Jumat, 16/1/26 | 15:37 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Menambang Cerita, Memasak Kenangan: Cerita dari Sawahlunto

Minggu, 20/10/24 | 16:49 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mengunjungi Kota Sawahlunto. Awalnya, kunjungan ini hanya untuk menghadiri acara lamaran salah satu anggota keluarga. Namun, di tengah perjalanan, saya merasa ada yang kurang jika tidak sekaligus mengeksplorasi objek wisata tambang batu bara yang terkenal di kota ini.

Saya pun mengusulkan kepada rombongan agar kita mampir ke beberapa destinasi bersejarah yang tak hanya menawarkan pemandangan indah, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang perjuangan dan kejayaan tambang batu bara di masa lalu.

BACAJUGA

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Awalnya, tidak semua anggota keluarga menyambut usulan saya dengan antusias. Namun, setelah mendengar cerita tentang betapa menariknya sejarah tambang batu bara di Sawahlunto, rasa penasaran mereka mulai tumbuh.

Akhirnya, tanpa perlu banyak bujukan, semua setuju untuk mengunjungi beberapa museum yang ada di kota ini. Perjalanan yang tadinya hanya untuk satu acara pun berubah menjadi petualangan bersejarah yang tak terlupakan.

Perjalanan dimulai dari Museum Kereta Api Sawahlunto, tempat yang menjadi saksi bisu pentingnya peran transportasi dalam sejarah tambang batu bara. Lokomotif tua dan barang-barang peninggalan zaman kolonial di museum ini mengingatkan kita akan peran vital kereta api dalam menghubungkan tambang di pedalaman dengan pelabuhan di pesisir.

Patung Dr. Jan Willem Ijzerman, insinyur Belanda yang mendesain jalur kereta api ini, melambangkan inovasi dan kolaborasi antara teknologi dan sumber daya alam.

Selanjutnya, kita menuju Lubang Tambang Mbah Soero, tambang tua yang penuh dengan kisah perjuangan pekerja paksa di era kolonial. Lubang ini dinamai dari sosok Mbah Soero, mandor tambang yang dihormati karena kebijaksanaannya.

Sebelum memasuki lubang tambang, kita mengenakan perlengkapan keselamatan, mengingatkan kita akan kerasnya kondisi kerja di masa lalu. Di akhir perjalanan, kita mengunjungi Museum Goedang Ransoem, yang dulunya adalah dapur umum bagi pekerja tambang.

Di sinilah ribuan perut pekerja tambang dipertahankan hidupnya lewat sepiring nasi dan lauk sederhana. Rasanya, tanpa dapur raksasa ini, kerja keras di tambang mungkin akan menjadi misi mustahil. Saat melihat peralatan masak raksasa yang lebih mirip dengan wajan ukuran kolam renang, saya sempat berpikir, “Kalau di zaman sekarang, mungkin ini bisa jadi konten mukbang terbesar sepanjang masa!”

Dengan begitu, perjalanan kami di Sawahlunto pun berakhir. Kunjungan yang awalnya hanya untuk menghadiri lamaran keluarga, justru meninggalkan pelajaran tentang sejarah dan perjuangan. Siapa sangka, tambang tua dan dapur besar bisa membuat kita pulang dengan kepala penuh kisah dan hati yang hangat.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Gelar Rapat Teknis, Bawaslu Pariaman Satukan Persepsi Pengawasan

Berita Sesudah

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Berita Terkait

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Hasil Tak Sepenting Perjalanan

Minggu, 26/10/25 | 21:50 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Libur kuliah dahulu selalu terasa seperti lagu merdu yang menandai kebebasan. Setelah berminggu-minggu bergulat...

Berita Sesudah
Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Tegaskan Gerakan Pramuka Pembentuk Generasi Muda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PDAM Kota Padang Putuskan Sambungan Air Tanpa Peringatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024