
Arosuka, Scientia.id – Solidaritas sesama guru ditunjukkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Solok Selatan dengan menghimpun donasi sebesar Rp55.117.000 untuk membantu anggota PGRI Kabupaten Solok yang terdampak banjir bandang. Dana tersebut terkumpul dalam waktu 10 hari melalui partisipasi anggota, keluarga besar PGRI, dan warga sekolah.
Bantuan diserahkan langsung oleh rombongan PGRI Solok Selatan di Sekretariat PGRI Kabupaten Solok, Jumat (9/10/2026). Rombongan yang berjumlah 30 orang itu dipimpin Ketua PGRI Kabupaten Solok Selatan Asbandi, S.Pd., M.Pd., dan disambut Ketua PGRI Kabupaten Solok Yongkerman.
Asbandi mengatakan, penggalangan dana dilakukan sebagai tindak lanjut Surat Edaran PGRI Provinsi Sumatera Barat mengenai donasi bagi anggota PGRI Kabupaten Solok yang terdampak banjir bandang. Pengumpulan bantuan dikoordinasikan melalui tim Solidaritas Guru Tanggap Bencana (SIGAP) PGRI Kabupaten Solok Selatan.
“Alhamdulillah, dalam 10 hari kita sudah berhasil menghimpun donasi total Rp55.117.000 dari seluruh anggota dan keluarga PGRI Solok Selatan, bahkan warga sekolah yang berdonasi melalui PGRI Solok Selatan,” kata Asbandi saat penyerahan bantuan.
Ia menyebutkan, penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian keluarga besar PGRI Solok Selatan, dengan arahan Dewan Pembina, yakni Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan, serta restu Ibunda Guru PGRI Kabupaten Solok Selatan, Ny. Hj. Erniati Khairunas.
Dari total donasi yang terkumpul, Rp40 juta disalurkan melalui pengurus PGRI Kabupaten Solok untuk membantu anggota yang terdampak bencana. Sementara itu, Rp10 juta secara khusus diserahkan langsung kepada Yulidar, S.Pd., anggota PGRI Solok Selatan yang bertugas di UPT SD Negeri 05 Sirumbuak.
Rumah Yulidar di kawasan dekat Pasar Talang mengalami kerusakan berat setelah tertimbun material banjir bandang hingga hampir mencapai atap. Rumah yang dibangun dari hasil pengabdiannya selama bertahun-tahun bertugas di Solok Selatan itu kini mengalami kerusakan parah.
Kondisi tersebut mengundang keharuan rombongan yang datang menyerahkan bantuan. Bagi Asbandi dan para anggota PGRI yang hadir, bantuan tersebut bukan sekadar penyerahan uang, melainkan bentuk kepedulian terhadap rekan seprofesi yang sedang menghadapi masa sulit.
Asbandi mengakui, bantuan yang diberikan belum sebanding dengan besarnya kerusakan yang dialami Yulidar. Namun, ia berharap dana tersebut dapat membantu meringankan beban dan kesedihan yang dirasakan korban.
Ia juga meminta Yongkerman agar kondisi rumah Yulidar menjadi perhatian PGRI Kabupaten Solok dan dapat dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Solok, sehingga kebutuhan bantuan lanjutan dapat dipertimbangkan.
Penyerahan donasi itu turut diikuti sembilan pengurus harian PGRI Kabupaten Solok Selatan dan 21 pengurus dari tujuh cabang, masing-masing tiga orang. Tujuh cabang tersebut meliputi Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu, Pauh Duo, Sangir, Sangir Jujuan, Sangir Balai Janggo, dan Sangir Batang Hari.
Menurut Asbandi, proses penggalangan dana hingga keberangkatan menuju Kabupaten Solok memperlihatkan kekompakan pengurus dan anggota PGRI Solok Selatan. Saat ini, organisasi tersebut memiliki 1.565 anggota yang tersebar di tujuh cabang.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota, keluarga besar PGRI, serta warga sekolah yang telah berpartisipasi. Asbandi berharap semangat kebersamaan tersebut terus terjaga, terutama ketika sesama guru menghadapi musibah dan membutuhkan dukungan. (*)









