Padang, Scientia — Anggota DPRD Kota Padang Yusri Latif meminta Pemerintah Kota Padang tidak setengah hati menata Pasar Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan. Ia menilai kunci keberhasilan penataan bukan hanya pada relokasi pedagang kaki lima (PKL), pembangunan fasilitas, dan pengaturan parkir, tetapi juga pengawasan yang konsisten setelah penertiban dilakukan.
Latif mengatakan, penertiban PKL di kawasan Pasar Bandar Buat bukan persoalan baru. Pemerintah telah beberapa kali melakukan penertiban, namun aktivitas pedagang di luar area yang ditentukan dan kendaraan yang parkir di bahu jalan kembali muncul.
Karena itu, ia menantang Pemko Padang memastikan rencana penataan kali ini tidak mengulang pola yang sama.
“Jika Pemko serius, kita juga akan serius mengawal ini. Kenapa saya tantang untuk serius, karena selama ini kesannya masih separuh hati. Beberapa kali penertiban, faktanya sampai kini tidak mengubah keadaan,” kata Yusri, Jumat (11/9).
Menurut Ketua DPC PKB Kota Padang tersebut, relokasi tanpa pengawasan berkelanjutan berpotensi membuat kawasan pasar kembali semrawut. Setelah pedagang dikembalikan ke blok dan petak yang tersedia, pemerintah harus memastikan area tersebut benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
Begitu pula dengan parkir. Penataan pelataran parkir dinilai tidak akan menyelesaikan persoalan jika tidak dibarengi pengaturan dan pengawasan terhadap kendaraan yang masih memilih berhenti di bahu jalan.
“Pengawasan ini yang penting. Jangan sampai setelah ditata, ditertibkan, kemudian dibiarkan. Beberapa bulan kemudian persoalannya kembali lagi,” ujarnya.
Latif menilai, pemerintah perlu memiliki pola pengawasan yang jelas, termasuk menentukan siapa yang bertanggung jawab menjaga ketertiban kawasan pasar setelah proses penataan selesai.
Menurutnya, pengawasan juga harus dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika terjadi keluhan masyarakat atau menjelang momentum tertentu.
“Kalau memang ingin Pasar Bandar Buat berubah, pengawasannya harus jalan. Jangan menunggu sudah semrawut baru ditertibkan lagi,” katanya.
Pasar Bandar Buat menjadi perhatian karena berada di sisi ruas jalan utama Padang-Solok. Aktivitas PKL dan parkir kendaraan di bahu jalan tidak hanya memengaruhi kenyamanan pengunjung pasar, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Fizlan Setiawan mengatakan Pemko memang tengah menyiapkan penataan kawasan Pasar Bandar Buat secara bertahap.
Salah satu rencananya adalah mengembalikan pedagang ke blok dan petak yang tersedia di lantai dasar maupun lantai dua. Setelah relokasi dilakukan, pelataran parkir pasar akan ditata dan direncanakan menjadi sentra kuliner malam.
“Ya, tentunya setelah para pedagang kita relokasi kembali ke blok dan petak-petak yang berada di lantai dasar, maupun di lantai dua,” ujar Fizlan.
Fizlan mengatakan keberadaan PKL dan parkir menjadi dua persoalan utama yang selama ini memicu kesemrawutan Pasar Bandar Buat.
“Parkir dan PKL adalah dua momok yang jadi pemicu kesemrawutan wajah Pasar Bandar Buat. Setelah benar-benar ditata, kita berharap tidak ada lagi PKL yang berjualan di sembarang tempat, tidak ada lagi kendaraan yang parkir di bahu jalan,” ujarnya.
Untuk tahap awal, Dinas Perdagangan akan melakukan pengaspalan ulang seluruh area pelataran parkir. Sejumlah bagian yang mengalami kerusakan ringan akan diperbaiki agar kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih baik.
Pemko juga akan memindahkan kontainer sampah yang berada di sekitar tugu pasar. Kontainer tersebut dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung sekaligus membuat kawasan sekitar pasar terlihat kurang tertata.
“Kita juga akan pindahkan kontainer sampah di sekitar tugu, yang tentu saja selama ini sangat mengganggu kenyamanan pengunjung pasar,” kata Fizlan.
Selain membenahi area parkir, pemerintah juga menyiapkan pembangunan kanopi pedagang di lantai dua. Pembenahan drainase dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pasar Bandar Buat turut masuk dalam rencana perbaikan.
Fizlan mengatakan pembenahan dilakukan secara bertahap karena persoalan di Pasar Bandar Buat cukup kompleks.
“Intinya, permasalahan di Pasar Bandar Buat itu sangat kompleks. Nah, perlahan-lahan kita akan coba benahi. Parkir representatif dan terkelola dengan baik, pedagang dan pengunjung juga nyaman beraktivitas,” katanya.
Latif mengatakan DPRD Kota Padang akan ikut mengawal proses tersebut. Namun, ia menegaskan pengawasan pemerintah menjadi penentu apakah penataan itu mampu bertahan dalam jangka panjang.
Menurut dia, keberhasilan penataan tidak semata-mata ditandai dengan berpindahnya PKL dari bahu jalan ke dalam pasar. Pemerintah harus memastikan pedagang tetap berjualan di tempat yang telah disediakan dan tidak kembali mengambil ruang publik di luar kawasan perdagangan.
“Yang kita inginkan bukan sekadar pasar terlihat tertib pada saat penertiban. Setelah itu harus tetap tertib. Artinya, pengawasan harus menjadi bagian dari penataan, bukan pekerjaan setelah penataan,” ujar Latif.
Ia berharap Pemko Padang menjadikan penataan Pasar Bandar Buat sebagai pembenahan yang berkelanjutan. Dengan begitu, kawasan pasar yang berada di jalur utama Padang-Solok tersebut tidak kembali menghadapi persoalan lama: PKL yang berjualan sembarangan dan kendaraan yang memenuhi bahu jalan.(yrp)






