Kamis, 05/11/26 | 02:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Objek Wisata Batu Malin Kundang Berubah Jadi Kolam Saat Hujan

Sabtu, 20/6/26 | 15:57 WIB

Padang, Scientia – Kondisi objek wisata Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis, Kota Padang, sangat memprihatinkan. Setiap kali hujan lebat mengguyur kawasan tersebut, area wisata yang menjadi ikon legenda Malin Kundang itu tergenang air hingga menutupi sebagian kawasan batu seperti kolam ikan.

Pantauan Scientia.id di lokasi pada Kamis lalu menunjukkan genangan air menutupi sebagian besar area objek wisata. Bahkan, setengah bagian Batu Malin Kundang terlihat terendam. Beberapa bagian ornamen perahu dan susunan batu tampak hanya menyembul di permukaan air, sementara jalur pejalan kaki di sekitarnya tidak terlihat jelas karena terendam. Air menggenang seperti kolam besar dan belum surut meski hujan telah berhenti.

Di latar belakang terlihat dinding pembatas, bangunan kios, serta sejumlah fasilitas wisata yang berada di tepi kawasan. Air yang menggenang tampak tenang dan memantulkan bangunan serta langit di sekitarnya. Kondisi ini menunjukkan area wisata tidak dapat dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mengganggu aktivitas pengunjung, terutama setelah hujan lebat atau saat terjadi genangan di kawasan tersebut.

Dari pengamatan di lapangan, pipa pembuangan air yang seharusnya mengalirkan genangan ke aliran sungai hanya mengeluarkan debit air dalam jumlah kecil. Kondisi itu membuat air bertahan lama di kawasan wisata.

Warga setempat mengaku persoalan tersebut bukan hal baru. Mereka menyebut genangan selalu muncul setiap kali hujan dengan intensitas tinggi dan telah berlangsung sejak tahun 2019.

BACAJUGA

PWI Dharmasraya Matangkan Program Kerja 2027, Jurnalis Masuk Sekolah Jadi Agenda Prioritas

PWI Dharmasraya Matangkan Program Kerja 2027, Jurnalis Masuk Sekolah Jadi Agenda Prioritas

Rabu, 04/11/26 | 22:16 WIB
Perkara Tanah Ulayat 5.000 Hektare Masuk Sidang Ketiga, Penggugat Gugat PT Diteq hingga Pemda

Perkara Tanah Ulayat 5.000 Hektare Masuk Sidang Ketiga, Penggugat Gugat PT Diteq hingga Pemda

Rabu, 04/11/26 | 21:14 WIB

“Kalau hujan lebat pasti tergenang. Biasanya menunggu dua sampai tiga hari baru kering, itu pun kalau cuaca panas terus,” kata seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi.

Menurut warga, buruknya sistem pembuangan air menjadi penyebab utama genangan yang berulang setiap tahun. Mereka menilai infrastruktur yang dibangun tidak mampu mengantisipasi limpahan air hujan dalam jangka panjang.

Warga juga menyayangkan proyek penataan kawasan wisata yang menelan anggaran pemerintah, namun dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan mendasar di lokasi tersebut.

“Kami berharap ada perbaikan serius. Ini objek wisata terkenal di Padang, tetapi setiap hujan malah berubah seperti kolam,” ujarnya.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Air Manis. Selain mengganggu aktivitas wisata, genangan yang bertahan berhari-hari juga berpotensi mempercepat kerusakan fasilitas di kawasan itu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab genangan yang terus berulang maupun langkah perbaikan yang akan dilakukan.(yrp)

Tags: Objek Wisata Batu Malin KundangPantai Air Manis
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Rico Alviano: Perempuan Bangsa Sumbar Harus Berperan di Politik dan Masyarakat

Berita Sesudah

Ketua TP-PKK dan Bupati Solok Tinjau Lokasi Kebakaran, Salurkan Bantuan bagi Korban

Berita Terkait

PWI Dharmasraya Matangkan Program Kerja 2027, Jurnalis Masuk Sekolah Jadi Agenda Prioritas

PWI Dharmasraya Matangkan Program Kerja 2027, Jurnalis Masuk Sekolah Jadi Agenda Prioritas

Rabu, 04/11/26 | 22:16 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan menjadi fokus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Dharmasraya....

Perkara Tanah Ulayat 5.000 Hektare Masuk Sidang Ketiga, Penggugat Gugat PT Diteq hingga Pemda

Perkara Tanah Ulayat 5.000 Hektare Masuk Sidang Ketiga, Penggugat Gugat PT Diteq hingga Pemda

Rabu, 04/11/26 | 21:14 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Penguasaan tanah ulayat seluas sekitar 5.000 hektare di Jao, Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, terus bergulir di meja...

Cegah Penyimpangan Dana Nagari, Kejari Dharmasraya Hadirkan Inovasi PERISAI

Cegah Penyimpangan Dana Nagari, Kejari Dharmasraya Hadirkan Inovasi PERISAI

Rabu, 04/11/26 | 21:10 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Potensi penyimpangan pengelolaan dana nagari hingga persoalan aset yang belum bersertifikat kini menjadi perhatian serius Kejaksaan Negeri...

Sengketa Tanah Ulayat Koto Padang, Termasuk Kawasan Sport Center Dharmasraya, Masuk Tahap Mediasi

Sengketa Tanah Ulayat Koto Padang, Termasuk Kawasan Sport Center Dharmasraya, Masuk Tahap Mediasi

Rabu, 04/11/26 | 19:07 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Sengketa lahan yang diklaim sebagai tanah ulayat masyarakat Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, memasuki...

Bupati Jon Pandu Bawa Paskibraka Kabupaten Solok Masuk ke Istana Negara RI

Bupati Jon Pandu Bawa Paskibraka Kabupaten Solok Masuk ke Istana Negara RI

Rabu, 04/11/26 | 16:20 WIB

Jakarta, Scientia.id – Meski belum berkesempatan mengibarkan Bendera Merah Putih di Istana Negara Republik Indonesia, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka...

Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

Senin, 02/11/26 | 22:11 WIB

Padang, Scientia — Ancaman hujan dengan intensitas sedang hingga lebat membayangi sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada awal November 2026....

Berita Sesudah
Ketua TP-PKK dan Bupati Solok Tinjau Lokasi Kebakaran, Salurkan Bantuan bagi Korban

Ketua TP-PKK dan Bupati Solok Tinjau Lokasi Kebakaran, Salurkan Bantuan bagi Korban

POPULER

  • Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Syafni Nola Putri Sambut Wali Nagari Definitif Aie Dingin, Harapkan Perubahan Setelah Lima Tahun Dipimpin Pj

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PWI Dharmasraya Matangkan Program Kerja 2027, Jurnalis Masuk Sekolah Jadi Agenda Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Pulanglah, Bujang” Karya Hasbunallah Haris dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026