Sabtu, 24/1/26 | 17:18 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Reno Wulan Sari

Minggu, 18/9/22 | 07:00 WIB

Dayana

memang tak berkesudahan, Nak
segala tanya yang kautarik dan ulur di ujung mata
termasuk belulang tajam, menancap kening
suatu hari, hendak kugeser ke atas telinga
menjadi tanduk, merobek perut, serupa hasut
berlarilah, Nak, tak mengapa
tapi jangan ke arah perut. Jauhi!
kau akan kecewa begitu tahu
ia tak lagi punya tulang
memang tak berkesudahan, Nak
biarkan ia mati dimakan kabar
tentang kuburnya yang lenyap
dibawa hantu bersisik
berlarilah, Nak
bawa ceritanya yang tak berkesudahan ke tepi laut
barangkali di seberang pulau
seorang tua menunggu sisa rambutnya
untuk dikubur baik-baik

(Busan, September 2022)

 

Lingga

pada malam yang setajam matamu, banyak orang sedang memintal
semua ambil bagian memilin dari ujung ke ujung
dari pangkal ke muara
dari laut ke teluk
dari selat ke pulau
dan kau menjadi anak air
berkecipak ke tiap sela batu
saat semua orang berdendang di permukaannya
aduhai licin, beludru batu
kau bergumuruh membuat pusar
mengisap semua dimensi setiap orang
dan mereka tenggelam
pada lelap malam yang setajam matamu
Siren memberi tahu resep merebus rambut
kemarin, Dayana melepasnya di tepi laut
mungkin kini, ia mengapung

BACAJUGA

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Onde-Onde dan Klepon: Perbedaan Budaya, Perbedaan Nama

Minggu, 11/1/26 | 09:39 WIB
Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Perbedaan Frasa “Sepatu Baru” dan “Sepatu yang Baru”

Minggu, 21/12/25 | 08:22 WIB

kesudahannya,
kau selalu menjadi anak air
yang kini membuat arus sendiri

(Busan, September 2022)

Flania

kami tak punya kotak pos
tapi kami bisa membuka pintu sepanjang hari
menyangganya dengan bata
menggantung tali di atas ventilasi
dengan lonceng nyaring sampai ke belakang

kami tak punya telepon
tapi kami bisa membuka jendela sepanjang hari
menyibak tirainya hingga ke tepi
mengikatnya agar tak lepas
dengan tali cantik berpita merah

kami tak punya tetangga
di sekeliling petak sawah
tempat terujung kelana

pintu dan jendela terus terbuka
barangkali esok, kau datang mencari kamar

(Busan, September 2022)

 

Biodata:

Reno Wulan Sari merupakan Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Bukunya telah terbit dalam bentuk kumpulan cerpen yang berjudul Catatan Pertama. Selain menulis puisi, cerpen, dan artikel, ia juga merupakan sutradara teater yang tertarik pada ilmu geografi, dunia cosmos, dan segala hal tentang alam semesta

Tags: #Reno Wulan Sari
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Partisipasi Gen-Z “Sitawa Sidingin” Pemilu 2024

Berita Sesudah

Review Buku Aliansi Monyet Putih: Dari Orang-Orang yang Terpinggirkan

Berita Terkait

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Minggu, 16/11/25 | 19:38 WIB

Menebak Pikiran Amir Oleh: Afny Dwi Sahira Sendu mata Amir rindu Buya Mengingat Buya semasa hidup Peninggalan Buya memenuhi memori...

Berita Sesudah
Maskulinitas dalam Iklan Sampo Head & Shoulders

Review Buku Aliansi Monyet Putih: Dari Orang-Orang yang Terpinggirkan

Discussion about this post

POPULER

  • Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

    Firdaus Kembali Pimpin PKB Sumbar, Optimis Bawa PKB Capai Puncak pada Pemilu Mendatang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Komitmen Dukung Percepatan Pembebasan Lahan Sukseskan PSN di Kota Padang.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024