Sabtu, 08/8/26 | 05:26 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Yusri Latif: Di Usia ke-357 Kota Padang Semestinya Naik Kelas, Bukan Darurat Banjir

Jumat, 07/8/26 | 00:55 WIB

Anggota DPRD Kota Padang Fraksi PKB, Yusri Latif. [foto : ist]
Anggota DPRD Kota Padang Fraksi PKB, Yusri Latif. [foto : ist]
Padang, Scientia – Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang jatuh pada Jumat, 7 Agustus 2026, semestinya menjadi momentum perayaan atas perjalanan panjang ibu kota Provinsi Sumatera Barat. Namun, bagi ribuan warga yang baru saja terdampak banjir, hari bersejarah itu justru menyisakan ironi.

Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif, menilai usia Kota Padang yang telah mencapai 357 tahun seharusnya mencerminkan kematangan tata kelola pembangunan dan meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Namun kenyataannya, hingga saat ini masyarakat dipaksa menanggung ketidakberdayaan akibat kondisi alam.

“Di usia yang sudah sangat matang ini, masyarakat seharusnya tidak lagi disibukkan dengan situasi tanggap darurat setiap kali hujan deras datang. Pemerintah semestinya mampu membawa masyarakat fokus pada peningkatan kualitas hidup, bukan terus-menerus berhadapan dengan bencana yang sama,” kata Yusri Latif.

Beberapa hari menjelang peringatan HJK ke-357, banjir kembali merendam sejumlah kawasan di Kota Padang setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Peristiwa itu menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan memaksa pemerintah melakukan penanganan darurat.

BACAJUGA

Warga Kota Padang Antusias mengikuti pawai telong-telong

Pemko Padang Apresiasi  Antusiasme Pengunjung Serta Peserta Pawai Telong-Telong dalam Rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357

Sabtu, 08/8/26 | 04:59 WIB
Pemko Padang gelar festival telong-telong memperingati HJK ke 357

Pemko Padang Gelar Festival Pawai Telong-Telong dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357

Sabtu, 08/8/26 | 04:53 WIB

Menurut Latif, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Ia mengatakan, pembangunan kota tidak cukup diukur dari bertambahnya infrastruktur atau banyaknya agenda seremonial, melainkan dari kemampuan pemerintah melindungi warganya dari risiko bencana.

“Ulang tahun kota bukan hanya soal pesta rakyat atau seremoni. Yang paling penting adalah memastikan warga merasa aman, nyaman, dan terlindungi. Itu ukuran keberhasilan sebuah kota,” ujarnya.

Legislator PKB itu juga menilai persoalan banjir tidak bisa lagi diselesaikan melalui langkah-langkah jangka pendek. Pemerintah Kota Padang perlu memperkuat sistem drainase, mengendalikan alih fungsi lahan, memperbaiki tata ruang, hingga memastikan normalisasi sungai berjalan secara konsisten.

Ia juga mendorong agar perencanaan pembangunan lebih berpihak pada kajian yang mendalam terkait antisipasi bencana bagi daerah rawan. Menurutnya, setiap proyek pembangunan harus mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan agar tidak memperbesar risiko banjir di masa mendatang.

“Kita ingin Padang tumbuh sebagai kota yang tangguh terhadap bencana. Jangan sampai setiap musim hujan masyarakat selalu dihantui kecemasan karena air kembali masuk ke rumah mereka,” katanya.

Di sisi lain, Latif mengajak semua pihak pada momentum Hari Jadi Kota Padang dijadikan titik balik untuk membangun kolaborasi antara pemerintah, DPRD, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh.

“Usia 357 tahun harus menjadi simbol kedewasaan kota dalam menyelesaikan persoalan mendasar. Sudah saatnya Padang keluar dari siklus banjir yang terus berulang dan bergerak menuju kota yang lebih aman, lebih tertata, dan lebih layak huni,” ujar dia.(yrp)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerint Iralloza Tasya Lihat Langsung Kondisi Warga Terdampak Banjir

Berita Sesudah

Mahyeldi Dapat Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya: Ini Milik Masyarakat Sumbar

Berita Terkait

Warga Kota Padang Antusias mengikuti pawai telong-telong

Pemko Padang Apresiasi  Antusiasme Pengunjung Serta Peserta Pawai Telong-Telong dalam Rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357

Sabtu, 08/8/26 | 04:59 WIB

Warga Kota Padang Antusias mengikuti pawai telong-telong Padang, Scientia---- Festival Telong-Telong diselenggarakan secara meriah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari...

Pemko Padang gelar festival telong-telong memperingati HJK ke 357

Pemko Padang Gelar Festival Pawai Telong-Telong dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357

Sabtu, 08/8/26 | 04:53 WIB

Pemko Padang gelar festival telong-telong memperingati HJK ke 357 Padang, Scientia---- Memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Pemerintah Kota...

Wali Kota Padang Fadly Amran saat meresmikan jembatan Helsheim di Batang Arau

Wali Kota Padang Resmikan Jembatan Hildesheim

Sabtu, 08/8/26 | 04:44 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran saat meresmikan jembatan Helsheim di Batang Arau Padang, Scientia---- Wali Kota Padang Fadly Amran bersama...

Hari Jadi Kota Padang ke 357 Sebagai Inspirasi dan Motivasi Untuk Masa Depan Lebih Baik

Hari Jadi Kota Padang ke 357 Sebagai Inspirasi dan Motivasi Untuk Masa Depan Lebih Baik

Sabtu, 08/8/26 | 04:28 WIB

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion pimpin sidang paripurna HJK Padang ke 357 Padang, Scientia---- Ketua DPRD Kota Padang Muharlin memimpin...

Mahyeldi Dapat Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya: Ini Milik Masyarakat Sumbar

Mahyeldi Dapat Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya: Ini Milik Masyarakat Sumbar

Jumat, 07/8/26 | 03:15 WIB

Jatinangor, Scientia - Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pemerintahan yang semakin terbuka, cepat, dan responsif, kualitas kepemimpinan daerah menjadi salah satu...

Cerint Iralloza Tasya Lihat Langsung Kondisi Warga Terdampak Banjir

Cerint Iralloza Tasya Lihat Langsung Kondisi Warga Terdampak Banjir

Kamis, 06/8/26 | 21:41 WIB

Padang, Scientia - Senator muda Sumatera Barat, Cerint Iralloza Tasya menyambangi warga terdampak banjir di Kota Padang. Kedatangan Cerint selain...

Berita Sesudah
Mahyeldi Dapat Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya: Ini Milik Masyarakat Sumbar

Mahyeldi Dapat Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya: Ini Milik Masyarakat Sumbar

POPULER

  • Wakil Walikota Padang Maigus Nasir bersama Anggota DPRD RI Zigo Rolando kunjungi pembangunan jembatan kelawi

    Wali Kota Padang Tinjau  Pembangunan Jembatan Kalawi,  dan Rehabilitasi Infrastruktur Pascabanjir di Pauh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Open Ship HJK Padang, Trans Padang Sesuaikan Rute Koridor Dua dan Empat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi Dapat Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya: Ini Milik Masyarakat Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026