Kamis, 22/10/26 | 08:30 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Cantik Sesaat, Derita Berkepanjangan: Ade Rezki Ingatkan Bahaya Produk Instan

Jumat, 17/10/25 | 00:37 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama saat memberikan sambutan dalam kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi di Kayu Tanam. Kamis, (16/10) [foto : sci/yrp]
Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama saat memberikan sambutan dalam kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi di Kayu Tanam. Kamis, (16/10) [foto : sci/yrp]
Kayu Tanam, Scientia – Fenomena maraknya obat-obatan dan kosmetik tanpa standar kesehatan yang beredar di pasaran kini menjadi perhatian serius Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama. Ia menilai, kehadiran produk-produk instan yang menawarkan hasil cepat dengan harga murah justru mengancam keselamatan konsumen.

“Tidak bisa dipungkiri, saat ini banyak masyarakat yang tergoda pada sesuatu yang instan. Mereka menilai bahwa sesuatu yang digunakan itu harus memperlihatkan dampak yang sangat cepat. Padahal, itu sangat merugikan diri sendiri,” ujar Ade Rezki dalam kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) di Kayu Tanam, Kamis (16/10).

Menurutnya, bahaya produk tanpa standar kesehatan itu tidak langsung dirasakan. Efeknya muncul perlahan, mulai dari iritasi ringan hingga penyakit kronis seperti kanker.

“Kita memang merasakan efek awal yang dihasilkan adalah positif. Tetapi lama kelamaan akan menjadi negatif. Kalau sudah begitu, yang rugi kan diri kita sendiri, sudah keluar biaya untuk beli produk, lalu keluar biaya lagi untuk berobat,” katanya.

BACAJUGA

Program CSR PT Kali Dareh Grup, Tuntaskan Jalan Sepanjang 6 Kilometer di Sungai Kilang

Program CSR PT Kali Dareh Grup, Tuntaskan Jalan Sepanjang 6 Kilometer di Sungai Kilang

Rabu, 21/10/26 | 18:11 WIB
DPP ILUNI UNP Mantapkan Persiapan Jelang Temu Akbar Alumni

DPP ILUNI UNP Mantapkan Persiapan Jelang Temu Akbar Alumni

Rabu, 21/10/26 | 18:01 WIB

Ade menegaskan, masyarakat harus lebih teliti dan kritis dalam memilih produk yang akan digunakan pada tubuh. Di tengah gempuran promosi digital dan tren kecantikan instan, masyarakat perlu memastikan keamanan produk dengan memperhatikan izin edar dan label kesehatan resmi.

“Kita bersama BPOM terus berupaya untuk mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh efek instan produk. Ini tanggung jawab bersama dalam menjaga kesehatan,” tegasnya.

Politisi muda asal Sumatera Barat itu juga mengingatkan bahwa kecantikan dan kesehatan sejati tidak bisa dicapai secara instan. Ia mengajak masyarakat untuk lebih sabar dalam merawat diri, serta tidak mudah tergoda oleh produk yang menawarkan hasil cepat.

“Mari kita pelan-pelan menjaga diri, karena kesehatan itu sangat mahal dan tidak bisa dibeli. Kalau dulu pernah terjebak oleh produk-produk yang menggoda, sekarang saatnya kita nyatakan: cukup sudah,” ujarnya.

Senada, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Suhendri, menegaskan bahwa peredaran obat dan kosmetik ilegal masih sangat marak, baik secara langsung maupun daring. Ia mendorong masyarakat untuk menerapkan kebiasaan cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa (KLIK) sebelum membeli produk apapun.

“Tidak hanya berhenti di situ saja. Terkadang memang ada produk yang memiliki izin, tapi belum tentu cocok untuk tubuh kita. Jadi, masyarakat perlu cermat dan memahami kondisi tubuhnya sendiri,” kata Suhendri.

Pesan Ade Rezki dan BPOM Padang ini menjadi pengingat penting di tengah derasnya arus tren kecantikan modern. Bahwa di balik iming-iming “hasil cepat”, ada konsekuensi jangka panjang yang bisa menggerogoti kesehatan. Seperti yang diingatkan Ade bahwa Kesehatan adalah investasi terbesar yang tidak bisa diganti.(yrp)

Tags: Ade Rezki PratamaBBPOM di Padangefek kecantikan instan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dinas Perpustakaan Bukittinggi Kenalkan Dunia Jurnalistik kepada Pelajar SD

Berita Sesudah

Agam Gandeng BPOM Pastikan Kelayakan MBG

Berita Terkait

Program CSR PT Kali Dareh Grup, Tuntaskan Jalan Sepanjang 6 Kilometer di Sungai Kilang

Program CSR PT Kali Dareh Grup, Tuntaskan Jalan Sepanjang 6 Kilometer di Sungai Kilang

Rabu, 21/10/26 | 18:11 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — PT Kali Dareh Grup menuntaskan pengaspalan jalan ruas Sungai Kilang, Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, sepanjang...

DPP ILUNI UNP Mantapkan Persiapan Jelang Temu Akbar Alumni

DPP ILUNI UNP Mantapkan Persiapan Jelang Temu Akbar Alumni

Rabu, 21/10/26 | 18:01 WIB

Padang, Scientia.id - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Alumni (Iluni) Universitas Negeri Padang (UNP) terus memantapkan persiapan jelang Temu Akbar...

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus saat memasangkan masker kepada warga.[foto: ist]

PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Selasa, 20/10/26 | 23:59 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus saat memasangkan masker kepada warga.Padang Pariaman, Scientia — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera...

Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

Selasa, 20/10/26 | 21:36 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengajak generasi muda memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat...

Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

Selasa, 20/10/26 | 20:25 WIB

  Padang, Scientia.id - Selama dua hari Jumat dan Sabtu (tanggal 23-24) Oktober 2026, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Universitas...

Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh [foto:ist]

Perundungan di Rungkut, Nihayatul Wafiroh Pertanyakan Penanaman Nilai-nilai Adab Sejak Dini

Selasa, 20/10/26 | 18:34 WIB

Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh Jakarta, Scientia - Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh atau akrab disapa...

Berita Sesudah
Agam Gandeng BPOM Pastikan Kelayakan MBG

Agam Gandeng BPOM Pastikan Kelayakan MBG

POPULER

  • Dampak Asap Karhutla, Nakes di Dharmasraya Diminta Jemput Bola Tangani Pasien ISPA

    Dampak Asap Karhutla, Nakes di Dharmasraya Diminta Jemput Bola Tangani Pasien ISPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026