Kamis, 15/10/26 | 13:11 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Ilmu Koncek versus Ilmu Planning

Minggu, 22/5/22 | 07:00 WIB

Oleh: Metra Wiranda, Sos.
(Alumni Jurusan Manajemen UIN Imam Bonjol Padang)

 

Kita akan sering mendengar suara koncek di Sumatera Barat jika berkunjung ke sawah, kebun, dan ladang. Koncek dalam bahasa Indonesia adalah kodok atau katak, yaitu sejenis hewan ampibi yang hidup di dua alam. Kalau di Padang, koncek tidak hanya terkenal di kawasan persawahan saja, tapi juga terkenal dengan sebutan ilmunya, yaitu ilmu koncek, tapi jangan salah tafsir dulu. Ilmu koncek ini bukan katak yang memiliki ilmu menghilang ataupun bisa terbang ke angkasa. Ilmu koncek hanyalah sebuah perumpamaan bagi seseorang yang bertindak atau ingin melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang terlebih dahulu tanpa adanya perencanaan yang matang. Atau bisa juga dikatakan dengan ide yang muncul secara spontan dengan memerlukan tindakan sedini mungkin tanpa ada pertimbangan yang matang. Itulah yang dikatakan dengan ilmu koncek. Ilmu koncek sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari.

BACAJUGA

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Selasa, 13/10/26 | 18:50 WIB
Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Senin, 12/10/26 | 14:55 WIB

Koncek memiliki gaya khas dengan melompat-lompat. Ia melompat dari satu tempat ke tempat lain dengan waktu yang singkat. Nah, begitulah orang yang berilmu koncek. Jika melakukan sesuatu langsung dikerjakan secara sekonyong-konyong tanpa ada perencanaan yang bagus dan matang.

Peristiwa ilmu koncek kerap muncul ketika sudah kumpul-kumpul di tongkrongan dengan teman-teman anak muda. Mereka saling berwacana dan berencana ingin melakukan sesuatu dengan tujuan mempererat kebersamaan, baik melakukan perjalanan keliling daerah di waktu lebaran, bakar-bakar ikan di rumah teman, atau nanjak (mendaki) gunung untuk menghilangkan stres. Rencana yang diumbar seringkali berakhir menjadi wacana sebab direncanakan dalam waktu yang cukup lama. Contohnya, Hei Bro, saya lagi stres nih, nanjak kita yuk gaes. Kapan? Kalau akhir bulan bagaimana gaes? Waduhh, lama kali tuh. Nanti malam saja, bagaimana?

Nah, seperti itulah bentuk dari percakapan yang menandakan ilmu koncek. Mereka lebih suka dengan rencana yang instan tanpa memikirkan dan mempertimbangkan lebih dulu. Sebab kerap merencanakan sesuatu yang berujung kandas di pertengahan jalan menjelang hari H. Saat acara direncanakan jauh-jauh hari, ujung-ujungnya acara itu jadi batal menjelang hari H.

Ilmu koncek ini sangat fatal sebab melakukan sesuatu tanpa perencanaan sangat bahaya. Kita perlu meramalkan sesuatu yang akan terjadi nantinya sebab kita tidak tahu medan tempuh yang akan dilalui, apakah berat, sedang, atau ringan.  Kita tidak tahu sifat alam berubah-ubah. Kadang,  siang panas dan malamnya hujan. Begitu juga sebaliknya. Jika berbagai kemungkinan ini tidak dikaji secara matang, akan berbahaya bagi yang melakukan perjalanan jauh, seperti mendaki gunung dan perjalanan yang memiliki medan tempuh yang berat.

Dilihat dari ilmu planning (perencanaan) yang dikemukakan oleh Santoso S. Hamidjojo, perencanaan adalah kegiatan atau hasil pemikiran tentang sesuatu yang akan dicapai setelah mempertimbangkan sumber dan kendala. Secara sederhana, teori perencanaan bisa dikatakan dapat memberikan gambaran bahwasanya perencanaan kegiatan memerlukan suatu kajian dengan mempertimbangkan hal-hal/kendala yang kemungkinan yang akan terjadi nantinya, baik itu bersumber dari internal diri kita maupun eksternal atau dari alam itu sendiri. Ilmu perencanaan bagus jika diterapkan secara kontekstual dan fleksibel maka segala perencanaan yang akan kita lakukan akan berjalan dengan lancar serta kecil kemungkinan hal yang tak terduga akan terjadi sebab kita telah terlebih dulu membaca situasi di lapangan.

Kedua ilmu ini menurut saya sama-sama baiknya. Hal itu tergantung kapan penempatannya saja. Ilmu koncek bagus dalam hal gerakannya yang spontan namun lemah pada saat membaca situasi di lapangan. Ilmu perencanaan bagus dalam perencanaannya namun lamban dalam gerakannya. Jika melakukan sesuatu dengan medan tempuh yang ringan sebaiknya pakai ilmu koncek, tapi jika medan tempuh berat,  alangkah baiknya memakai ilmu planning (perencanaan).

Gadur, Enam Lingkung, Padang Pariaman, 16 Mei 2022

Tags: #Metra Wiranda Putra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Jalan Lurus Pengusaha dan Politisi H. Moh. Saleh Asnawi

Berita Sesudah

Puisi-puisi Reno Wulan Sari

Berita Terkait

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Selasa, 13/10/26 | 18:50 WIB

Taufiq Muhammad Akbar ‎Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas (UNAND) Undang-undang berubah, Pasal diperbaiki, Ancaman pidana disesuaikan, Istilah hukum diperbarui. Tetapi...

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Senin, 12/10/26 | 14:55 WIB

Ilustrasi: Hukum dan regulasi hanyalah pagar luar, namun kesadaran dan etika digital masyarakat adalah benteng utama yang sesungguhnya dalam menangkal...

Puisi-puisi M. Subarkah

Bahasa, Miskomunikasi, dan Konflik Rumah Ibadah

Senin, 12/10/26 | 06:40 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Bahasa memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman, hubungan sosial, dan sikap...

Penentu Arah Perubahan Zaman

Penentu Arah Perubahan Zaman

Minggu, 11/10/26 | 20:39 WIB

Oleh: Arza Kailla Chaerani (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Dunia terus berubah, begitu pula cara manusia memahami identitas,...

Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

Minggu, 11/10/26 | 20:02 WIB

Oleh: Arina Isti’anah (Dosen Sastra Inggris, Universitas Sanata Dharma)   Dalam ranah sosio-kognitif, bahasa merupakan piranti yang menjembatani memori dan...

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Minggu, 04/10/26 | 22:27 WIB

Oleh: Irfan Pandesta Putra, S.Hum (Sejarawan & Alumni S1 Ilmu Sejarah FIB Universitas Andalas)   Novel Siti Nurbaya: Kasih Tak...

Berita Sesudah
Reno Wulan Sari

Puisi-puisi Reno Wulan Sari

Discussion about this post

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fenomena Kabut Asap di Sumbar, Donizar: Jangan Tunggu Ada Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026