Senin, 31/8/26 | 10:51 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Ilmu Koncek versus Ilmu Planning

Minggu, 22/5/22 | 07:00 WIB

Oleh: Metra Wiranda, Sos.
(Alumni Jurusan Manajemen UIN Imam Bonjol Padang)

 

Kita akan sering mendengar suara koncek di Sumatera Barat jika berkunjung ke sawah, kebun, dan ladang. Koncek dalam bahasa Indonesia adalah kodok atau katak, yaitu sejenis hewan ampibi yang hidup di dua alam. Kalau di Padang, koncek tidak hanya terkenal di kawasan persawahan saja, tapi juga terkenal dengan sebutan ilmunya, yaitu ilmu koncek, tapi jangan salah tafsir dulu. Ilmu koncek ini bukan katak yang memiliki ilmu menghilang ataupun bisa terbang ke angkasa. Ilmu koncek hanyalah sebuah perumpamaan bagi seseorang yang bertindak atau ingin melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang terlebih dahulu tanpa adanya perencanaan yang matang. Atau bisa juga dikatakan dengan ide yang muncul secara spontan dengan memerlukan tindakan sedini mungkin tanpa ada pertimbangan yang matang. Itulah yang dikatakan dengan ilmu koncek. Ilmu koncek sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari.

BACAJUGA

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

Minggu, 30/8/26 | 16:29 WIB
Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Selasa, 25/8/26 | 22:59 WIB

Koncek memiliki gaya khas dengan melompat-lompat. Ia melompat dari satu tempat ke tempat lain dengan waktu yang singkat. Nah, begitulah orang yang berilmu koncek. Jika melakukan sesuatu langsung dikerjakan secara sekonyong-konyong tanpa ada perencanaan yang bagus dan matang.

Peristiwa ilmu koncek kerap muncul ketika sudah kumpul-kumpul di tongkrongan dengan teman-teman anak muda. Mereka saling berwacana dan berencana ingin melakukan sesuatu dengan tujuan mempererat kebersamaan, baik melakukan perjalanan keliling daerah di waktu lebaran, bakar-bakar ikan di rumah teman, atau nanjak (mendaki) gunung untuk menghilangkan stres. Rencana yang diumbar seringkali berakhir menjadi wacana sebab direncanakan dalam waktu yang cukup lama. Contohnya, Hei Bro, saya lagi stres nih, nanjak kita yuk gaes. Kapan? Kalau akhir bulan bagaimana gaes? Waduhh, lama kali tuh. Nanti malam saja, bagaimana?

Nah, seperti itulah bentuk dari percakapan yang menandakan ilmu koncek. Mereka lebih suka dengan rencana yang instan tanpa memikirkan dan mempertimbangkan lebih dulu. Sebab kerap merencanakan sesuatu yang berujung kandas di pertengahan jalan menjelang hari H. Saat acara direncanakan jauh-jauh hari, ujung-ujungnya acara itu jadi batal menjelang hari H.

Ilmu koncek ini sangat fatal sebab melakukan sesuatu tanpa perencanaan sangat bahaya. Kita perlu meramalkan sesuatu yang akan terjadi nantinya sebab kita tidak tahu medan tempuh yang akan dilalui, apakah berat, sedang, atau ringan.  Kita tidak tahu sifat alam berubah-ubah. Kadang,  siang panas dan malamnya hujan. Begitu juga sebaliknya. Jika berbagai kemungkinan ini tidak dikaji secara matang, akan berbahaya bagi yang melakukan perjalanan jauh, seperti mendaki gunung dan perjalanan yang memiliki medan tempuh yang berat.

Dilihat dari ilmu planning (perencanaan) yang dikemukakan oleh Santoso S. Hamidjojo, perencanaan adalah kegiatan atau hasil pemikiran tentang sesuatu yang akan dicapai setelah mempertimbangkan sumber dan kendala. Secara sederhana, teori perencanaan bisa dikatakan dapat memberikan gambaran bahwasanya perencanaan kegiatan memerlukan suatu kajian dengan mempertimbangkan hal-hal/kendala yang kemungkinan yang akan terjadi nantinya, baik itu bersumber dari internal diri kita maupun eksternal atau dari alam itu sendiri. Ilmu perencanaan bagus jika diterapkan secara kontekstual dan fleksibel maka segala perencanaan yang akan kita lakukan akan berjalan dengan lancar serta kecil kemungkinan hal yang tak terduga akan terjadi sebab kita telah terlebih dulu membaca situasi di lapangan.

Kedua ilmu ini menurut saya sama-sama baiknya. Hal itu tergantung kapan penempatannya saja. Ilmu koncek bagus dalam hal gerakannya yang spontan namun lemah pada saat membaca situasi di lapangan. Ilmu perencanaan bagus dalam perencanaannya namun lamban dalam gerakannya. Jika melakukan sesuatu dengan medan tempuh yang ringan sebaiknya pakai ilmu koncek, tapi jika medan tempuh berat,  alangkah baiknya memakai ilmu planning (perencanaan).

Gadur, Enam Lingkung, Padang Pariaman, 16 Mei 2022

Tags: #Metra Wiranda Putra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Jalan Lurus Pengusaha dan Politisi H. Moh. Saleh Asnawi

Berita Sesudah

Puisi-puisi Reno Wulan Sari

Berita Terkait

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

Minggu, 30/8/26 | 16:29 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia dan Anggota Labor Penulisan Kreatif FIB Universitas Andalas)   Ketika melihat lengkungan warna-warni yang...

Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Selasa, 25/8/26 | 22:59 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)    Bahasa Melayu Riau tidak sekadar kumpulan kata yang digunakan...

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Minggu, 23/8/26 | 22:08 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di tengah padatnya aktivitas dan tekanan yang dihadapi anak...

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Minggu, 16/8/26 | 23:09 WIB

Oleh: Bunga Amelia (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Bagi sebagian orang, mendengar kata sintaksis mungkin terasa menakutkan. Mata...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Minggu, 16/8/26 | 22:50 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Batagak gala mudo menjadi salah satu tradisi penting...

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB

Oleh: Devi Analia (Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Akses pembiayaan kerap menjadi hambatan utama bagi petani kecil...

Berita Sesudah
Reno Wulan Sari

Puisi-puisi Reno Wulan Sari

Discussion about this post

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ibu Kota Nusantara (IKN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026