Senin, 20/4/26 | 16:33 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TIPS

Cara Asyik Ajarkan Anak Kelola Uang Sejak Dini

Jumat, 02/5/25 | 20:42 WIB

Padang, Scientia.id – Mengelola keuangan bukan cuma urusan orang dewasa. Justru sejak kecil, anak-anak sudah bisa diajak belajar tentang uang dan cara mengaturnya. Memperkenalkan konsep keuangan sejak dini bisa membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang bijak dalam membelanjakan, menabung, dan memahami nilai dari setiap rupiah yang mereka miliki. Apalagi, kebiasaan finansial yang baik biasanya terbentuk dari pengalaman masa kecil.

Banyak orang tua yang ragu kapan waktu yang tepat untuk mulai mengajarkan anak tentang uang. Padahal, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), anak usia 5 tahun sudah bisa dikenalkan pada konsep dasar keuangan seperti menabung, berbagi, dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Caranya juga tidak harus serius—cukup lewat permainan atau cerita sehari-hari.

Salah satu cara paling sederhana adalah memberikan uang saku mingguan dan membebaskan anak mengatur sendiri penggunaannya. Dikutip dari Bank Indonesia, dengan uang saku yang terbatas, anak bisa belajar mengambil keputusan: apakah uangnya akan langsung dibelanjakan, ditabung untuk membeli mainan impian, atau disisihkan sebagian untuk membantu sesama. Ini sekaligus bisa melatih tanggung jawab dan kesabaran.

BACAJUGA

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Selasa, 07/4/26 | 14:30 WIB
Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Selasa, 07/4/26 | 14:10 WIB

Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), penting juga untuk melibatkan anak dalam aktivitas belanja keluarga. Ajak mereka ikut membuat daftar belanja, membandingkan harga barang, dan menghitung kembalian. Dengan begitu, anak akan memahami bahwa uang tidak datang begitu saja, tapi hasil dari usaha dan kerja keras orang tua.

Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Usai Libur Lebaran agar Dompet Tetap Aman

Anak juga bisa diperkenalkan dengan konsep “celengan tiga kompartemen”—satu untuk menabung, satu untuk belanja, dan satu lagi untuk berbagi. Konsep ini direkomendasikan oleh OECD sebagai metode pengenalan literasi keuangan anak yang efektif dan menyenangkan. (cgt)

Tags: TipsTips Keuangan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Diduga Lakukan Pencemaran Nama baik, AN Mangkir dari Panggilan Penyidik Satreskrim Polres Dharmasraya

Berita Sesudah

Merawat Motor Tua Biar Tetap Lincah di Jalan

Berita Terkait

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Selasa, 07/4/26 | 14:30 WIB

Padang, Scientia.id - Kesehatan gigi seringkali dianggap sepele oleh sebagian masyarakat, terutama ketika lubang kecil yang muncul belum menimbulkan rasa...

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Selasa, 07/4/26 | 14:10 WIB

Padang, Scientia.id – Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa air minum dalam kemasan galon sudah pasti terjamin kebersihannya. Namun, sering kali...

Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

Selasa, 07/4/26 | 08:49 WIB

Masyarakat yang kehilangan dokumen penting seperti ijazah akibat musibah, kelalaian, atau bencana alam kini tidak perlu merasa panik Pemerintah telah...

Jalan Kaki Teratur Bisa Turunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Ahli

Kekuatan Otot Jadi Indikator Umur Panjang, Ini Temuan Studi Terbaru

Kamis, 02/4/26 | 10:37 WIB

Jakarta, Scientia.id - Sebuah penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open mengungkap bahwa kekuatan otot dapat menjadi indikator sederhana untuk...

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

Senin, 16/3/26 | 04:02 WIB

Kalau Anda masih ngerjain tugas kantor pakai cara tahun lalu, bersiaplah ketinggalan kereta. Ini rahasia agar posisi Anda aman permanen...

“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

Senin, 16/3/26 | 03:27 WIB

Karyawan paling berharga bukan mereka yang ngerjain semuanya, tapi mereka yang tahu kapan harus bilang 'cukup'. Ini cara menetapkan boundaries...

Berita Sesudah
Merawat Motor Tua Biar Tetap Lincah di Jalan

Merawat Motor Tua Biar Tetap Lincah di Jalan

POPULER

  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Buruh PT Bumi Sarimas Demo, Wakil Menteri dan Wagub Sumbar Turun Langsung Carikan Solusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026