Padang, Scientia – Kondisi objek wisata Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis, Kota Padang, sangat memprihatinkan. Setiap kali hujan lebat mengguyur kawasan tersebut, area wisata yang menjadi ikon legenda Malin Kundang itu tergenang air hingga menutupi sebagian kawasan batu seperti kolam ikan.
Pantauan Scientia.id di lokasi pada Kamis lalu menunjukkan genangan air menutupi sebagian besar area objek wisata. Bahkan, setengah bagian Batu Malin Kundang terlihat terendam. Beberapa bagian ornamen perahu dan susunan batu tampak hanya menyembul di permukaan air, sementara jalur pejalan kaki di sekitarnya tidak terlihat jelas karena terendam. Air menggenang seperti kolam besar dan belum surut meski hujan telah berhenti.
Di latar belakang terlihat dinding pembatas, bangunan kios, serta sejumlah fasilitas wisata yang berada di tepi kawasan. Air yang menggenang tampak tenang dan memantulkan bangunan serta langit di sekitarnya. Kondisi ini menunjukkan area wisata tidak dapat dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mengganggu aktivitas pengunjung, terutama setelah hujan lebat atau saat terjadi genangan di kawasan tersebut.
Dari pengamatan di lapangan, pipa pembuangan air yang seharusnya mengalirkan genangan ke aliran sungai hanya mengeluarkan debit air dalam jumlah kecil. Kondisi itu membuat air bertahan lama di kawasan wisata.
Warga setempat mengaku persoalan tersebut bukan hal baru. Mereka menyebut genangan selalu muncul setiap kali hujan dengan intensitas tinggi dan telah berlangsung sejak tahun 2019.
“Kalau hujan lebat pasti tergenang. Biasanya menunggu dua sampai tiga hari baru kering, itu pun kalau cuaca panas terus,” kata seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi.
Menurut warga, buruknya sistem pembuangan air menjadi penyebab utama genangan yang berulang setiap tahun. Mereka menilai infrastruktur yang dibangun tidak mampu mengantisipasi limpahan air hujan dalam jangka panjang.
Warga juga menyayangkan proyek penataan kawasan wisata yang menelan anggaran pemerintah, namun dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan mendasar di lokasi tersebut.
“Kami berharap ada perbaikan serius. Ini objek wisata terkenal di Padang, tetapi setiap hujan malah berubah seperti kolam,” ujarnya.
Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Air Manis. Selain mengganggu aktivitas wisata, genangan yang bertahan berhari-hari juga berpotensi mempercepat kerusakan fasilitas di kawasan itu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab genangan yang terus berulang maupun langkah perbaikan yang akan dilakukan.(yrp)







![Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman, Firman.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/FB_IMG_1762745279616-350x250.jpg)
