Selasa, 22/9/26 | 18:48 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Wabup Solok Minta Warga Tak Sebarkan Foto Korban Galodo: Duka Dunsanak Kita Bukan Konten

Selasa, 22/9/26 | 17:51 WIB

Infografis Wabub Solok, H. Candra melarang masyarakat sebarkan foto dan video tak pantas korban galodo.[foto:ist]
Infografis Wabub Solok, H. Candra melarang masyarakat sebarkan foto dan video tak pantas korban galodo.[foto:ist]
Arosuka, Scientia — Wakil Bupati Solok H. Candra, meminta masyarakat tidak menyebarkan foto maupun video korban galodo yang memperlihatkan kondisi tidak pantas, terutama gambar korban tanpa busana atau yang dapat merendahkan kehormatan dan privasi mereka.

Imbauan itu disampaikan Candra di tengah penanganan bencana galodo yang menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Solok pada Senin malam, 21 September 2026. Selain menyebabkan kerusakan dan kepanikan, bencana tersebut juga meninggalkan duka dan trauma bagi masyarakat terdampak.

Menurut Candra, situasi bencana tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan martabat korban. Perkembangan teknologi memang membuat informasi, foto, dan video dapat tersebar dalam hitungan detik. Namun, kecepatan menyebarkan informasi harus tetap dibarengi pertimbangan terhadap dampaknya.

“Jangan sebarkan. Jagalah martabat korban,” kata Candra.

BACAJUGA

Rapat koordinasi di Posko Utama Tanggap Bencana Arosuka, Selasa, (22/9)[foto:ist]

Pemkab Solok Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

Selasa, 22/9/26 | 17:43 WIB
Evakuasi Jenazah Daffi Arrahman setelah ditemukan.[foto:ist]

Korban Galodo, Daffi Arrahman Ditemukan

Selasa, 22/9/26 | 17:35 WIB

Ia meminta masyarakat berhenti sejenak sebelum mengunggah ataupun meneruskan foto dan video korban. Menurut dia, masyarakat perlu mempertimbangkan apakah konten tersebut benar-benar dibutuhkan untuk kepentingan penanganan bencana atau justru berpotensi menambah luka bagi korban dan keluarganya.

Candra menilai informasi mengenai bencana tetap penting disebarkan, terutama yang berkaitan dengan lokasi pengungsian, kebutuhan bantuan, kondisi jalan, proses evakuasi, serta informasi resmi pemerintah.

Namun, menurut dia, penyebaran gambar korban dalam kondisi yang tidak layak untuk konsumsi publik merupakan persoalan berbeda.

“Tidak semua yang kita lihat harus kita bagikan. Tidak semua yang viral harus kita teruskan,” ujarnya.

Ia mengatakan, di balik setiap foto korban terdapat manusia yang sedang menghadapi musibah. Ada keluarga yang menunggu kabar, orang tua yang kehilangan anak, maupun anak yang menanti kepastian mengenai keluarganya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menjadikan penderitaan korban sebagai materi untuk mengejar perhatian, komentar, atau jumlah tayangan di media sosial.

Candra juga mengingatkan adanya batas antara dokumentasi bencana dan eksploitasi penderitaan korban. Dokumentasi dapat membantu proses penanganan dan penyampaian informasi, tetapi publikasi tetap harus mempertimbangkan privasi serta kondisi keluarga korban.

“Korban bencana bukan objek tontonan. Mereka adalah manusia yang sedang menghadapi masa yang berat,” katanya.

Bencana galodo di Kabupaten Solok hingga Selasa, (22/9), masih dalam penanganan pemerintah dan tim gabungan. Pendataan korban, evakuasi, serta penanganan masyarakat terdampak terus dilakukan.

Dalam kondisi tersebut, Candra mengajak masyarakat menggunakan media sosial untuk memperkuat penanganan bencana, bukan memperluas penderitaan korban.

Ia meminta warga memilih informasi yang bermanfaat untuk dibagikan dan menghindari unggahan yang dapat mempermalukan atau melukai keluarga korban.

“Yang dibutuhkan korban adalah pertolongan. Yang dibutuhkan keluarga adalah ketenangan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah informasi yang benar,” ujarnya.

Candra berharap masyarakat dapat menunjukkan empati melalui tindakan sederhana, termasuk tidak mengunggah ulang foto atau video korban yang tidak pantas.

“Jangan sebarkan. Jaga privasi. Jaga martabat,” katanya.

Menurut dia, dalam situasi bencana, menjaga kehormatan korban merupakan bagian dari kemanusiaan yang tidak kalah penting dari upaya penyelamatan dan bantuan.

“Musibah bukan tontonan. Duka korban dan keluarga bukan konten,” tutupnya.(yrp)

Tags: CandraFoto KorbanWabub Solok
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemkab Solok Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

Berita Terkait

Rapat koordinasi di Posko Utama Tanggap Bencana Arosuka, Selasa, (22/9)[foto:ist]

Pemkab Solok Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

Selasa, 22/9/26 | 17:43 WIB

Rapat koordinasi di Posko Utama Tanggap Bencana Arosuka, Selasa, (22/9)Solok, Scientia — Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan status Tanggap Darurat Bencana...

Evakuasi Jenazah Daffi Arrahman setelah ditemukan.[foto:ist]

Korban Galodo, Daffi Arrahman Ditemukan

Selasa, 22/9/26 | 17:35 WIB

Evakuasi Jenazah Daffi Arrahman setelah ditemukan. Solok, Scientia - Identitas korban galodo yang ditemukan di aliran sungai Koto Gaek, tepatnya...

Proses pencarian korban galodo Kecamatan Gunung Talang, Kabuptaen Solok oleh tim SAR. [foto:ist]

Satu Korban Galodo Solok Ditemukan

Selasa, 22/9/26 | 16:08 WIB

Proses pencarian korban galodo Kecamatan Gunung Talang, Kabuptaen Solok oleh tim SAR. Solok, Scientia - Satu orang korban galodo  yang...

Daffi Arrahman (21) korban terseret arus galodo di Kayu Aro, Kabupaten Solok pada Senin malam, (22/9).[foto:ist]

Daffi Arrahman Dikabarkan Hanyut saat Galodo di Kayu Aro, Keluarga Mohon Doa

Selasa, 22/9/26 | 14:27 WIB

Daffi Arrahman (21) korban terseret arus galodo di Kayu Aro, Kabupaten Solok pada Senin malam, (22/9).Solok, Scientia — Seorang pemuda...

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Dua Warga Masih Hilang

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Dua Warga Masih Hilang

Selasa, 22/9/26 | 13:32 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam. Bencana yang terjadi sekitar...

Galodo Terjang Arosuka, Sejumlah Fasilitas Pemerintahan Kabupaten Solok Terdampak

Galodo Terjang Arosuka, Sejumlah Fasilitas Pemerintahan Kabupaten Solok Terdampak

Selasa, 22/9/26 | 07:11 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id  — Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam. Air bah...

POPULER

  • Rumah Dinas Wabup Solok Dibuka untuk Pengungsi, Warga Diminta Hindari Lokasi Rawan

    Rumah Dinas Wabup Solok Dibuka untuk Pengungsi, Warga Diminta Hindari Lokasi Rawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Korban Galodo Solok Ditemukan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026