Sabtu, 24/10/26 | 03:44 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Salah Langkah

Minggu, 18/9/22 | 11:35 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Beberapa hari belakangan ini saya sedang “menyibukan” diri untuk bermain catur dan ludo yang tersedia di aplikasi game mobile. Pilihan menggunakan catur dan ludo secara daring sebenarnya karena lebih mudah saja untuk memainkannya. Setidaknya bisa dimainkan sambil rebahan. Selain itu, saya juga bisa memainkan dengan teman-teman tanpa perlu bertemu atau berkumpul dalam satu ruangan yang sama. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dalam aktivitas keseharian. Begitu slogannya.

Kedua game daring itu bagi saya sama-sama memberikan tantangan sejak awal permainan dimulai. Catur misalnya, saya harus berpikir ekstra sejak langkah awal agar langkah-langkah berikutnya sesuai dengan rencana. Lain pula dengan ludo, game yang satu ini tidak hanya membuat saya berpikir ekstra saja, tapi juga sering naik darah. Terkadang, saya butuh lebih sepuluh kali lempar dadu, bahkan lebih untuk dapat angka enam agar mulai bermain.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Terkadang, saya juga mengalami hal yang menyakitkan dalam memainkan kedua game tersebut. Dalam game catur hal yang menyakitkan adalah di saat bidak yang saya punyai lebih banyak dibandingkan punya lawan, namun dalam beberapa langkah ke depan keadaan berbanding terbalik. Dalam permainan ludo, hal menyedihkan itu ketika bidak yang saya punya menunggu untuk menuju zona home, tapi diusir oleh bidak lawan yang memperoleh angka dadu untuk berada di tempat bidak saya. Muara dari hal menyakitkan itu adalah berujung dengan kekalahan.

Hal yang selalu saya lakukan saat mengalami kekalahan dalam permainan adalah evaluasi. Bagi saya ini penting, terutama saat mengalami kekalahan tragis, yaitu kekalahan yang diawali dengan adanya harapan akan menang, misalnya saat bidak catur saya masih mempunyai menteri dan dua benteng, tapi malah dapat kena skakmat. Kekalahan tragis di game ludo adalah saat semua bidak sudah berbaris untuk masuk zona home (zona yang memiliki warna sesuai warna bidak), malah kena penalti oleh bidak lawan, bahkan yang lebih menyakitkan lagi, pihak lawan lebih dulu menyelesaikan game ketika saya masih sibuk menanti dadu angka enam agar dapat memulai permainan.

Hasil evaluasi dari kekalahan itu adalah salah langkah. Kedua permainan tersebut memang membutuhkan langkah dan strategi yang matang agar dapat menyelesaikan permaian dengan memperoleh kemenangan. Beberapa kali saya mencoba untuk menerapkan strategi yang matang agar tidak salah langkah dan dapat memenangkan permainan. Akan tetapi, tidak semua pula yang berakhir dengan kemenangan. Terkadang saya harus menurunkan level tim lawan agar strategi yang diterapkan tidak salah langkah, bahkan untuk hal yang terakhir ini, saya sering memperoleh kemenangan.

Saya jadi kepikiran tentang tingkat rintangan yang dihadapi dalam bermain game. Apakah perlu menurunkan level perlawanan agar tidak salah langkah dan memperoleh kemenangan? Saya kira tidak ada salahnya pula untuk melakukannya. Begitupun dengan hal di luar game, paling tidak agar tidak stres dan jenuh dalam aktivitas keseharian.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kembali ke EYD

Berita Sesudah

Prof. Azyumardi, Amerika, dan Unand

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Berita Sesudah
Prof. Azyumardi, Amerika, dan Unand

Prof. Azyumardi, Amerika, dan Unand

Discussion about this post

POPULER

  • Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

    Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perluasan Area Perkebunan, Kabupaten Solok Siap jadi Lumbung Kopi dan Kakao Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbaiki Akses Warga, Pemkab Dharmasraya Ganti Lantai Dua Jembatan Bailey dengan Baja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026