![Anggota DPRD Sumbar, Donizar.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot_2025-08-31-15-42-40-94_1c337646f29875672b5a61192b9010f92.jpg)
Namun Sumbar memiliki persoalan yang tidak bisa dilepaskan dari pembangunan sekolah: bencana.
Banjir, longsor dan gempa merupakan risiko yang harus diperhitungkan dalam pembangunan fasilitas pendidikan.
Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi PKB, Donizar, mendorong agar revitalisasi sekolah tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga meningkatkan keselamatan siswa.
Persoalan tersebut semakin relevan setelah bencana sebelumnya merusak fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah Sumbar. Banjir di Kota Padang, misalnya, pernah merusak fasilitas pendidikan dan sekitar 100 unit komputer di salah satu sekolah.
Artinya, pembangunan sekolah tidak cukup hanya menggunakan ukuran “baru” atau “bagus”. Bangunan harus dirancang sesuai karakter risiko daerah.
Sekolah yang berada di kawasan rawan banjir perlu memiliki sistem drainase dan jalur evakuasi. Sekolah di wilayah rawan gempa harus memperhatikan konstruksi bangunan. Sementara sekolah di kawasan rawan longsor perlu memperhitungkan kondisi lereng.
Donizar menilai keselamatan siswa merupakan bagian dari hak pendidikan.
Ia juga mendorong pemerintah daerah memasukkan aspek mitigasi bencana dalam perencanaan pendidikan.
Kepala sekolah dan guru perlu mendapat pelatihan kebencanaan. Simulasi evakuasi tidak boleh hanya dilakukan ketika ada program atau peringatan hari tertentu.
Di sisi lain, DPRD perlu memastikan anggaran revitalisasi benar-benar menyasar sekolah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi. Jangan sampai sekolah yang secara fisik terlihat baik justru berada di lokasi yang rawan.
Bagi Donizar, pembangunan pendidikan harus melihat kebutuhan nyata masyarakat. Prinsip itu sejalan dengan pandangannya bahwa kebijakan dan pokok pikiran DPRD harus diarahkan pada kebutuhan riil warga.
Dengan demikian, program revitalisasi sekolah di Sumbar seharusnya tidak hanya meninggalkan bangunan baru. Program tersebut harus meninggalkan sekolah yang lebih aman bagi anak-anak.(yrp)








