![Salah satu siswa MTsN 1 Pariaman saat dalam perawatan di RSUP, Dr. m. Djamil Padang. Kamis, (17/9) [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260917-WA0013.jpg)
Kedua siswa tersebut dirujuk ke RSUP Dr. M Djamil setelah kondisi kesehatan mereka tidak menunjukkan perkembangan berarti selama menjalani perawatan di rumah sakit sebelumnya. Bahkan, kondisi pasien disebut sempat mengalami penurunan.
Setelah tiba di RSUP Dr. M Djamil, kedua siswa langsung menjalani skrining di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan mendapatkan penanganan medis.
Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan (Promkes) RSUP Dr. M Djamil, Rizki Rasyidi, membenarkan adanya dua pasien rujukan dari Pariaman yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG.
“Memang kemarin ada dua pasien masuk rujukan dari Pariaman akibat keracunan MBG dan dilakukan skrining di IGD. Setelah diberi tindakan dan perawatan intensif, saat ini kondisinya sudah sangat stabil,” ujar Rizki, Kamis (17/9).
Menurut dia, perkembangan kondisi kedua pasien menunjukkan respons positif setelah mendapatkan penanganan di RSUP Dr. M Djamil. Tekanan darah dan denyut nadi pasien telah membaik. Nafsu makan keduanya juga mulai kembali.
“Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi pasien sangat stabil. Tensi, nadi dan selera makannya sudah membaik,” katanya.
Rizki mengatakan kedua pasien selanjutnya akan dipindahkan dari IGD ke ruang rawat inap anak untuk menjalani observasi lebih lanjut.
Pemindahan tersebut dilakukan agar kondisi kesehatan mereka dapat dipantau secara berkala sebelum dokter menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan pasien diperbolehkan pulang.
“Sore tadi pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap anak. Pasien akan dilakukan observasi sebelum dilakukan tindakan selanjutnya, apakah sudah boleh dipulangkan atau belum,” ujarnya.
Ia memperkirakan kedua siswa tersebut dapat diperbolehkan pulang dalam waktu paling lama dua hari apabila kondisi mereka terus stabil dan tidak terjadi perubahan yang mengkhawatirkan.
“Estimasi dari dokter paling lama dua hari sudah bisa pulang, jika tidak ada perubahan menjelang dua hari tersebut,” kata Rizki.
Sebelumnya, 127 siswa MTsN 1 Kota Pariaman mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG yang didistribusikan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pauh Barat.
Para siswa mengalami sejumlah keluhan kesehatan dan sebagian harus mendapatkan perawatan medis. Dugaan keterkaitan dengan makanan MBG masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut.
Sementara itu, dua siswa yang kini dirawat di RSUP Dr. M Djamil menjadi pasien dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut setelah perawatan awal di Pariaman belum memberikan perkembangan yang diharapkan.
Dengan kondisi yang kini mulai stabil, tim medis RSUP Dr. M Djamil masih melakukan observasi sebelum menentukan apakah keduanya dapat dipulangkan atau membutuhkan perawatan lanjutan.(yrp)
![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus (tengah) bersama Sekretaris, Donizar saat mengikuti Zoom Meeting dengan DPC se-Sumbar di Kantor DPW. Kamis,(17/9) [foto:sci/yrp]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/1001492649-120x86.jpg)
![Proses rujukan siwa MTsN 1 Kota Pariaman ke RSUP M Djamil Padang. Rabu, (16/9) [foto : Fandy]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260917-WA0010-120x86.jpg)
![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus (tengah) bersama Sekretaris, Donizar saat mengikuti Zoom Meeting dengan DPC se-Sumbar di Kantor DPW. Kamis,(17/9) [foto:sci/yrp]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/1001492649-350x250.jpg)
![Proses rujukan siwa MTsN 1 Kota Pariaman ke RSUP M Djamil Padang. Rabu, (16/9) [foto : Fandy]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260917-WA0010-350x250.jpg)




![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus (tengah) bersama Sekretaris, Donizar saat mengikuti Zoom Meeting dengan DPC se-Sumbar di Kantor DPW. Kamis,(17/9) [foto:sci/yrp]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/1001492649-75x75.jpg)
