
Dharmasraya, Scientia.id – Petani jagung Nagari Sipangkur, Kecamatan Tiumang, Arif Gumensa, melaksanakan panen jagung di lahan seluas kurang lebih dua hektar dengan hasil mencapai sekitar 13 ton.
Arif Gumensa yang juga menjabat sebagai Wali Nagari Sipangkur menyampaikan bahwa budidaya jagung memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.
Menurut Presidium KAHMI Dharmasraya ini, komoditas jagung sangat menjanjikan apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
“Menanam jagung sangat potensial untuk menambah penghasilan. Apalagi jika dikelola dengan baik, hasilnya cukup menjanjikan,” ujarnya, Jumat (27/2//2026).
Kader Ansor ini juga mendorong generasi muda untuk memanfaatkan lahan tidur yang masih banyak tersedia di wilayah nagari. Dengan menanam jagung, lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Program budidaya jagung ini juga sejalan dengan program Bupati Kabupaten Dharmasraya melalui program One Village Product, sebagai bentuk hilirisasi jagung untuk kebutuhan pakan ayam.
“Melalui program tersebut, jagung tidak hanya dijual sebagai hasil panen mentah, tetapi juga diarahkan untuk mendukung sektor peternakan,” ungkapnya.
Saat ini, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan bibit jagung kepada para petani dengan merek Pioner guna meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil panen.
Arif Gumensa turut membagikan pengalamannya sebagai petani jagung, termasuk tantangan yang pernah dihadapi seperti kegagalan panen akibat musim kemarau. Namun, ia mengaku hal tersebut menjadi pembelajaran berharga dalam mengelola pertanian agar lebih siap menghadapi perubahan cuaca.
Baca Juga: Perusahaan Bungkam, BKD Dharmasraya Buru Pajak Galian C PT TKA demi PAD
Dengan adanya dukungan pemerintah dan semangat para petani, diharapkan sektor pertanian jagung di Nagari Sipangkur semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. (tnl)









