Kamis, 23/7/26 | 09:24 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Grup Obrolan Keluarga

Minggu, 04/2/24 | 11:12 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Berdasarkan pengamatan yang tentu saja tidak begitu mendalam, kehadiran grup obrolan keluarga dapat dikatan cukup unik. Selain unik, kehadirannya juga memiliki karakteristik yang berbeda antara grup obrolan keluarga satu dengan grup obrolan keluarga yang lainnya. Karakteristik tidak hanya dimiliki oleh suatu grup, tetapi juga diisi oleh anggota dengan karakter dan kecenderungan yang juga beragam.

Saya memiliki grup keluarga yang dapat dikatakan cukup aktif beroperasi. Hampir setiap hari selalu saja ada notifikasi yang saya terima. Grup yang beranggotakan 36 orang tersebut (dan sepertinya akan selalu bertambah dari waktu ke waktu) memiliki anggota dengan profesi dan usia yang beragam, mulai dari lansia hingga anak-anak yang masih muda belia.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB
Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salah satu anggota keluarga menjadi yang paling aktif membagikan informasi setiap hari. Hal itu membuat ruang obrolan tidak pernah sepi, sebab ada pula anggota keluarga lainnya yang aktif merespons setiap informasi yang dibagikan. Saya sendiri lebih cenderung menjadi pembaca diam, kecuali informasi tersebut benar-benar menarik perhatian saja. Sesekali saya juga ikut serta membagikan informasi yang saya kira penting. Biasanya informasi tersebut berkaitan dengan anggota keluarga lainnya.

Dibandingkan grup obrolan keluarga beberapa teman yang saya kenal, grup yang saya punya dapat dikatakan cukup interaktif. Salah seorang teman memiliki grup keluarga yang bisa dikatakan hampir tidak ada gunanya. Sejak pertama kali dibuat, grup tersebut tidak memiliki obrolan lain selain obrolan berbunyi, “Grup ini dibuat untuk ruang diskusi keluarga kita!” yang dikirim oleh admin grup. Namun, menurut cerita teman saya itu, tidak pernah ada diskusi dalam ruang obrolan tersebut hingga anggotanya meninggalkan grup satu persatu.

Lain pula ceritanya dengan grup obrolan keluarga teman yang lainnya. Grup keluarga yang ia miliki sangat aktif. Akan tetapi aktif menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya. Hal ini membuat teman saya mendapat pekerjaan tambahan tanpa bayaran, yaitu sibuk membuat klarifikasi dan mengingatkan semua anggota grup agar tidak menelan mentah-mentah informasi atau konten yang diterima.

Suatu hari ia menerima video pendek dalam ruang obrolan keluarga. Video itu berisikan informasi bahwa sosis berasal dari daging babi yang digiling secara bulat-bulat dalam kondisi hidup memakai sebuah mesin. Padahal potongan video tersebut dicomot dari salah satu adegan film yang pernah ditonton oleh teman saya. Hari itu ia sibuk meluruskan info yang kadung diedarkan oleh anggota keluarganya. Hari-hari menjelang pemilu ini tampaknya ia semakin sibuk. Sebab setiap informasi bohong yang beredar musti diberantas dan dapat dimulai dari keluarga terdekat.

Teman yang lain memiliki grup obrolan keluarga yang juga unik. Grup tersebut digunakan oleh keluarga membagikan informasi sehari-hari karena mereka tinggal berjauhan. Suatu hari ayahnya mengabarkan bahwa mereka memiliki dua anggota kelaurga baru yang baru saja lahir. Teman saya agak heran, sebab anak-anak ayahnya hingga sanak saudara yang lain tidak ada yang sedang hamil. Rupanya yang dimaksud oleh ayahnya ialah kelahiran dua ekor anak kucing. Sang ayah pun meminta pendapat terkait nama yang bagus untuk diberikan pada dua ekor kucing mungil tersebut.

Begitulah gurp obrolan keluarga tersebut, berbagai pesan yang disampaikan, berbagai pula pemaknaan dari pembacanya. Hal itu menciptakan ruang untuk diskusi yang hidup dan interaksi yang beragam, yang pada gilirannya memperkaya hubungan keluarga serta membangun pemahaman yang lebih dalam antara anggota keluarga.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kata “dalem“ dan Pronomina Serapan dalam Bahasa Indonesia

Berita Sesudah

Grup Obrolan Keluarga

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Berita Sesudah
Cerpen “Jangan Marahi Aku Ibu” Karya Guswita dan Ulasannya Oleh Dara Layl

Cerpen "Jangan Marahi Aku Ibu" Karya Guswita dan Ulasannya Oleh Dara Layl

Discussion about this post

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Resmi Lantik Pengurus DPC se-Indonesia, Ribuan Kader Ucapkan Sumpah Jabatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Suluh Jo Siampa” Karya Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harimau vs Singa, Siapa yang Lebih Kuat? Ini Fakta Sains dan Kasus Nyatanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-Puisi Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026