Kamis, 12/2/26 | 11:56 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home EKONOMI

Kemenag Siapkan 2.124 Titik Pemberdayaan Zakat-Wakaf

Kamis, 12/2/26 | 08:07 WIB

Jakarta, Scientia.id  – Upaya memperkuat peran zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat terus didorong Kementerian Agama. Melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam), pemerintah menyiapkan pengembangan ribuan titik pemberdayaan zakat dan wakaf yang akan dilaksanakan secara kolaboratif mulai 2026.

Program tersebut mencakup pengembangan 1.000 Kampung Zakat, 1.000 titik Pemberdayaan Ekonomi Umat berbasis Kantor Urusan Agama (KUA), 100 Inkubasi Wakaf Produktif (IWP), serta 24 Kota Wakaf. Seluruh inisiatif ini dirancang untuk mendorong pengelolaan dana sosial keagamaan yang produktif dan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memastikan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) tidak berhenti pada aspek pemahaman normatif, tetapi benar-benar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

BACAJUGA

Wajib Halal Berlaku 2026, Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem

Wajib Halal Berlaku 2026, Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem

Selasa, 27/1/26 | 09:24 WIB
Meriah! “Tepuk Sakinah” di Pameran KIP 2025, Bikin Booth Kemenag Jadi Pusat Perhatian

Meriah! “Tepuk Sakinah” di Pameran KIP 2025, Bikin Booth Kemenag Jadi Pusat Perhatian

Rabu, 15/10/25 | 07:01 WIB

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Sinergi Indonesia Berdaya: Mendampakkan Zakat-Wakaf untuk Kesejahteraan Umat dan Kemakmuran Bumi di Jakarta, Rabu (11/2/2026). Menurutnya, penguatan ZISWAF merupakan wujud implementasi ajaran Al-Qur’an dan hadis tentang kewajiban berbagi dan kepedulian sosial.

“Yang kita kejar bukan sekadar wacana. Kita ingin perintah zakat itu hidup dalam praktik. Dana ZISWAF harus mampu mengangkat mustahik agar lebih berdaya, bahkan bertransformasi menjadi muzakki,” ujar Abu Rokhmad.

Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, Ditjen Bimas Islam akan membentuk Task Force Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Tim ini bertugas mengawal sinergi lintas lembaga agar perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program terintegrasi dan terukur.

Selain memperluas Kampung Zakat, Ditjen Bimas Islam juga menyiapkan pengembangan 24 titik Kota Wakaf serta 10 titik irisan antara Program Kota Wakaf dan IWP. Skema ini diarahkan agar wakaf dapat menjadi sumber pendanaan sosial jangka panjang yang menopang pembangunan ekonomi umat secara sistematis.

Kampung Zakat akan diperkuat dengan pendekatan berbasis KUA. Kantor KUA tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan keagamaan, tetapi juga menjadi simpul pemberdayaan ekonomi di tingkat kecamatan. Melalui model ini, layanan keagamaan dan program sosial-ekonomi diharapkan dapat terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Abu Rokhmad menilai, di tengah keterbatasan anggaran negara, dana sosial keagamaan memiliki potensi besar sebagai alternatif pendanaan pembangunan sosial. Karena itu, setiap program harus dirancang berbasis data yang valid dan dapat diverifikasi.

“Pendanaan sosial keagamaan kini menjadi kekuatan baru. Tanpa data yang akurat, program berisiko tidak tepat sasaran. Maka dari perencanaan hingga evaluasi, semuanya harus terukur dan transparan,” tegasnya.

Dalam implementasinya, Ditjen Bimas Islam akan memperkuat kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, termasuk untuk menjangkau wilayah perbatasan.

“Kita ingin manfaat ZISWAF makin luas. Dana yang dihimpun harus berputar dengan baik agar melahirkan muzakki-muzakki baru. Ini investasi sosial: menanam hari ini untuk kesejahteraan di masa depan,” pungkas Abu Rokhmad.

Baca Juga: Kapan Awal Ramadan 1447 H, Ini Kata Kemenag

Melalui rangkaian program tersebut, Kementerian Agama berharap ekosistem ZISWAF semakin kokoh sebagai pilar pemberdayaan umat dan penguatan solidaritas sosial menuju masyarakat yang mandiri dan sejahtera. (*)

Tags: KemenagZakat
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Protes Bau Limbah PT DL, Warga Koto Padang Tagih Solusi DLH

Berita Terkait

Wajib Halal Berlaku 2026, Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem

Wajib Halal Berlaku 2026, Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem

Selasa, 27/1/26 | 09:24 WIB

Jakarta, Scientia.id - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem halal nasional dengan menetapkan 17 Oktober 2026 sebagai tenggat pemberlakuan kewajiban...

Update Harga Emas Antam 24 Karat 24 Juli 2025: Turun Rp 25.000

Harga Emas Antam Anjlok Tajam, Sentuh Level Terendah Sejak Awal November

Selasa, 18/11/25 | 12:04 WIB

Jakarta, Scientia.id - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk kembali merosot pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Berdasarkan data...

Menuai Cuan di ‘Kolam Susu’, Membagi Keadilan untuk Anak Cucu

Sabtu, 08/11/25 | 23:58 WIB

  Pengelola Koperasi Kepiting Merah Putih, Alghani Perdana Arsyadi sumringah usai memanen kepiting bakau pada Sabtu (8/11/25) usai penggemukan dengan...

Ekonomi Biru Koperasi Kepiting Merah Putih

Ekonomi Biru Koperasi Kepiting Merah Putih

Sabtu, 08/11/25 | 22:26 WIB

Pengelola Koperasi Kepiting Merah Putih, Alghani Perdana Arsyadi mencek pertumbuhan kepiting bakau pada Sabtu (8/11/25) di Kelurahan Siteba, Kota Padang....

Wakil Wali Kota Bukittinggi Tinjau Pasar Bawah, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

Wakil Wali Kota Bukittinggi Tinjau Pasar Bawah, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

Rabu, 29/10/25 | 06:12 WIB

Bukittinggi, Scientia.id - Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bukittinggi, melaksanakan kegiatan di...

Update Harga Emas Antam 24 Karat 24 Juli 2025: Turun Rp 25.000

Drastis! Harga Emas Antam Turun Rp177 Ribu per Gram

Kamis, 23/10/25 | 05:41 WIB

Jakarta, Scientia.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan tajam pada Rabu (22/10/2025). Mengutip situs...

POPULER

  • Wabah

    Wabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Protes Bau Limbah PT DL, Warga Koto Padang Tagih Solusi DLH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Analisis Wacana dan Analisis Wacana Kritis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Dharmasraya Kawal Penilaian Kepatuhan PT TKA Terkait Kebun Plasma Masyarakat Adat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024