Selasa, 03/11/26 | 01:54 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Anggota Komisi II DPRD Padang Faisal Nasir Minta Pemko Perluas Penerapan Sistem Digital Pengelolaan Pajak dan Retribusi.

Senin, 15/6/26 | 19:54 WIB
Sebagai Anggota Komisi II DPRD Kota Padang  Faisal Nasir, mendorong Pemerintah Kota Padang untuk segera mempercepat digitalisasi sistem pajak dan retribusi daerah guna meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor perparkiran.
Sebagai Anggota Komisi II DPRD Kota Padang Faisal Nasir, mendorong Pemerintah Kota Padang untuk segera mempercepat digitalisasi sistem pajak dan retribusi daerah guna meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor perparkiran.

Padang, Scientia———Sebagai Anggota Komisi II DPRD Kota Padang Faisal Nasir, mendorong Pemerintah Kota Padang untuk segera mempercepat digitalisasi sistem pajak dan retribusi daerah guna meminimalisir kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor perparkiran.

Menurut Faisal, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara pajak dan retribusi.

Ia menjelaskan, pajak merupakan kewajiban yang dibayarkan masyarakat kepada pemerintah sebagai sumber pendapatan daerah, sedangkan retribusi merupakan pungutan atas jasa atau pelayanan yang disediakan oleh pemerintah.

“Retribusi itu berkaitan dengan pelayanan yang diberikan pemerintah. Contohnya, retribusi parkir di badan jalan atau fasilitas umum yang dikelola pemerintah. Sedangkan pajak parkir dikenakan pada lokasi parkir yang berada di area milik swasta seperti pusat perbelanjaan, hotel, restoran, dan kafe,” jelasnya.

Faisal menilai, digitalisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak maupun retribusi daerah.

BACAJUGA

Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

Senin, 02/11/26 | 22:11 WIB
Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Minggu, 01/11/26 | 01:48 WIB

Menurutnya, sistem manual yang masih digunakan saat ini berpotensi menimbulkan penyimpangan dan kebocoran penerimaan daerah.

“Kami telah meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) agar segera memperluas penerapan sistem digital dalam pengelolaan pajak dan retribusi. Selama masih menggunakan sistem manual, peluang kebocoran akan tetap ada,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebagian sektor pajak daerah saat ini telah mulai menerapkan sistem digital, termasuk pada beberapa titik parkir.

Namun, penerapannya dinilai belum maksimal karena masih terdapat transaksi yang dilakukan secara manual.

Sementara itu, untuk retribusi parkir di tepi jalan umum, hingga saat ini belum ada yang sepenuhnya menggunakan sistem digital. Karena itu, DPRD Kota Padang meminta Dinas Perhubungan segera menerapkan sistem pembayaran non-tunai yang terintegrasi dengan sistem pemerintah daerah.

“Kami berharap seluruh transaksi retribusi parkir ke depan dapat dilakukan secara digital atau non-tunai sehingga seluruh penerimaan dapat dipantau secara transparan dan akuntabel,” katanya.

Faisal juga, menyoroti masih lemahnya tata kelola sejumlah titik parkir di Kota Padang. Bahkan, menurutnya, terdapat lokasi parkir yang dikelola oleh beberapa pihak berbeda sehingga berpotensi menimbulkan kebocoran pendapatan daerah.

Untuk itu, ia meminta pemerintah melakukan pendataan ulang seluruh titik parkir sekaligus membangun sistem pengawasan berbasis digital.

Dengan sistem tersebut, setiap transaksi parkir dapat tercatat secara otomatis dan langsung terhubung dengan sistem pengelolaan pendapatan daerah.

“Jika masih mengandalkan cara manual, maka peluang terjadinya pungutan liar dan kebocoran penerimaan daerah akan tetap terbuka. Karena itu, digitalisasi merupakan solusi yang harus segera diwujudkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Faisal menyebutkan sebagian besar PAD Kota Padang saat ini masih ditopang oleh sektor pajak daerah, seperti pajak restoran, rumah makan, reklame, dan pajak air tanah.

Sementara kontribusi pajak parkir dinilai belum terlalu signifikan, namun memiliki potensi besar untuk ditingkatkan melalui pengelolaan yang lebih modern, profesional, dan transparan.

“Dengan sistem yang tertata dan berbasis digital, kita optimistis penerimaan daerah dapat meningkat sekaligus menutup celah kebocoran yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,” pungkasnya. (Ade)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Ketua DPRD Padang Muharlion Minta Wali Kota Padang Berikan BPJS Bagi KSB

Berita Sesudah

Bupati Resmikan Pembangunan Jembatan Aramco Lubuk Karah

Berita Terkait

Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

Senin, 02/11/26 | 22:11 WIB

Padang, Scientia — Ancaman hujan dengan intensitas sedang hingga lebat membayangi sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada awal November 2026....

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Minggu, 01/11/26 | 01:48 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Keberhasilan pendidikan tidak semestinya diukur dari kemampuan seluruh peserta didik mencapai standar yang sama. Setiap anak...

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Minggu, 01/11/26 | 01:32 WIB

Padang, Scientia — Rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan fasilitas dan kecanggihan teknologi untuk meningkatkan pendapatan. Kualitas pelayanan, keselamatan...

Lampu Jalan Padam di Dharmasraya, Reviu BPKP Ada Potensi Ketidakwajaran Proyek

Perkuat Sinergi Hukum, Pemkab Dharmasraya Perpanjang Kerja Sama dengan Kejari

Jumat, 30/10/26 | 20:09 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memperbarui dan memperpanjang kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Dharmasraya, khususnya dalam penanganan dan penyelesaian...

Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

Jumat, 30/10/26 | 20:04 WIB

Padang, Scientia.id - Kebijakan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut wanita kembali menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan...

Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

Kamis, 29/10/26 | 20:11 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mendorong pembangunan infrastruktur di Kecamatan Asam Jujuhan senilai Rp14 Miliar lebih melalui...

Berita Sesudah
Bupati Resmikan Pembangunan Jembatan Aramco Lubuk Karah

Bupati Resmikan Pembangunan Jembatan Aramco Lubuk Karah

POPULER

  • Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komisi V DPRD Sumbar Matangkan Pembahasan Ranperda Keolahragaan 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan dan Kisah Tak Sampai pada “Gadis Kretek”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026