Sabtu, 11/4/26 | 04:26 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Minggu, 22/2/26 | 20:10 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi
(Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)


“Bahasa membentuk cara manusia melihat, menafsirkan, dan memahami dunia.”
— Benjamin Lee Whorf dalam Language, Thought, and Reality (1956)

Banyak orang yang beranggapan bahwa mempelajari bahasa itu merupakan kegiatan yang sia-sia, padahal bahasa memainkan peranan penting dalam kehidupan manusia. Dengan bahasa, manusia bisa saling berkomunikasi satu dengan lainnya yang melahirkan berbagai macam gagasan dan ide yang mengubah dunia. Selain penting untuk dipelajari, bahasa juga menyenangkan untuk didalami lebih lanjut, apalagi melihat banyak fenomena kebahasaan yang unik di negara Indonesia.

BACAJUGA

Batu dan Zaman

Lebih dari Ego: Membaca Bawang Merah Bawang Putih melalui Psikoanalisis

Minggu, 05/4/26 | 11:04 WIB
Puisi-puisi M. Subarkah

Konfigurasi Makna Leksikal dan Kontekstual Kata “Siap” dalam Kajian Semantik

Minggu, 05/4/26 | 10:54 WIB

Orang Indonesia sangat gemar untuk menyingkat kata-kata sehingga fenomena ini melahirkan ragam dan variasi bahasa dalam bahasa Indonesia. Penyingkatan tersebut banyak muncul di dalam percakapan atau teks tidak formal seperti dalam media sosial, namun singkatan juga muncul dalam tulisan-tulisan ilmiah dan formal. Fenomena ini dalam ilmu lingusitik disebut abreviasi.

Abreviasi adalah cabang ilmu dalam morfologi yang mempelajari proses-proses pemendekan kata atau gabungan kata yang menghasilkan kata baru. Kridalaksana (2009: 155) menyebut abreviasi dengan istilah lain seperti pemendekan. Abreviasi terbagi dalam beberapa jenis, yaitu singkatan, penggalan, akronim, kontraksi dan lambang huruf (Kridalaksana, 2009: 156). Abreviasi banyak digunakan dalam bahasa indonesia, baik dalam tulisan formal maupun tidak formal. Salah satu tulisan formal yang terdapat banyak abreviasi yaitu dokumen perjanjian kinerja damkar kabupaten bengkalis tahun 2025 yang bisa diakses di laman https://ppid.bengkaliskab.go.id. Adapun jenis-jenis abreviasi yang terdapat dalam dokumen tersebut beserta contohnya akan dibahas lebih lanjut dalam tulisan ini.

Pertama adalah singkatan. Menurut Kridalaksana (2009: 156), singkatan adalah jenis abreviasi berupa huruf atau gabungan huruf yang dieja huruf demi huruf, contohnya yaitu kata “KKN” yang merupakan singkatan dari Kuliah Kerja Nyata yang dalam penyebutannya dieja per huruf yaitu K-K-N (dilafalkan /ka/, /ka/, /en/  dalam kaidah fonotaktik). Dalam dokumen perjanjian tersebut, beberapa contoh penerapan singkatan terdapat dalam berbagai kata seperti pada kata ASN ( Aparatur Sipil Negara) dan SPI (Survey Penilaian Integritas) pada halaman kedua serta pada kata SDM (Sumber Daya Alam) pada halaman keempat dokumen tersebut.

Selanjutnya, penggalan. Penggalan adalah jenis abreviasi yang mengekalkan (mempertahankan) salah satu leksem atau kata (Kridalaksana, 2009: 156), contohnya pada kata “pak” yang merupakan hasil pemekalan dari kata “bapak” yang masih mempertahankan kata “pak”, sedangkan kata “ba” dihilangkan. Beberapa contoh penerapan penggalan dalam dokumen perjanjian tersebut yaitu dalam kata “NO” yang terdapat di dalam tabel-tabel dokumen tersebut untuk menunjukkan urutan penomoran tabel-tabel tersebut. . Kata “NO” merupakan pemekalan dari kata “Nomor”. Dalam hal ini, kata “mor” dihilangkan dan menyisakan kata “NO” dari kata “nomor”.

Berikutnya, akronim. Akronim adalah jenis abreviasi yang menggabungkan dua leksem/kata atau lebih yang dilafalkan sebagai sebuah kata (Kridalaksana, 2009: 156). Contohnya seperti pada kata POLRI (Polisi Republik Indonesia) yang jika dilafalkan dalam kaidah fonotaktik yaitu /polri/ seperti sebuah kata, bukan per huruf seperti /pe/, /o/, /el/, /er/, /i/. Contoh penerapan Akronim dalam dokumen tersebut terdapat dalam kata SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) pada halaman 4 yang dibaca /sakip/  dan bukan /es/, /a/, /ka/, /i/, /pe/.

Seterusnya, kontraksi. Kontraksi adalah  jenis abreviasi yang meringkas suatu kata dasar atau gabungan kata (Kridalaksana, 2009: 156). Contohnya kata “tak” dari “tidak”, kata “sendratari” dari “seni, drama, dan tari”, dan kata “rudal” dari “peluru kendali”. Dalam dokumen tersebut, tidak ditemukan contoh kata yang termasuk ke dalam kontraksi.

Kontraksi dalam dokumen resmi sangat jarang sekali muncul dalam dokumen resmi seperti dalam dokumen perjanjian kinerja damkar kabupaten bengkalis tahun 2025 ini. Hal ini disebabkan karena dokumen resmi menggunakan bahasa yang baku karena sifatnya yang resmi dan tidak menimbulkan ambiguitas. Kontraksi lebih sering muncul dalam tulisan yang santai seperti karya sastra (prosa,puisi, dan drama), tulisan opini, dan tulisan-tulisan santai lainnya yang tidak bersifat resmi, formal dan ilmiah.

Terakhir, lambang huruf. Lambang huruf adalah jenis abreviasi yang menghasilkan satu  atau lebih huruf yang menggambarkan atau melambangkan suatu konsep dasar kuantitas, satuan, maupun unsur (Kridalaksana, 2009: 157). Contohnya yaitu”gr” (gram) yang melambangkan satuan berat dan “v” (volt) yang melambangkan satuan tegangan listrik. Dalam dokumen tersebut, penerapan lambang huruf yaitu pada “Rp” (rupiah) yang melambangkan mata uang negara Indonesia. Lambang tersebut banyak muncul di dalam dokumen tersebut dan selalu beriringan dengan angka untuk menekankan kuantitas anggaran dari kegiatan yang dirancang. Contohnya pada halaman 4 dalam dokumen tersebut pada nomor 4, kegiatannya yaitu “Administrasi Kepegawaian Perangkat Daerah” dan anggaran kegiatannya yaitu sebesar Rp 104.408.000.

Fenomena abreviasi dalam dokumen perjanjian kinerja damkar kabupaten bengkalis tahun 2025 sangat menarik untuk dibahas, memperlihatkan bahwa bahasa bukan merupakan sebuah ilmu yang membosankan dan sia-sia, namun juga seru dan penting untuk dipelajari. Dengan memahami bahasa lebih mendalam, kita dapat menyadari bahwa bahasa itu merupakan representasi memori dan sejarah budaya peradaban bangsa kita sehingga sangat penting bagi kita para penerus bangsa untuk tetap terus menjaga dan melestarikan bahasa, terutama bahasa Indonesia.

Tags: #Muhammad Zakwan Rizaldi
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Memaknai Ulang Arti Kata Pensiun

Berita Sesudah

Gubernur Sumbar Serahkan Bedah Rumah Rp25 Juta di Solok

Berita Terkait

Batu dan Zaman

Lebih dari Ego: Membaca Bawang Merah Bawang Putih melalui Psikoanalisis

Minggu, 05/4/26 | 11:04 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Cerita Bawang Merah Bawang Putih dalam antologi berjudul...

Puisi-puisi M. Subarkah

Konfigurasi Makna Leksikal dan Kontekstual Kata “Siap” dalam Kajian Semantik

Minggu, 05/4/26 | 10:54 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)    Bahasa merupakan sistem tanda yang tidak hanya berfungsi sebagai...

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Minggu, 29/3/26 | 15:18 WIB

Oleh: Naura Aziza Cahyani (Mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan Universitas Andalas)   Universitas Andalas (UNAND) merupakan salah satu universitas tertua di...

Identitas Lokal dalam Buku Puisi “Hantu Padang” Karya Esha Tegar

Penafsiran Analogi dan Lokalitas dalam Wacana di Media Sosial

Minggu, 29/3/26 | 14:53 WIB

Oleh: Sabina Yonandar (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Media sosial menjadi salah satu cara yang sangat mudah...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Macam Rasa di dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 29/3/26 | 14:32 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Belakangan ini, di...

Kriteria Pemimpin 3P (Palapau, Pasurau, dan Pagurau) di Minangkabau

Kriteria Pemimpin 3P (Palapau, Pasurau, dan Pagurau) di Minangkabau

Minggu, 15/3/26 | 15:41 WIB

‎Oleh: Alfan Raseva (Ketua Ketua Taruna Nagari Aie Tajun, Kecamatan Lubuk Alung)   Kepemimpinan dalam kacamata Minangkabau adalah perpaduan antara...

Berita Sesudah
Gubernur Sumbar Serahkan Bedah Rumah Rp25 Juta di Solok

Gubernur Sumbar Serahkan Bedah Rumah Rp25 Juta di Solok

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026