Jumat, 29/8/25 | 18:13 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Indah Wulandari Pulungan

Minggu, 03/4/22 | 07:00 WIB

Mengkaji Kemustajaban

Lama sudah kita berbaring di pelupuk kekufuran
Berdendang berbuai-buai dalam dekapan nikmat duniawi
Meringik lara di ambung ciptaan-Nya yang tak kekal
Sedang Ia terlupakan di setiap sujud yang tak sampai

Malam ini sekar sajadah menunggumu di malam pengampunan
Menagih iman yang sempat terguncang keramahan dunia
Sedang engkau lupa pemilik dari segalanya
Gelojoh akan selesa menutup mata menuju darulbaka
Kirana tasbih memintamu memafhumi kemustajaban
Akhirulkalam ayat-ayat suci menjadi penawar kefasikan

Padang, 2022


Kelindan Jumantara

Fadilat masa lazuardi di antara rupa penyengat
Menanam benang mencuat ke dalam renda berenda
Katamu, kataku tidak akan diredam
Nyatanya mereka yang bungkam
Teriak disumpal kefasikan
Jenggala dibabat dengan merdeka
Kelindan berserak mengait kantong-kantong gulita
Sedang kediaman mereka gempita oleh gemerincing aurum

BACAJUGA

No Content Available

Padang, 2022

 

Bulan Nirmala

Gaung sangkala tak henti menyerukan ketahiran
Riuh bentala semarak mengagungkan kebesaran-Nya
Nak, kita kembali mengukir pinta di bulan penuh nirmala
Malam ini sebutlah mantra dalam kedaifan
Hanyutlah bersama harmoni mustakim
Hingga pekik di dada merambah pada pekat derai air mata
Rekatkan yang terpecah himpunkan yang terserak
Pada setiap helai bulan ini, Tuhan mengajakmu berunding
Demikian fatwa surga dari Ibuku

Padang, 2022

 

Pitawat Ramadan

Dekap dalam lila
Rawat penuh tabah
Fajar beradu terik
Ufuk barat memberi teduh
Redam dalam sujud
Suarakan dalam doa

Padang, 2022

 

Biodata Penulis:

Indah Wulandari Pulungan adalah mahasiswi S-2 Kajian Budaya Universitas Andalas. Penulis buku Kitab Cerpen Titian Senja ini lahir di Kota Sibolga pada tanggal 30 Oktober tahun 2000. Tulisannya telah dimuat di media massa.

Tags: #Indah Wulandari Pulungan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Meninjau Kembali Ejaan Jepang dalam Bahasa Indonesia

Berita Sesudah

Yang Istimewa dan Khas Itu Namanya Kusuih

Berita Terkait

Puisi-puisi M. Subarkah

Puisi-puisi M. Subarkah

Minggu, 17/8/25 | 16:52 WIB

Ilustrasi:Meta AI Suara dari Sajadah Ayah Oleh: M. Subarkah Di atas sajadah usang itu, ayah duduk seperti gunung yang berzikir....

Puisi-puisi Kurnia Maesaroh

Puisi-puisi Kurnia Maesaroh

Minggu, 10/8/25 | 14:12 WIB

Ilustrasi: Meta AI Mengusahakan Akhir, Menumpuk Sakit Oleh: Kurnia Maesaroh Kini t'lah mencapai akhir Dari akhir yang terus diusahakan kemarin...

Puisi-puisi Hanaa Kamilia

Puisi-puisi Hanaa Kamilia

Minggu, 03/8/25 | 16:28 WIB

Ilustrasi: Meta AI Laut Bulan Februari Karya : Hanaa Kamilia Memikul gulungan pertanyaan di hatimu Menyeret getar jiwa berjarak dari...

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Minggu, 27/7/25 | 14:38 WIB

Ilustrasi: Meta AI Tangis Naskah ke 50 Oleh : Afny Dwi Sahira Jari-jari tangan terbalut kapas Surat penolakan ke-49 datang...

Puisi-puisi M. Subarkah

Puisi-puisi M. Subarkah

Minggu, 20/7/25 | 12:39 WIB

Ilustrasi: Meta AI Senja di Muara Padang Oleh: M. Subarkah  Senja menetes di ujung muara Langit berwarna kunyit bercampur saga...

Puisi-puisi Salwa Ratri Wahyuni

Puisi-puisi Salwa Ratri Wahyuni

Minggu, 06/7/25 | 11:46 WIB

Ilustrasi: Meta AI Hujan dan Macam-Macam Ketertundaan Oleh: Salwa Ratri Wahyuni september mengasuh nyawa bumi, dingin, lembab, serta berkabut pekat,...

Berita Sesudah
Yang Istimewa dan Khas Itu Namanya Kusuih

Yang Istimewa dan Khas Itu Namanya Kusuih

Discussion about this post

POPULER

  • Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buzzer, Kominfo, dan Tensi Politik Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 401 PPPK di Pesisir Selatan Resmi Dilantik, Bupati Ingatkan Jangan Gadaikan SK ke Bank

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Solok Tutup Safari Berburu Hama, Dorong Perlindungan Pertanian dan Silaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukittinggi Didorong Jadi Kota Beradat, Berbudaya, dan Ramah Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tragedi Affan, PMII Padang Ingatkan Jangan Ada Impunitas Aparat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024