Jakarta, Scientia – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, meminta seluruh pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB yang baru dilantik di seluruh Indonesia menjadikan kepengurusan baru sebagai kekuatan nyata untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, bukan sekadar menjalankan roda organisasi.
Pesan itu disampaikan Muhaimin usai melantik pengurus DPC PKB se-Indonesia di Alun-alun Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Rabu malam, 22 Juli 2026.
Dalam pidatonya, Muhaimin menegaskan seluruh elemen PKB harus bergerak sebagai satu kesatuan. Menurut dia, tanggung jawab partai tidak hanya berada di tangan pengurus pusat, tetapi juga dipikul bersama oleh seluruh kader, mulai dari anggota legislatif hingga kepala daerah yang berasal dari PKB.
“Kita adalah satu kesatuan utuh yang di pundak kita menunggu nasib rakyat Indonesia. Rakyat tidak akan kecewa menitipkan harapannya kepada PKB untuk mendapatkan jalan keluar dari berbagai persoalan,” kata Muhaimin.
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu mengatakan pelantikan pengurus baru bukan sekadar pergantian struktur organisasi. Ia menyebut kepengurusan baru harus membawa energi dan semangat baru dalam membangun partai sekaligus melayani masyarakat.
Ia mengungkapkan seluruh pengurus telah melalui proses seleksi yang ketat, termasuk uji kelayakan psikologis. Karena itu, para pengurus diminta membuktikan kualitas kepemimpinan mereka melalui kerja nyata.
“Pengurus baru adalah energi baru, semangat baru. Mereka dipilih bukan asal-asalan, tetapi melalui tahapan seleksi yang sungguh-sungguh sehingga siap secara mental dan jiwa,” ujarnya.
Muhaimin juga menekankan PKB tidak dibangun untuk kepentingan segelintir orang ataupun keluarga tertentu. Menurutnya, sejak awal partai tersebut didirikan oleh para ulama dengan tujuan mengabdi kepada seluruh rakyat Indonesia.
“PKB lahir bukan untuk kelompok tertentu. Dari NU untuk seluruh rakyat Indonesia. Itulah warisan yang harus terus kita jaga,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Muhaimin mengingatkan tantangan bangsa semakin kompleks. Mulai dari dinamika geopolitik dunia, perkembangan teknologi, hingga perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat. Kondisi tersebut, menurut dia, menuntut kader PKB menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat.
Ia juga menaruh harapan besar kepada generasi muda yang kini mulai mengisi berbagai posisi strategis di tubuh PKB. Menurutnya, regenerasi menjadi modal penting untuk melahirkan pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Saya yakin kreativitas anak-anak muda PKB akan menjadi kekuatan besar. Mereka kita siapkan menjadi pemimpin terbaik sesuai dengan kebutuhan zamannya,” ujar Muhaimin.
Cak Imin bahkan menyebut kader PKB harus mampu menunjukkan kapasitas kepemimpinan di berbagai level pemerintahan.
“Kalau ada camat yang tidak becus, insya Allah kalau camatnya dari PKB akan mampu memimpin. Kalau kepala desa tidak becus, kader PKB harus mampu menyelesaikan persoalan rakyat,” katanya.
Menjelang akhir pidatonya, Muhaimin meminta seluruh pengurus DPC terus bergerak dengan inovasi dan kreativitas tanpa berhenti. Ia menegaskan tujuan utama PKB adalah menjadi solusi bagi kehidupan masyarakat.
Pelantikan pengurus DPC PKB se-Indonesia itu juga diwarnai penggunaan pakaian adat dari berbagai daerah. Menurut Muhaimin, hal tersebut menjadi simbol komitmen PKB untuk menjaga akar budaya bangsa sekaligus menatap masa depan Indonesia.
“Teruslah bergerak tanpa henti dengan inovasi dan kreativitas. Jadikan PKB sebagai solusi bagi kehidupan masyarakat. Selamat berjuang dan mengabdi demi Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera,” kata Muhaimin.(yrp)






![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20240910-WA00042_1-350x250.jpg)

![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/04/1001077163-75x75.jpg)
