Padang, Scientia – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel yang baru beroperasi di kawasan Sitinjau Lauik, Kota Padang, Rabu (25/3/). Kehadiran BTS ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas sekaligus mendukung keselamatan di salah satu jalur paling rawan di Sumbar.
Sitinjau Lauik merupakan akses utama keluar-masuk Kota Padang yang dikenal memiliki medan ekstrem dan tingkat kecelakaan yang cukup tinggi. Selama ini, keterbatasan jaringan komunikasi di kawasan tersebut kerap menjadi kendala, terutama saat terjadi kondisi darurat.
Mahyeldi mengatakan, operasional BTS tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat terhadap akses komunikasi yang andal di kawasan strategis.
“Dengan hadirnya BTS ini, komunikasi di Sitinjau Lauik menjadi jauh lebih lancar. Informasi yang sebelumnya sulit disampaikan, kini bisa dikomunikasikan dengan cepat, terutama saat kondisi darurat,” kata Mahyeldi.
Menurut dia, BTS yang dibangun melalui kolaborasi dengan PT Telkomsel itu sudah menunjukkan dampak positif. Berdasarkan data sementara, sekitar 1.000 pengguna memanfaatkan jaringan tersebut setiap hari, dengan kualitas sinyal yang stabil dan jangkauan hingga radius lima kilometer.
Mahyeldi menilai, keberadaan BTS tidak hanya berdampak pada peningkatan layanan telekomunikasi, tetapi juga berkontribusi terhadap aspek sosial, khususnya dalam mendukung keselamatan pengguna jalan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada Telkomsel. Ini bukan hanya soal jaringan, tetapi juga tentang keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan pemangku kepentingan diminta ikut mengawasi keberadaan BTS yang berada di kawasan Taman Raya Bung Hatta itu.
“Ini fasilitas penting. Kita harus jaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” kata Mahyeldi.
Sementara itu, Asisten Manajer Telkomsel, Rosady, mengatakan BTS Sitinjau Lauik telah resmi beroperasi sejak 18 Maret 2026, menjelang Idulfitri. Kehadiran BTS ini merupakan hasil sinergi antara Telkomsel dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Dari pemantauan kami, sekitar 1.000 pengguna terlayani setiap hari di kawasan ini. Ini menunjukkan tingginya mobilitas dan pentingnya jaringan komunikasi yang andal di Sitinjau Lauik,” ujar Rosady.
Ia menambahkan, Telkomsel berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat, khususnya di jalur-jalur strategis.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Administrasi Pimpinan, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Barat, perwakilan PT Telkomsel, serta Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Barat.(yrp)







