Senin, 20/4/26 | 00:02 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah dalam jarak dekat, seperti dari rumah ke kedai di ujung gang. Bahkan untuk jarak yang singkat, sepeda motor lebih sering dipilih daripada melangkah kaki. Pandangan ini kemudian berubah ketika saya kembali menjadi mahasiswa lagi di tempat yang jauh dari rumah.

Di kampus baru ini, berjalan kaki menjadi bagian dari keseharian. Saya biasa berpindah dari asrama ke fakultas, dari perpustakaan ke kantin, hingga antar gedung dengan langkah kaki. Jaraknya cukup jauh dan kadang melelahkan. Namun, dari kebiasaan sederhana itu, saya mulai melihat hal-hal yang sebelumnya jarang saya perhatikan. Perlahan, jalan pun terasa seperti ruang belajar yang tenang.

Di sela langkah itu, saya mulai memperhatikan hal-hal sederhana yang dulu sering terlewat. Daun jatuh, perubahan warna langit, dan orang-orang yang berjalan dengan ritmenya masing-masing. Suasananya tenang, tanpa klakson dan tanpa tergesa-gesa. Langkahnya berulang, tetapi selalu terasa berbeda.

BACAJUGA

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

Yang berubah bukan hanya jarak, tetapi cara saya memandang waktu. Dulu terasa serba cepat, kini lebih lapang. Berjalan kaki mengingatkan saya bahwa tidak semua hal perlu dipercepat. Ada yang justru lebih baik dijalani pelan agar terasa utuh.

Saya sering teringat kebiasaan di kampung. Untuk jarak sekitar seratus meter, saya biasa memilih kendaraan. Kini saya berjalan lebih jauh setiap hari. Bukan karena terpaksa, melainkan karena sudah terbiasa dan mulai menikmatinya.

Berjalan kaki bukan sekadar cara berpindah tempat. Ia menjadi cara sederhana untuk memberi ruang pada diri sendiri. Tanpa suara mesin dan tanpa banyak gangguan, langkah terasa lebih tenang dan pikiran menjadi lebih jernih. Dari situ saya belajar satu hal sederhana. Perjalanan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Justru dari langkah kecil yang dijalani dengan tenang, arah menjadi lebih jelas dan perjalanan terasa lebih berarti.

Pada akhirnya, berjalan kaki mengajarkan saya untuk berdamai dengan ritme yang tidak selalu cepat. Ia tidak menawarkan hasil yang segera, tetapi menghadirkan kesadaran yang perlahan tumbuh. Di setiap langkah yang tampak biasa, ada kesempatan untuk memahami hidup dengan cara yang lebih tenang dan jernih. Mungkin memang demikian adanya, bahwa dalam kesederhanaan langkah, kita justru menemukan arah yang selama ini kita cari tanpa tergesa.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

Berita Sesudah

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Berita Terkait

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Berita Sesudah
Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

POPULER

  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta, Puan: Sistem Pendidikan dan Pasar Kerja Kita Gagal Terkoneksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026