Sabtu, 24/1/26 | 20:22 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Indah Wulandari Pulungan

Minggu, 03/4/22 | 07:00 WIB

Mengkaji Kemustajaban

Lama sudah kita berbaring di pelupuk kekufuran
Berdendang berbuai-buai dalam dekapan nikmat duniawi
Meringik lara di ambung ciptaan-Nya yang tak kekal
Sedang Ia terlupakan di setiap sujud yang tak sampai

Malam ini sekar sajadah menunggumu di malam pengampunan
Menagih iman yang sempat terguncang keramahan dunia
Sedang engkau lupa pemilik dari segalanya
Gelojoh akan selesa menutup mata menuju darulbaka
Kirana tasbih memintamu memafhumi kemustajaban
Akhirulkalam ayat-ayat suci menjadi penawar kefasikan

Padang, 2022


Kelindan Jumantara

Fadilat masa lazuardi di antara rupa penyengat
Menanam benang mencuat ke dalam renda berenda
Katamu, kataku tidak akan diredam
Nyatanya mereka yang bungkam
Teriak disumpal kefasikan
Jenggala dibabat dengan merdeka
Kelindan berserak mengait kantong-kantong gulita
Sedang kediaman mereka gempita oleh gemerincing aurum

BACAJUGA

No Content Available

Padang, 2022

 

Bulan Nirmala

Gaung sangkala tak henti menyerukan ketahiran
Riuh bentala semarak mengagungkan kebesaran-Nya
Nak, kita kembali mengukir pinta di bulan penuh nirmala
Malam ini sebutlah mantra dalam kedaifan
Hanyutlah bersama harmoni mustakim
Hingga pekik di dada merambah pada pekat derai air mata
Rekatkan yang terpecah himpunkan yang terserak
Pada setiap helai bulan ini, Tuhan mengajakmu berunding
Demikian fatwa surga dari Ibuku

Padang, 2022

 

Pitawat Ramadan

Dekap dalam lila
Rawat penuh tabah
Fajar beradu terik
Ufuk barat memberi teduh
Redam dalam sujud
Suarakan dalam doa

Padang, 2022

 

Biodata Penulis:

Indah Wulandari Pulungan adalah mahasiswi S-2 Kajian Budaya Universitas Andalas. Penulis buku Kitab Cerpen Titian Senja ini lahir di Kota Sibolga pada tanggal 30 Oktober tahun 2000. Tulisannya telah dimuat di media massa.

Tags: #Indah Wulandari Pulungan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Meninjau Kembali Ejaan Jepang dalam Bahasa Indonesia

Berita Sesudah

Yang Istimewa dan Khas Itu Namanya Kusuih

Berita Terkait

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Minggu, 16/11/25 | 19:38 WIB

Menebak Pikiran Amir Oleh: Afny Dwi Sahira Sendu mata Amir rindu Buya Mengingat Buya semasa hidup Peninggalan Buya memenuhi memori...

Berita Sesudah
Yang Istimewa dan Khas Itu Namanya Kusuih

Yang Istimewa dan Khas Itu Namanya Kusuih

Discussion about this post

POPULER

  • Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

    Firdaus Kembali Pimpin PKB Sumbar, Optimis Bawa PKB Capai Puncak pada Pemilu Mendatang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Komitmen Dukung Percepatan Pembebasan Lahan Sukseskan PSN di Kota Padang.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024