Minggu, 19/4/26 | 03:29 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Indonesia dalam Korpus Histori Bahasa Inggris

Minggu, 18/5/25 | 10:49 WIB
Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia Universitas Andalas)

Setelah menelusuri kosakata bahasa Indonesia dari berbagai kamus-kamus yang ada, membuat saya penasaran terhadap satu hal. Kapan kata-kata tersebut pertama kali dipakai? Jika melihat dokumen-dokumen Indonesia, tentu akan sangat pesimis menemukan tahun kemunculan sebuah kata dari ratusan ribu lema yang tercantum dalam KBBI, kata agen misalnya dalam bahasa Minangkabau telah terlacak oleh Prof. Gusti Asnan dari Universitas Andalas sebagai sebuah kata yang berasal dari bahasa Belanda. Dalam Sejarah Minangkabau, Loanwords, dan Kreativitas Berbahasa Urang Awak (2020), dijelaskan bahwa kata agen digunakan oleh perusahaan dagang Belanda pertama kali tahun 1826 sebagai perwakilan perusahaan, seperti perbankan, asuransi, perkapalan, dan perdagangan ekspor-impor di daerah-daerah.

Namun, sejak awal abad 20, kehadiran transportasi mobil menyebabkan kata agen dipakai oleh perwakilan perusahaan mobil untuk membantu calon penumpang mendapatkan mobil. Pasca pemberontakan PKI 1927, kata agen digunakan oleh pihak Belanda sebagai mata-mata untuk mengawasi pergerakan politik di daerah. Kini kata agen dipakai oleh semua jenis pekerjaan, khususnya pekerjaan yang berhubungan dengan MLM (Multi Level Marketing).

Sementara itu, ketika kita melacak Kamus Merriam-Webster sebagai produk leksikografi terlengkap saat ini, tampak bahwa kata agen dipinjam dari bahasa Latin pada abad pertengahan sebagai ‘orang yang diberi wewenang untuk bertindak untuk orang lain’. Kata  ini digunakan pertama kali pada abad ke-15. Sementara itu, bahasa Sanskerta mencatatnya dengan makna ‘orang yang mengemudi’ dan bahasa Yunani mencatatnya sebagai ‘orang yang memimpin atau mengantar’.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mencatat kata agen sebagai ‘orang atau perusahaan yang mengusahakan penjualan bagi perusahaan lain atas nama pengusaha; perwakilan’. KBBI tidak menjelaskan kapan kata ini pertama kali dipakai dalam bahasa Indonesia dan bagaimana contoh penggunaan kata ini dalam bahasa Indonesia. Jika ingin melihat contoh penggunaan kata agen dalam kalimat bahasa Indonesia, kita dapat menggunakan korpus bahasa Indonesia (Indonesian Web 2024).

BACAJUGA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

Minggu, 12/4/26 | 23:00 WIB
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Metatesis, Sumber Kreativitas Bahasa Sepanjang Masa

Minggu, 05/4/26 | 10:05 WIB
  • Seiring dengan pesatnya pertumbuhan bisnis consumer goods di Indonesia, kami mengundang Anda untuk bergabung bersama OT dalam memasarkan produk OT dengan menjadi agen kami di luar Pulau Jawa dan Bali.

Kalimat ini merupakan salah satu dari 877.152 kalimat yang tersaji dalam Sketch Engine tanpa bisa diketahui kapan kata ini dipakai pertama kali. Artinya, kemungkinan untuk melacak tahun pertama kali kosakata asing dalam bahasa Indonesia ini dipakai oleh masyarakat kembali menjadi buram.

Karena Indonesia belum membangun korpus tertulis yang lengkap secara digital, satu-satunya cara adalah membangun korpus secara manual. Dokumentasi tertulis dari berbagai sumber, seperti naskah kuno, koran cetak, buku-buku lawas menjadi prioritas untuk dialihkan ke bentuk digital yang bisa dilacak secara otomatis. Bukan hanya tampilan pdf, seperti upaya memindai sejumlah naskah menjadi gambar. Sebuah pekerjaan yang berat, tetapi bisa diselesaikan melalui kajian sosio-histori leksikografi. Sebuah pekerjaan yang menuntut para leksikografer untuk membangun korpus dengan target utama tidak hanya lema yang disertai contoh penggunaan kata, tetapi juga disertai tahun kemunculan kata.

Ketiadaan korpus bahasa Indonesia ini kemudian membuat saya ingin tahu, apakah ada korpusnya dalam bahasa lain? Siapa sangka, ketika membuka link yang memuat daftar korpus untuk analisis, yakni corpus-analysis.com, saya menemukan salah satu korpus history, yaitu english-corpora.org. Saya pun bermain-main dengan mengetik kata Indonesia. Saya menemukan korpus histori yang menjelaskan bahwa kata Indonesia terlacak muncul pertama kali dalam stasiun TV internasional pada tahun 1980.

Dalam korpus ini, Indonesia dijelaskan mirip dengan Titan, yaitu salah satu tempat terindah di dunia yang dijelajahi oleh orang asing. Kapal-kapal melintas menembus awan dan mereka melihat Indonesia sebagai tempat terindah di bumi. Daratan ditutupi oleh molekul-molekul organik yang dihujani air dari langit, disertai gunung api dan hutan yang hangat di bawah cahaya matahari.

Meskipun tidak banyak, setidaknya ada 101 teks dari 1980–2009 yang membicarakan Indonesia dalam korpus ini. Dalam teks 2009, mereka masih menyebutkan kalau tinggal di Indonesia membuat orang asing hidup sebagai ratu. Korpus yang dibangun stasiun TV ini adalah model yang diharapkan untuk produk leksikografi yang berbasis sosio-histori leksikografi. Bagaimana sebuah kata hidup pada suatu masa dan mengalami perkembangan dan perubahan makna pada periode selanjutnya.

Kamus bahasa Indonesia perlu dibangun dengan kriteria-kriteria yang mirip dengan kamus bahasa Inggris, seperti Merriam-Webster tersebut. Adanya informasi tahun dapat menjadi indikator kapan sebuah zaman merefleksikan dirinya. Adanya informasi tahun juga dapat menjadi identitas sebuah kata dipakai oleh sekelompok masyarakat.

Tags: #Ria Febrina
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

PKB Sumbar Dukung Pendirian Sekolah Garuda, Firdaus: Sumbar Butuh Lompatan di Bidang Pendidikan Unggulan

Berita Sesudah

Kunci Sukses Pendirian Sekolah Garuda di Ranah Minang, Ketua DPW PKB Sumbar: Kolaborasi

Berita Terkait

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

Minggu, 12/4/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Idiom “keras kepala” menjadi viral karena diucapkan...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Metatesis, Sumber Kreativitas Bahasa Sepanjang Masa

Minggu, 05/4/26 | 10:05 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Lebaran selalu identik dengan kue. Kue-kue dimasukkan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Popularitas Kata “Eskalasi” dalam Perang Iran versus AS-Israel

Minggu, 15/3/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Bahasa adalah representasi dari semiotika...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

Minggu, 08/3/26 | 23:23 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Prodi S2 & S3 Linguistik Universitas Andalas) Orang Minangkabau...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Minggu, 01/3/26 | 14:29 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Di laman Klinik...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa minggu terakhir dunia digital dihebohkan oleh...

Berita Sesudah
Ketua DPW PKB Sumbar yang juga Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Firdaus

Kunci Sukses Pendirian Sekolah Garuda di Ranah Minang, Ketua DPW PKB Sumbar: Kolaborasi

POPULER

  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harimau vs Singa, Siapa yang Lebih Kuat? Ini Fakta Sains dan Kasus Nyatanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Tanda Hubung (-) dan Tanda Pisah (—)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026