
Dharmasraya, Scientia.id — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Dody Hanggodo, meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat (SR) tahap II di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Rabu (6/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dody menginstruksikan percepatan pembangunan dengan membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Ia menegaskan, proyek ini harus segera rampung agar manfaat pendidikan berkualitas dengan fasilitas yang layak bisa segera dirasakan masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya saat ini telah mencapai sekitar 9 persen.
“Targetnya rampung pada Juni 2026 dan sudah bisa digunakan pada Juli 2026 saat tahun ajaran baru. Untuk mengejar target progres pembangunannya ditargetkan 2 persen perhari,” ujarnya.
Dody Hanggodo berpesan agar satgas percepatan, kontraktor pelaksana, hingga PPK untuk meningkatkan koordinasi dalam bekerjasama untuk mencapai progres harian tersebut.
“Sekarang kita bicara progres harian, tidak bisa bicara progres mingguan,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan rentan sekaligus menyiapkan generasi Indonesia emas tahun 2045.
Sementara itu, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh percepatan pembangunan tersebut. Bahkan, target penyelesaian dipatok lebih spesifik pada 20 Juli 2026.
Menurut Annisa, peran pemerintah daerah sejak awal adalah menyediakan lahan, yang kini telah rampung sehingga pembangunan fisik dapat berjalan. Selain itu, Pemkab juga turut mendukung kebutuhan operasional di lapangan.
“Untuk mengejar target, mereka mendatangkan sekitar 2.000 pekerja. Kita bantu penyediaan tenda, fasilitas, hingga dukungan logistik,” jelasnya.
Ia menambahkan, dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk kepolisian yang turut meminjamkan tenda. Selain itu, ketersediaan bahan baku seperti material galian C hingga pasokan bahan bakar juga telah dikoordinasikan agar pekerjaan berjalan lancar.
Annisa menilai, proyek ini juga berdampak positif terhadap perekonomian lokal karena banyaknya tenaga kerja yang datang dan berbelanja di wilayah Dharmasraya.
Sekolah Rakyat ini nantinya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan, terutama yang berada pada kategori desil 1 hingga desil 4. Meski berlokasi di Dharmasraya, sekolah ini berskala provinsi sehingga dapat diakses oleh siswa dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat
“Ini sekolah gratis untuk masyarakat kurang mampu. Kita harapkan anak-anak kita di Dharmasraya di prioritaskan untuk sekolah ini,” tutupnya. (*)









