
Padang, Scientia—- Pemko Padang melakukan penataan serta pemindahan lokasi antrean truk pengisian BBM solar dari bahu jalan di SPBU Bandar Buat ke area Tempat Khusus Parkir (TKP) Truk Koto Lalang.
Sistem ini dirancang untuk mengatasi, kemacetan, menertibkan lalu lintas, mencegah risiko kecelakaan, dan menghindari gangguan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar akibat antrean truk yang mengular di jalan raya.
Pengaturan antrean menggunakan, teknologi berbasis digital dengan kode QR (QR Code) dari Bank Nagari yang hanya berlaku 1 kali per 24 jam untuk mencegah praktik spekulan atau pelangsir BBM.
Tempat Khusus Parkir Koto Lalang memiliki kapasitas statis 80 unit kendaraan dan secara bergantian (system flow) mampu melayani antrean hingga 200 kendaraan per hari.
Para sopir truk menyambut positif dan merasa sangat terbantu karena dapat, mengantre dengan aman dan nyaman tanpa perlu berselisih paham dengan warga atau pemilik usaha di sekitar SPBU.
-Pemko Padang berencana menduplikasi, sistem antrean digital ini di lokasi atau SPBU lain sebagai bagian dari penerapan roadmap Padang Smart City (khususnya pilar smart environment, smart government, and smart society).
“Truk bisa mengantri di fasilitas yang kami sediakan, mereka bisa nyaman di sini. Nanti ketika nomor antriannya ini sudah dipanggil, mereka bisa langsung datang ke SPBU secara digital. Jadi, tidak ada tumpukan antrean di jalan yang membahayakan dan mengganggu aktivitas perekonomian warga setempat,” ujar Wali Kota Padang.
“Kami harap kegiatan-kegiatan digitalisasi, baik dari segi pembayaran dengan perbankan (Bank Nagari khususnya) maupun digitalisasi OPD, ini sangat penting sebagai esensi dari pergerakan Kota Smart City kita untuk menjadi kota pintar dan sehat,” ujarnya.(Ade)







![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_49952-350x250.jpg)
