Sabtu, 06/6/26 | 20:57 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Cantik Sesaat, Derita Berkepanjangan: Ade Rezki Ingatkan Bahaya Produk Instan

Jumat, 17/10/25 | 00:37 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama saat memberikan sambutan dalam kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi di Kayu Tanam. Kamis, (16/10) [foto : sci/yrp]
Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama saat memberikan sambutan dalam kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi di Kayu Tanam. Kamis, (16/10) [foto : sci/yrp]
Kayu Tanam, Scientia – Fenomena maraknya obat-obatan dan kosmetik tanpa standar kesehatan yang beredar di pasaran kini menjadi perhatian serius Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama. Ia menilai, kehadiran produk-produk instan yang menawarkan hasil cepat dengan harga murah justru mengancam keselamatan konsumen.

“Tidak bisa dipungkiri, saat ini banyak masyarakat yang tergoda pada sesuatu yang instan. Mereka menilai bahwa sesuatu yang digunakan itu harus memperlihatkan dampak yang sangat cepat. Padahal, itu sangat merugikan diri sendiri,” ujar Ade Rezki dalam kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) di Kayu Tanam, Kamis (16/10).

Menurutnya, bahaya produk tanpa standar kesehatan itu tidak langsung dirasakan. Efeknya muncul perlahan, mulai dari iritasi ringan hingga penyakit kronis seperti kanker.

“Kita memang merasakan efek awal yang dihasilkan adalah positif. Tetapi lama kelamaan akan menjadi negatif. Kalau sudah begitu, yang rugi kan diri kita sendiri, sudah keluar biaya untuk beli produk, lalu keluar biaya lagi untuk berobat,” katanya.

BACAJUGA

Ade Rezki Bawa Bantuan Sanitasi Rp100 Juta ke Pariaman, RS Sadikin Segera Dapat NICU-PICU

Ade Rezki Bawa Bantuan Sanitasi Rp100 Juta ke Pariaman, RS Sadikin Segera Dapat NICU-PICU

Sabtu, 06/6/26 | 18:36 WIB
Ade Rezki Ingatkan Bahaya Produk Instan, Masyarakat Diminta Cermat Pilih Obat dan Kosmetik

Ade Rezki Ingatkan Bahaya Produk Instan, Masyarakat Diminta Cermat Pilih Obat dan Kosmetik

Sabtu, 06/6/26 | 16:21 WIB

Ade menegaskan, masyarakat harus lebih teliti dan kritis dalam memilih produk yang akan digunakan pada tubuh. Di tengah gempuran promosi digital dan tren kecantikan instan, masyarakat perlu memastikan keamanan produk dengan memperhatikan izin edar dan label kesehatan resmi.

“Kita bersama BPOM terus berupaya untuk mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh efek instan produk. Ini tanggung jawab bersama dalam menjaga kesehatan,” tegasnya.

Politisi muda asal Sumatera Barat itu juga mengingatkan bahwa kecantikan dan kesehatan sejati tidak bisa dicapai secara instan. Ia mengajak masyarakat untuk lebih sabar dalam merawat diri, serta tidak mudah tergoda oleh produk yang menawarkan hasil cepat.

“Mari kita pelan-pelan menjaga diri, karena kesehatan itu sangat mahal dan tidak bisa dibeli. Kalau dulu pernah terjebak oleh produk-produk yang menggoda, sekarang saatnya kita nyatakan: cukup sudah,” ujarnya.

Senada, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Suhendri, menegaskan bahwa peredaran obat dan kosmetik ilegal masih sangat marak, baik secara langsung maupun daring. Ia mendorong masyarakat untuk menerapkan kebiasaan cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa (KLIK) sebelum membeli produk apapun.

“Tidak hanya berhenti di situ saja. Terkadang memang ada produk yang memiliki izin, tapi belum tentu cocok untuk tubuh kita. Jadi, masyarakat perlu cermat dan memahami kondisi tubuhnya sendiri,” kata Suhendri.

Pesan Ade Rezki dan BPOM Padang ini menjadi pengingat penting di tengah derasnya arus tren kecantikan modern. Bahwa di balik iming-iming “hasil cepat”, ada konsekuensi jangka panjang yang bisa menggerogoti kesehatan. Seperti yang diingatkan Ade bahwa Kesehatan adalah investasi terbesar yang tidak bisa diganti.(yrp)

Tags: Ade Rezki PratamaBBPOM di Padangefek kecantikan instan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dinas Perpustakaan Bukittinggi Kenalkan Dunia Jurnalistik kepada Pelajar SD

Berita Sesudah

Agam Gandeng BPOM Pastikan Kelayakan MBG

Berita Terkait

Ade Rezki Bawa Bantuan Sanitasi Rp100 Juta ke Pariaman, RS Sadikin Segera Dapat NICU-PICU

Ade Rezki Bawa Bantuan Sanitasi Rp100 Juta ke Pariaman, RS Sadikin Segera Dapat NICU-PICU

Sabtu, 06/6/26 | 18:36 WIB

Pariaman, Scientia — Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta untuk perbaikan jamban dan...

Ade Rezki Ingatkan Bahaya Produk Instan, Masyarakat Diminta Cermat Pilih Obat dan Kosmetik

Ade Rezki Ingatkan Bahaya Produk Instan, Masyarakat Diminta Cermat Pilih Obat dan Kosmetik

Sabtu, 06/6/26 | 16:21 WIB

Pariaman, Scientia — Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ade Rezki Pratama, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur...

Kehadiran Wali Kota Padang Fadly Amran, menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi skuad PSP Padang.

Wali Kota Padang Apresiasi PSP Padang Kalahkan Asiop

Sabtu, 06/6/26 | 12:11 WIB

Kehadiran Wali Kota Padang Fadly Amran, menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi skuad PSP Padang. Padang, Scientia---- Kehadiran Wali Kota...

Aktivisme Sosial ke Panggung Politik: Jejak Firdaus dan Model Kepemimpinan Berbasis Pengabdian

PKB Sumbar Soroti Maraknya Penimbunan Solar Subsidi, Pertanyakan Peran SPBU

Jumat, 05/6/26 | 16:19 WIB

Padang, Scientia — Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Sumatera Barat, Firdaus, menyoroti maraknya kasus dugaan penimbunan...

Wali Kota Padang Fadly Amran bersilaturahim dengan pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bungus Teluk Kabung (Bungtekab). Pertemuan digelar di Kantor KAN setempat, Kamis (4/6/2026).

Wali Kota Padang Silahturahmi Bersama Pengurus KAN Bungtekab

Kamis, 04/6/26 | 16:53 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran bersilaturahim dengan pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bungus Teluk Kabung (Bungtekab).Pertemuan digelar di Kantor KAN...

Pemerintah Kota (Pemko) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Padang Tahun 2026 dengan khidmat di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (1/6/2026).

Pemko Padang Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Rabu, 03/6/26 | 15:28 WIB

      Pemerintah Kota (Pemko) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Padang Tahun 2026 dengan khidmat di...

Berita Sesudah
Agam Gandeng BPOM Pastikan Kelayakan MBG

Agam Gandeng BPOM Pastikan Kelayakan MBG

POPULER

  • Kehadiran Wali Kota Padang Fadly Amran, menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi skuad PSP Padang.

    Wali Kota Padang Apresiasi PSP Padang Kalahkan Asiop

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adat “Naiak Anak Mudo” Manifestasi Berdemokrasi Anak muda Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Sumbar Soroti Maraknya Penimbunan Solar Subsidi, Pertanyakan Peran SPBU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Ke Hadirat” dan “Kehadiran”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026