AGAM – Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mendorong Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Nagari Sariak, Kabupaten Agam, menjadi distributor pupuk bersubsidi guna memenuhi kebutuhan petani. Langkah tersebut dinilai penting karena pasokan pupuk untuk sektor pertanian di Nagari Sariak hingga kini masih belum terpenuhi secara optimal.
Dorongan itu disampaikan saat Komisi III DPRD Sumbar melakukan kunjungan kerja ke KDMP Nagari Sariak, Sabtu (1/8). Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Rafdinal, mengatakan keberadaan KDMP diharapkan mampu menjadi solusi atas persoalan distribusi pupuk sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
“Kita berharap KDMP bisa menjadi distributor pupuk di Nagari Sariak dan sekitarnya, sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi,” ujar Rafdinal.
Legislator daerah pemilihan Agam-Bukittinggi itu menegaskan, program Koperasi Desa Merah Putih yang digagas pemerintah pusat harus benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
“Harapan kita, program yang digagas pemerintah pusat ini benar-benar dapat menjawab persoalan-persoalan yang ada di tengah masyarakat,” katanya.
Menurut Rafdinal, agar KDMP dapat berjalan optimal diperlukan koordinasi lintas sektor serta perencanaan usaha yang matang. Dengan demikian, koperasi tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat tanpa mematikan usaha yang telah lebih dahulu berkembang.
“Pengelolaan dan pengembangan usaha, termasuk sistem penjualannya, harus dirancang sebaik-baiknya. Kita berharap KDMP dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian, tanpa mematikan usaha-usaha yang sudah ada di sekitar masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Agus Syahdeman, menilai sebagian besar KDMP yang telah dikunjungi masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola koperasi.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut mental dan kepercayaan diri para pengurus yang masih cenderung pesimistis.
“Dari beberapa KDMP yang sudah kami kunjungi, memang masih banyak persoalan. Kalau kami nilai, salah satunya adalah persoalan psikologis. Ada pengurus yang belum percaya diri, bahkan sudah pesimis. Kami ingin mengetahui apakah kondisi di KDMP Nagari Sariak juga mengalami persoalan yang sama,” katanya.










Discussion about this post