Rabu, 23/9/26 | 05:00 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Yusri Latif: Di Usia ke-357 Kota Padang Semestinya Naik Kelas, Bukan Darurat Banjir

Jumat, 07/8/26 | 00:55 WIB

Anggota DPRD Kota Padang Fraksi PKB, Yusri Latif. [foto : ist]
Anggota DPRD Kota Padang Fraksi PKB, Yusri Latif. [foto : ist]
Padang, Scientia – Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang jatuh pada Jumat, 7 Agustus 2026, semestinya menjadi momentum perayaan atas perjalanan panjang ibu kota Provinsi Sumatera Barat. Namun, bagi ribuan warga yang baru saja terdampak banjir, hari bersejarah itu justru menyisakan ironi.

Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif, menilai usia Kota Padang yang telah mencapai 357 tahun seharusnya mencerminkan kematangan tata kelola pembangunan dan meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Namun kenyataannya, hingga saat ini masyarakat dipaksa menanggung ketidakberdayaan akibat kondisi alam.

“Di usia yang sudah sangat matang ini, masyarakat seharusnya tidak lagi disibukkan dengan situasi tanggap darurat setiap kali hujan deras datang. Pemerintah semestinya mampu membawa masyarakat fokus pada peningkatan kualitas hidup, bukan terus-menerus berhadapan dengan bencana yang sama,” kata Yusri Latif.

Beberapa hari menjelang peringatan HJK ke-357, banjir kembali merendam sejumlah kawasan di Kota Padang setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Peristiwa itu menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan memaksa pemerintah melakukan penanganan darurat.

BACAJUGA

Yusri Latif: PKB Ingin Cetak Pejuang, Bukan Sekadar Kader

Yusri Latif: PKB Ingin Cetak Pejuang, Bukan Sekadar Kader

Rabu, 23/9/26 | 00:32 WIB
Puluhan Siswa MTsN 1 Pariaman Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Tidak di Lokasi

Tanggungjawab SPPG terhadap Siwa MTsN 1 Pariaman Keracunan MBG: Jenguk Korban dan Tanggung Biaya Perawatan

Selasa, 22/9/26 | 20:02 WIB

Menurut Latif, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Ia mengatakan, pembangunan kota tidak cukup diukur dari bertambahnya infrastruktur atau banyaknya agenda seremonial, melainkan dari kemampuan pemerintah melindungi warganya dari risiko bencana.

“Ulang tahun kota bukan hanya soal pesta rakyat atau seremoni. Yang paling penting adalah memastikan warga merasa aman, nyaman, dan terlindungi. Itu ukuran keberhasilan sebuah kota,” ujarnya.

Legislator PKB itu juga menilai persoalan banjir tidak bisa lagi diselesaikan melalui langkah-langkah jangka pendek. Pemerintah Kota Padang perlu memperkuat sistem drainase, mengendalikan alih fungsi lahan, memperbaiki tata ruang, hingga memastikan normalisasi sungai berjalan secara konsisten.

Ia juga mendorong agar perencanaan pembangunan lebih berpihak pada kajian yang mendalam terkait antisipasi bencana bagi daerah rawan. Menurutnya, setiap proyek pembangunan harus mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan agar tidak memperbesar risiko banjir di masa mendatang.

“Kita ingin Padang tumbuh sebagai kota yang tangguh terhadap bencana. Jangan sampai setiap musim hujan masyarakat selalu dihantui kecemasan karena air kembali masuk ke rumah mereka,” katanya.

Di sisi lain, Latif mengajak semua pihak pada momentum Hari Jadi Kota Padang dijadikan titik balik untuk membangun kolaborasi antara pemerintah, DPRD, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh.

“Usia 357 tahun harus menjadi simbol kedewasaan kota dalam menyelesaikan persoalan mendasar. Sudah saatnya Padang keluar dari siklus banjir yang terus berulang dan bergerak menuju kota yang lebih aman, lebih tertata, dan lebih layak huni,” ujar dia.(yrp)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerint Iralloza Tasya Lihat Langsung Kondisi Warga Terdampak Banjir

Berita Sesudah

Mahyeldi Dapat Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya: Ini Milik Masyarakat Sumbar

Berita Terkait

Yusri Latif: PKB Ingin Cetak Pejuang, Bukan Sekadar Kader

Yusri Latif: PKB Ingin Cetak Pejuang, Bukan Sekadar Kader

Rabu, 23/9/26 | 00:32 WIB

Padang, Scientia — Ketua Dewan Pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kota Padang, Yusri Latif melaksanakan Sekolah Kader Perubahan (SKP)...

Puluhan Siswa MTsN 1 Pariaman Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Tidak di Lokasi

Tanggungjawab SPPG terhadap Siwa MTsN 1 Pariaman Keracunan MBG: Jenguk Korban dan Tanggung Biaya Perawatan

Selasa, 22/9/26 | 20:02 WIB

Pariaman, Scientia — SPPG Pasir, Desa Pauh Barat, Kota Pariaman, telah mendatangi beberapa siswa-siswi MTsN 1 Pariaman yang terdampak dugaan...

Infografis Wabub Solok, H. Candra melarang masyarakat sebarkan foto dan video tak pantas korban galodo.[foto:ist]

Wabup Solok Minta Warga Tak Sebarkan Foto Korban Galodo: Duka Dunsanak Kita Bukan Konten

Selasa, 22/9/26 | 17:51 WIB

Infografis Wabub Solok, H. Candra melarang masyarakat sebarkan foto dan video tak pantas korban galodo.Arosuka, Scientia — Wakil Bupati Solok...

Rapat koordinasi di Posko Utama Tanggap Bencana Arosuka, Selasa, (22/9)[foto:ist]

Pemkab Solok Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

Selasa, 22/9/26 | 17:43 WIB

Rapat koordinasi di Posko Utama Tanggap Bencana Arosuka, Selasa, (22/9)Solok, Scientia — Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan status Tanggap Darurat Bencana...

Evakuasi Jenazah Daffi Arrahman setelah ditemukan.[foto:ist]

Korban Galodo, Daffi Arrahman Ditemukan

Selasa, 22/9/26 | 17:35 WIB

Evakuasi Jenazah Daffi Arrahman setelah ditemukan. Solok, Scientia - Identitas korban galodo yang ditemukan di aliran sungai Koto Gaek, tepatnya...

Proses pencarian korban galodo Kecamatan Gunung Talang, Kabuptaen Solok oleh tim SAR. [foto:ist]

Satu Korban Galodo Solok Ditemukan

Selasa, 22/9/26 | 16:08 WIB

Proses pencarian korban galodo Kecamatan Gunung Talang, Kabuptaen Solok oleh tim SAR. Solok, Scientia - Satu orang korban galodo  yang...

Berita Sesudah
Mahyeldi Dapat Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya: Ini Milik Masyarakat Sumbar

Mahyeldi Dapat Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya: Ini Milik Masyarakat Sumbar

POPULER

  • Rumah Dinas Wabup Solok Dibuka untuk Pengungsi, Warga Diminta Hindari Lokasi Rawan

    Rumah Dinas Wabup Solok Dibuka untuk Pengungsi, Warga Diminta Hindari Lokasi Rawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Korban Galodo Solok Ditemukan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wabup Solok Minta Warga Tak Sebarkan Foto Korban Galodo: Duka Dunsanak Kita Bukan Konten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026