ada iuran kematian yang digunakan untuk membantu biaya pelaksanaan upacara pemakaman untuk anggota yang sedang berduka.
  • Iuran pembangunan di tempat itu mahal sekali.

Inilah sepuluh istilah uang pengeluaran beserta contohnya. Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, istilah uang pengeluaran yang terkumpul berjumlah dua puluh istilah. Oleh sebab itu, sepuluh istilah lainnya akan dibahas di edisi Klinik Bahasa Scientia selanjutnya. Semoga bermanfaat.

Tags: #Reno Wulan Sari
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

PKB Salurkan 132 Ribu Liter Air Bersih di Sumsel, Warga: Terima Kasih Gus Muhaimin

Berita Terkait

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kemarin pagi, saat matahari masih memproduksi vitamin...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Manajer Akademik dan Dosen Linguistik FIB UNAND) Kehadiran ojek online merupakan sebuah fase baru...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pemasukan

Minggu, 27/9/26 | 10:16 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Forein Studies, Korea Selatan) Di dalam kehidupan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja menjadi kata...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) “Mengapa orang yang pensiun...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Prompt AI dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 06/9/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Saat ini, AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan...

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026