Senin, 16/2/26 | 22:40 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Caleg di Angkot

Minggu, 24/9/23 | 17:34 WIB

Oleh: Alfitri
(Dosen FISIP Universitas Andalas)

 

Seperti diketahui, daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2024 telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jumlahnya adalah 204.807.222 pemilih. Dari rekapitulasi DPT tersebut diketahui bahwa mayoritas pemilih pada Pemilu 2024 didominasi oleh kelompok generasi zilenial. Ini adalah gabungan dari generasi Z dan generasi milenial.

BACAJUGA

Alfitri Raih Doktor dengan Disertasi Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik

Alfitri Raih Doktor dengan Disertasi Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik

Jumat, 19/12/25 | 07:58 WIB
Caleg di Angkot

Nyaris Mati di Atas Vespa: Sepotong Kenangan di Masa SMA

Senin, 27/10/25 | 07:37 WIB

Generasi Z adalah mereka yang lahir antara tahun 1995 sampai tahun 2000an. Jumlah mereka pada DPT ada sebanyak 46.800.161 pemilih atau 22,85 persen dari total DPT Pemilu 2024, sedangkan generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1980 sampai tahun 1994. Jumlah mereka pada DPT sebanyak 66.822.389 pemilih atau 33,60 persen dari total DPT. Jadi, kalau diakumulasikan kedua generasi ini menjadi kelompok generasi zilenial, maka jumlahnya adalah lebih dari 113 juta pemilih atau sebanyak 56,45 persen dari total pemilih di DPT.

Dengan jumlah sebanyak itu, banyak pengamat melihat bahwa pemilih dari generasi zilenial ini adalah kunci. Untuk bisa berhasil terpilih sebagai anggota legislatif, para caleg harus dapat meyakinkan dan mendapat suara sebanyak-banyaknya dari pemilih generasi zilenial ini. Beberapa karakteristik yang menonjol dari generasi zilenial ini adalah terbuka terhadap hal-hal baru, adaptif dengan teknologi dan aktif bermedia sosial. Sehubungan dengan itu, dapat diduga dalam pemilu 2024, mereka akan gandrung pada caleg yang menawarkan kebaruan, dan berwajah kekinian.

Fernandes, dkk. (2023) menyatakan bahwa Pemilu 2024 akan diwarnai oleh tipikal pemilih muda yang dinamis, adaptif dan responsif. Penetrasi internet dan penggunaan media sosial akan menjadi faktor yang menentukan arah dan preferensi politik pemilih muda. Artinya, pemilih dari generasi zilenial akan tertarik dan mempertimbangkan untuk memilih caleg yang memiliki eksposure yang tinggi di media sosial.

Dalam konteks paparan di atas, menjadi terasa aneh dan jadul jika saat ini masih saja tampak foto-foto caleg lengkap dengan logo partainya ditempel di kaca belakang angkot dan wira-wiri keliling kota. Adakah orang yang akan memperhatikannya. Atau lebih spesifik lagi, adakah pemilih dari generasi zilenial akan tertarik kepada para caleg yang wira-wiri di belakang angkot itu?

Dari 38 orang mahasiswa yang menjawab survai online yang saya lakukan, ternyata hanya 5 orang (13 persen) yang tertarik memperhatikan foto caleg di belakang angkot itu. Tapi kemudian mereka juga lupa dengan sang caleg, sedangkan yang sama sekali tidak tertarik memperhatikan ada 33 orang (87 persen).

Ini menunjukkan bahwa foto caleg plus atribut partai di belakang angkot itu tidak menarik bagi pemilih dari generasi zilenial. Jadi, tampaknya cara mengenalkan diri para caleg lewat foto di angkot adalah suatu hal yang sia-sia. Sesuai dengan karakter kelompok zilenial, para caleg sebaiknya lebih aktif dan kreatif mengenalkan dirinya melalui media sosial.*

Tags: #Alfitri
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pelecehan Berkedok Komedi

Berita Sesudah

Menjelajah Sungai Ledok Sambi

Berita Terkait

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Cerpen “Robohnya Surau Kami” dari Perspektif Psikoanalisis

Minggu, 15/2/26 | 17:22 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran)   Robohnya Surau Kami merupakan kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh...

Perspektif Ekologis dalam Berbahasa

Ancaman Ekologis Krisis Air dari Tren Penggunaan AI di Media Sosial

Minggu, 15/2/26 | 17:14 WIB

Oleh: Arina Isti’anah (Dosen Sastra Inggris, Universitas Sanata Dharma)   Kecerdasan buatan artificial inteligence (AI) secara luas telah digunakan dalam...

Puisi-puisi M. Subarkah

Bahasa yang Membentuk Cara Kita Membenci

Minggu, 01/2/26 | 15:17 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Magister Linguistik Universitas Andalas)   Kebencian jarang lahir dari kekosongan. Ia tumbuh pelan-pelan, disirami kata-kata, dipupuk...

Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Minggu, 01/2/26 | 15:10 WIB

Oleh: Rosidatul Arifah (Mahasiswi Sastra Indonesia dan Anggota Labor Penulisan Kreatif LPK FIB Universitas Andalas)   Pembahasan mengenai perempuan sering...

Pemilu Indonesia: Antara Demokrasi Substantif dan Demokrasi Prosedural

Pemilu Indonesia: Antara Demokrasi Substantif dan Demokrasi Prosedural

Selasa, 27/1/26 | 18:38 WIB

Oleh: Firnanda Amdimas (Mahasiswa Jurusan Hukum, Universitas Muhammad Natsir Bukittinggi)   Pemilihan umum (pemilu) merupakan pilar utama demokrasi di Indonesia....

Batu dan Zaman

Baju Berani Loppy: Mengelola Kecemasan Melalui Sastra Anak

Senin, 26/1/26 | 06:34 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa  (Dosen Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)  Selama ini, sastra anak kerap diposisikan sebagai...

Berita Sesudah

Menjelajah Sungai Ledok Sambi

Discussion about this post

POPULER

  • Perspektif Ekologis dalam Berbahasa

    Ancaman Ekologis Krisis Air dari Tren Penggunaan AI di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Cerpen “Robohnya Surau Kami” dari Perspektif Psikoanalisis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Sumbar Turun ke Lapangan, Pastikan Pembenahan Sungai dan Air Bersih di Padang Berjalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Pintar, Cerdas, Pandai, Cakap, Cerdik, dan Mahir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024