Minggu, 06/9/26 | 21:33 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah dalam jarak dekat, seperti dari rumah ke kedai di ujung gang. Bahkan untuk jarak yang singkat, sepeda motor lebih sering dipilih daripada melangkah kaki. Pandangan ini kemudian berubah ketika saya kembali menjadi mahasiswa lagi di tempat yang jauh dari rumah.

Di kampus baru ini, berjalan kaki menjadi bagian dari keseharian. Saya biasa berpindah dari asrama ke fakultas, dari perpustakaan ke kantin, hingga antar gedung dengan langkah kaki. Jaraknya cukup jauh dan kadang melelahkan. Namun, dari kebiasaan sederhana itu, saya mulai melihat hal-hal yang sebelumnya jarang saya perhatikan. Perlahan, jalan pun terasa seperti ruang belajar yang tenang.

Di sela langkah itu, saya mulai memperhatikan hal-hal sederhana yang dulu sering terlewat. Daun jatuh, perubahan warna langit, dan orang-orang yang berjalan dengan ritmenya masing-masing. Suasananya tenang, tanpa klakson dan tanpa tergesa-gesa. Langkahnya berulang, tetapi selalu terasa berbeda.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

Yang berubah bukan hanya jarak, tetapi cara saya memandang waktu. Dulu terasa serba cepat, kini lebih lapang. Berjalan kaki mengingatkan saya bahwa tidak semua hal perlu dipercepat. Ada yang justru lebih baik dijalani pelan agar terasa utuh.

Saya sering teringat kebiasaan di kampung. Untuk jarak sekitar seratus meter, saya biasa memilih kendaraan. Kini saya berjalan lebih jauh setiap hari. Bukan karena terpaksa, melainkan karena sudah terbiasa dan mulai menikmatinya.

Berjalan kaki bukan sekadar cara berpindah tempat. Ia menjadi cara sederhana untuk memberi ruang pada diri sendiri. Tanpa suara mesin dan tanpa banyak gangguan, langkah terasa lebih tenang dan pikiran menjadi lebih jernih. Dari situ saya belajar satu hal sederhana. Perjalanan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Justru dari langkah kecil yang dijalani dengan tenang, arah menjadi lebih jelas dan perjalanan terasa lebih berarti.

Pada akhirnya, berjalan kaki mengajarkan saya untuk berdamai dengan ritme yang tidak selalu cepat. Ia tidak menawarkan hasil yang segera, tetapi menghadirkan kesadaran yang perlahan tumbuh. Di setiap langkah yang tampak biasa, ada kesempatan untuk memahami hidup dengan cara yang lebih tenang dan jernih. Mungkin memang demikian adanya, bahwa dalam kesederhanaan langkah, kita justru menemukan arah yang selama ini kita cari tanpa tergesa.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cetak Generasi Emas Sawit, 114 Pemuda Dharmasraya Ikuti Sosialisasi Beasiswa SDM Perkebunan

Berita Sesudah

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Berita Sesudah
Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran,  hadiri Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Tahun 2026, di Hotel Truntum, Jumat (4/9).

    Walikota Padang Apresiasi Pembukaan Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Tahun 2026.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Pintar, Cerdas, Pandai, Cakap, Cerdik, dan Mahir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yusri Latif Makan Bajamba di Luar Dapil, Sebut Dirinya Wakil Seluruh Warga Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kesantunan Berbahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Hierarki Satuan Kebahasaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026