Kamis, 05/3/26 | 16:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Dialog dengan Seniman Sumbar, Menteri Kebudayaan Dorong Penguatan Ekosistem Seni Rupa dan Warisan Budaya Rentan Bencana

Senin, 29/12/25 | 10:01 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama seniman, perupa, peneliti dan budayawan Sumatera Barat di Aie Angek Cottage (Foto: Ist)
Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama seniman, perupa, peneliti dan budayawan Sumatera Barat di Aie Angek Cottage (Foto: Ist)

Padang Panjang, Scientia.id — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, berdialog langsung dengan seniman, perupa dan pegiat budaya Sumatera Barat (Sumbar) guna menyerap aspirasi terkait pengembangan seni rupa serta perlindungan warisan budaya yang rentan terdampak bencana. Dialog tersebut berlangsung di Aie Angek Cottage, Padang Panjang, Selasa (24/12/2025) lalu, di sela kunjungan kerja Menteri Kebudayaan ke sejumlah lokasi terdampak bencana di Sumbar.

Dalam pertemuan tersebut, para seniman menyampaikan beragam persoalan yang hingga kini masih dihadapi di daerah. Mulai dari polemik pembangunan fasilitas kebudayaan yang terhenti, keterbatasan ruang pertunjukan dan galeri seni, hingga minimnya dukungan berkelanjutan terhadap ekosistem seni rupa. Para peserta dialog menegaskan bahwa kualitas seni rupa Sumatera Barat setara dengan daerah lain di tingkat nasional, namun belum didukung oleh infrastruktur yang memadai.

Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, M. Devid, menyampaikan bahwa pembangunan gedung Taman Budaya Sumbar perlu segera dilanjutkan setelah terhenti selama beberapa tahun terakhir. Terhentinya pembangunan tersebut berdampak langsung pada aktivitas berkesenian dan kebudayaan yang sebelumnya rutin digelar.

“Sekarang para seniman dan budayawan kebingungan mau berkegiatan di mana karena ruangnya tidak tersedia,” ujar Devid di hadapan Menteri Kebudayaan.

BACAJUGA

Forbisda HIPMI Sumbar Bahas Akselerasi UMKM, Wako Fadly Amran Paparkan Strategi Padang Naik Kelas

Forbisda HIPMI Sumbar Bahas Akselerasi UMKM, Wako Fadly Amran Paparkan Strategi Padang Naik Kelas

Jumat, 14/11/25 | 10:27 WIB
Festival Tambua Tansa, Wabup Agam Ajak Warga Teguhkan Kecintaan Budaya Minang

Festival Tambua Tansa, Wabup Agam Ajak Warga Teguhkan Kecintaan Budaya Minang

Senin, 06/10/25 | 06:01 WIB

Ia menambahkan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah penyelesaian ruang pertunjukan representatif yang mampu menampung sekitar 150 hingga 200 penonton. Selama ini, kegiatan seni dilaksanakan di lantai IV Gedung A Taman Budaya atau memanfaatkan ruang galeri dan ruangan yang tidak dirancang khusus untuk pertunjukan.

Senada dengan itu, maestro lukis Sumatera Barat, Hamzah, meminta perhatian pemerintah pusat terhadap minimnya ruang pameran seni rupa di Sumbar. Menurutnya, Sumatera Barat memiliki banyak pelukis dan perupa andal di tingkat nasional, namun belum didukung oleh sarana pameran yang layak.

“Sumatera Barat kekurangan ruang pameran yang representatif untuk lukisan, patung, instalasi, dan karya seni rupa lainnya. Padahal kita punya potensi besar. Kita bisa seperti Yogyakarta, Bali, atau Surabaya, asalkan didukung sarana dan prasarana,” ujar Hamzah, yang juga dosen ISI Padang Panjang dan pendiri Komunitas Tambo Art.

Kurator Komunitas Seni Belanak, Iswandi, menambahkan perlunya penyelenggaraan agenda seni berskala besar di Sumbar, seperti ArtJog di Yogyakarta. Ia mengusulkan agar nama-nama besar perupa Minangkabau, diangkat menjadi tema utama event seni rupa berskala nasional di Ranah Minang.

“Kita punya tokoh besar dalam sejarah seni lukis Indonesia. Nama mereka layak diangkat menjadi event besar yang berkelanjutan,” katanya.

Selain persoalan seni rupa, dialog juga menyoroti kondisi manuskrip dan naskah kuno Minangkabau yang banyak tersimpan di surau-surau tua, terutama di kawasan tepi sungai yang rawan bencana. Para pegiat budaya menilai bahwa meskipun pendataan, digitalisasi, dan penyusunan metadata telah dilakukan, perlindungan fisik manuskrip dan relokasi tempat penyimpanan masih menjadi kebutuhan mendesak.

“Manuskrip ini telah berusia ratusan tahun dan sudah lama berada dalam kondisi terancam. Tanpa perlindungan fisik dan relokasi yang memadai, kita berisiko kehilangan warisan budaya yang sangat penting,” ujar pakar kajian manuskrip, Prof. Pramono.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pemajuan kebudayaan di daerah, termasuk penguatan pada pembangunan sarana dan prasarana pendukung kegiatan. Selain itu, Fadli Zon juga meminta para seniman untuk memanfaatkan penggunaan Dana Indonesiana sebagai instrumen pendanaan kebudayaan.

“Pemerintah telah menyiapkan Dana Indonesiana untuk mendukung ekosistem kebudayaan, termasuk seni rupa, manuskrip, dan kegiatan budaya di daerah. Dana ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seniman dan komunitas budaya,” ujar Fadli.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pemajuan kebudayaan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, serta komunitas budaya menjadi kunci agar program dan pendanaan kebudayaan benar-benar berdampak.

“Pemajuan kebudayaan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi agar dukungan kebijakan dan pendanaan tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dialog tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Direktur Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan Feri Arlius; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumbar Nurmatias; Kepala Taman Budaya Sumbar M. Devid; Kepala Galeri Taman Budaya Sumbar; Kurator Komunitas Seni Belanak Iswandi; budayawan Mak Katik; Prof. Pramono; Kurator Galeri Nasional Dio Pamola; Penulis dan Peneliti budaya Ramono Aryo; serta perwakilan Komunitas Tambo Art dan para seniman, budayawan, serta sastrawan se-Sumatera Barat.

Baca Juga: Gempuran Hiburan Modern, Dendang Saluang Kian Terlupakan

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan penting dalam penguatan kebijakan pemajuan kebudayaan, khususnya di daerah, agar seni rupa dan warisan budaya Sumatera Barat dapat berkembang dan berkontribusi lebih luas di tingkat nasional.(*/ram)

Tags: BudayaMenteri KebudayaanRamono Aryo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Problematika Penulisan Kata Majemuk

Berita Sesudah

Jelang Tahun Baru Seluruh Jajaran Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Keamanan Masyarakat

Berita Terkait

Wali Kota Padang Fadly Amran, mengungkapkan rasa syukur atas meningkatnya partisipasi peserta didik dalam kegiatan Subuh Mubarakah, salah satu aktivasi Program Unggulan (Progul) Smart Surau di Kota Padang.

Wali Kota Padang Safari Ramadhan ke Mesjid Darul Falah Koto Tuo

Kamis, 05/3/26 | 14:51 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran, mengungkapkan rasa syukur atas meningkatnya partisipasi peserta didik dalam kegiatan Subuh Mubarakah, salah satu aktivasi...

Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia bersama Artha Graha Peduli memberikan santunan kepada masyarakat Kota Padang yang terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu.

Wali Kota Padang Terimakasih Santunan dari DMSI dan Artha Graha Peduli Pada Korban Bencana Hidrometeorologi

Kamis, 05/3/26 | 14:46 WIB

Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia bersama Artha Graha Peduli memberikan santunan kepada masyarakat Kota Padang yang terdampak bencana hidrometeorologi...

Wali Kota Padang Terima Bantuan dari DMDI dan Artha Graha Pada Korban Bencana Hidrometeorologi

Kamis, 05/3/26 | 14:29 WIB

Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia bersama Artha Graha Peduli memberikan, santunan kepada masyarakat Kota Padang yang terdampak bencana hidrometeorologi...

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, dalam kunjungan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, di Masjid Nurul Ishlah Taruko Permai IV, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (1/3/2026).(Foto:Ist)

Wawako Padang Apresiasi Kunjungan Safari Ramadhan Wagub Sumbar ke Mesjid Nurul Ishlah Taruko Permai IV Bungo Pasang

Kamis, 05/3/26 | 14:19 WIB

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, dalam kunjungan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi...

Pemko Padang Komitmen   Memperkuat Pendidikan Karakter Berbasis Agama

Pemko Padang Komitmen Memperkuat Pendidikan Karakter Berbasis Agama

Kamis, 05/3/26 | 14:11 WIB

Wali Kota Padang Fadli Amran apresiasi pendidikan karakter beragama PADANG, Scientia---- - Wali Kota Padang Fadly Amran, menegaskan komitmen Pemerintah...

Wali Kota Padang Fadly Amran secara resmi, membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Padang Tahun 2027, di Aula Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (2/3/2025).(Foto:Ist)

Wali Kota Padang Resmikan Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD Tahun 2027

Kamis, 05/3/26 | 14:04 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran secara resmi, membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota...

Berita Sesudah
Wali Kota Padang Fadly Amran, memimpin Apel Gelar Pasukan Pasca Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, di Lapangan Mako Satpol PP Kota Padang, Senin (29/12).(Foto:Ist)

Jelang Tahun Baru Seluruh Jajaran Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Keamanan Masyarakat

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kopula Adalah, Merupakan dan Partikel Ialah, Yakni, Yaitu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024