Minggu, 25/10/26 | 16:48 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

A Feminist Manifesto: Catatan Singkat Perihal Feminis

Minggu, 31/12/23 | 11:04 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

“Tentu saja saya seorang manusia, tetapi ada hal-hal khusus yang terjadi pada saya karena saya adalah perempuan,” tegas Chimamanda Ngozi Adichie ketika teman lelakinya mempertanyakan mengapa ia mengidentifikasikan diri sebagai wanita,mengapa tidak sebagai manusia saja.

Buku A Feminist Manifesto: Kita Semua Harus Menjadi Feminis karya Chimamanda Ngozi Adichie menjelaskan tentang peran feminisme dalam masyarakat modern. Dalam buku tersebut, Adichie menggambarkan tentang pentingnya kesetaraan gender. Ia mengajak semua orang, tanpa memandang jenis kelamin, untuk menjadi bagian dari perjuangan ini dengan membeberkan sejumlah pengalaman dan kasus-kasus relasi gender yang timpang.

Salah satu elemen yang menonjol dalam buku ini tentang pendekatan personal. Ia tidak hanya membahas isu-isu umum tentang kesetaraan gender, tetapi juga berbagi pengalaman pribadinya sebagai seorang wanita Nigeria. Melalui narasi lugas, pembaca dihadapkan pada realitas kehidupan sehari-hari yang sering diabaikan. Seperti stereotip gender dan diskriminasi yang mungkin terasa lebih kuat di berbagai lapisan masyarakat.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Misalnya, terkait obsesi orang-orang terkait keperawanan perempuan. Betapa konsep perawan ditempatkan dalam ruang yang begitu sempit dan dianggap hanya bisa ditembus melalui hubungan seksual. Lagi pula, begitu sulitkah kita berpikir lebih kompleks bahwa hilangnya keperawanan adalah melibatkan dua orang dengan jenis kelamin yang berbeda? Bahkan, lebih kompleks dari hal itu, perempuan terlahir dengan selaput dara yang berbeda. Tidak sulit untuk memahami ini bila ingin memiliki perspektif yang lebih jernih.

Adichie secara tajam merinci bagaimana stereotip gender merugikan baik perempuan maupun laki-laki. Ia menyoroti konsep-konsep patriarki yang telah membentuk pandangan masyarakat terhadap perempuan, mempersempit pilihan mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam bukunya, Adichie membangun argumennya dengan kasus-kasus konkret dan contoh nyata. Misalnya pengabaian yang dilakukan seorang bos terhadap agurmen karyawan perempuan dan memuji argument serupa yang keluar dari mulut karyawan pria.

Lewat A Feminist Manifesto, Adichie juga merinci pentingnya melibatkan pria dalam perjuangan kesetaraan gender. Adichie menegaskan bahwa kesetaraan bukan hanya hak perempuan, tetapi juga keuntungan bagi seluruh masyarakat. Ia menyoroti bahaya konsep maskulinitas yang sempit dan menekankan bahwa membebaskan pria dari beban berat stereotip ini akan menghasilkan masyarakat yang lebih adil dan seimbang.

Adichie menghindari istilah teknis yang mungkin membingungkan pembaca awam. Sehingga pesan kesetaraan gender dapat diterima oleh berbagai kalangan. Gaya penulisan yang ramah dan mendidik membuat buku ini menjadi bacaan layak untuk semua orang, termasuk yang belum terbiasa dengan konsep feminisme.

Dengan membagikan pengalaman pribadinya, Adichie mengajak pembaca untuk mengidentifikasi momen-momen dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu dapat membuat kita berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih adil. Buku ini bukan sekadar panggilan untuk menjadi feminis, tetapi sekaligus sebuah panggilan untuk refleksi dan tindakan kecil dalam keseharian untuk kesetaraan.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Fahruzi Alfani dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Berita Sesudah

Mengenal Perbedaan Kata Ulang dan Kata Majemuk

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Berita Sesudah
Konjungsi Penanda Waktu dalam Bahasa Indonesia

Mengenal Perbedaan Kata Ulang dan Kata Majemuk

Discussion about this post

POPULER

  • Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menaker Yassierli Jadi Keynote Speech di Acara Temu Akbar Alumni IKIP Padang/UNP, Ini Pesannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Road Show ke Fakultas, Ketum DPP ILUNI UNP Ajak Alumni Berjejaring dan Saling Dukung Sesama Alumni

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Kongres XX IPPNU, Ketum PP IPPNU Sumbar Tri Ramadhani Siap Maju Caketum PP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Singgah Sahabat Donizar, Menjaga Harapan Warga Perantauan di Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Apresiasi Kontribusi Alumni IKIP Padang/UNP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026