Selasa, 21/4/26 | 23:16 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI

Jalan Lurus Pengusaha dan Politisi H. Moh. Saleh Asnawi

Rabu, 18/5/22 | 13:15 WIB
Biografi Moh. Saleh Asnawi
Buku Biografi Moh. Saleh Asnawi Jalan Lurus

Jalan Lurus Moh. Saleh Asnawi

Judul                     : Pengusaha dan Politisi Jalan Lurus

Penulis                  : Uten Sutendy

Penerbit                : Media Komunikasi, Tangerang Selatan

BACAJUGA

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB
Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Tahun Terbit          : April 2021

Hal                        : iv + 188 halaman

ISBN                      : 9789791660440

 

Pada halaman awal biografi H. Moh. Saleh Asnawi, pengusaha yang juga dikenal sebagai politisi ini menyampaikan beberapa kalimat yang sepertinya menjadi premis dalam skenario hidupnya. Kutipan itu berbunyi “tiap rezeki yang kita peroleh dari usaha mengandung dimensi sosial. Karena itu, apa yang kita peroleh sebagian harus kita kembalikan kepada masyarakat agar menjadi doa bagi kemajuan dan perkembangan usaha.”

Apa yang disampaikan oleh H. Moh. Saleh Asnawi tersebut jika dilihat dalam kerangka yang lebih luas akan menjawab pertanyaan banyak orang apa motif pengusaha sukses asal Tanggamus, Lampung tersebut terjun ke dunia politik. Politik bagi H. Moh. Saleh Asnawi salah satunya adalah wadah untuk mengembalikan apa yang sudah diperolehnya sebagai pengusaha.

Dengan dasar hal tersebut, H. Moh. Saleh Asnawi mampu menjadikan politik sebagai jalan lurus yang selama ini dianggap oleh banyak orang sebagai ranah yang kotor karena politik cendrung dianggap sebagai tempat perebutan kekuasaan dan uang. Bagi H. Moh. Saleh Asnawi, politik bukan tempat mencari “hidup”, tapi politik baginya tempat berbagi untuk kepentingan masyarakat.

Jalan lurus yang menjadi judul buku ini bagi H. Moh. Saleh Asnawi memiliki makna yang mendalam yang menjadi pegangan hidupnya. Jalan lurus artinya segala sesuatu itu akan berhasil kalau kita tulus, berada di jalan yang lurus artinya tidak berusaha mengelabui ataupun berbuat jahat pada orang lain.

Buku dengan 23 bagian ini sebenarnya menceritakan jalan hidup H. Moh. Saleh Asnawi yang lahir dari rahim petani, kemudian perjuangannya menuntut ilmu, menjadi aktivis pergerakan, belajar menjadi pengusaha hingga menjadi pengusaha sukses, kemudian memilih jalan politik sebagai lahan pengabdiannya, dan tak lupa juga bagaimana ia menjadi kepala keluarga bagi istri dan anak-anaknya.

Kisah sukses H. Moh. Saleh Asnawi ini patut dibaca oleh siapa saja yang sedang mencari motivasi dalam hidup untuk sukses. Setidaknya anak petani dari Lampung Selatan ini sudah membuktikan bahwa kesuksesan bukan hanya milik segelintir orang yang orang tuanya kaya, akan tetapi kesuksesan adalah milik orang-orang yang mau berusaha.

Moh. Saleh Asnawi pada dasarnya adalah salah satu prototipe pengusaha sukses yang merintis usaha dari bawah. Ia memulai usaha sejak kuliah, jika teman-temannya sibuk kuliah ia tidak hanya sibuk menuntut ilmu akan tetapi juga memanfaatkan masa mudanya untuk memulai usaha. Saat kuliah itu ia tidak segan untuk menjadi sales di sebuah perusahaan asuransi. Kini sebagai pengusaha ia sudah mengembangkan bisnisnya pada berbagai sektor seperti; properti, agrobisnis, pembangunan pasar, hingga pengembangan objek wisata.

Sebagai politisi H. Moh. Saleh Asnawi pernah menjadi Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan dan pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan. Dunia politik tidak mengubah H. Moh. Saleh Asnawi sebagai seorang yang lurus. Sebagai politisi ia tetap mencerminkan diri sebagai politisi yang perlu ditauladani. Ia adalah sosok politisi yang penuh dengan kejujuran, low profile, gaya bahasa ringan dan lugas yang mudah dipahami.

Terakhir sebelum menutup tulisan ini, perlu digaris bawahi bahwa di mata banyak politisi di Tangerang Selatan, H. Moh. Saleh Asnawi adalah orang tua yang sangat bijak dalam bertindak. Pengalaman hidup beliau dapat menjadi pelajaran hidup bagi generasi muda (pengusaha muda ataupun politisi muda). Anak-anak muda bisa belajar soal ketekunan, kerja keras dan sikap merakyat dari H. Moh. Saleh Asnawi. Ia adalah teladan untuk menempuh jalan lurus baik di dunia usaha maupun dalam jalan politik. (*)

 

 

Tags: BiografiBuku Jalan LurusMoh. Saleh Asnawi
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Stereotip Aneh yang Tidak Seharusnya “Diwajarkan”

Berita Sesudah

Ilmu Koncek versus Ilmu Planning

Berita Terkait

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB

Oleh: M. Subarkah dan Maharani Syifa Ramadhan (Mahasiswa Program Magister Linguistik Universitas Andalas dan Mahasiswi Program Magister Sastra Universitas Padjajaran)...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)    Idulfitri merupakan frasa  bahasa Arab, terdiri...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Minggu, 19/4/26 | 21:49 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata ini dan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

Minggu, 12/4/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Idiom “keras kepala” menjadi viral karena diucapkan...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Berita Sesudah
Ilmu Koncek versus Ilmu Planning

Ilmu Koncek versus Ilmu Planning

Discussion about this post

POPULER

  • Memahami Kembali Imbuhan memper-

    Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Penghubung “tetapi” dan “sedangkan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-Puisi Elly Delfia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026