Jumat, 12/6/26 | 06:13 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Toping Martabak Manis dan Cerita di Baliknya

Minggu, 06/2/22 | 09:34 WIB


Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Siapa yang tidak mengenal martabak manis? Makanan dengan aneka toping yang menggugah selera. Saya pikir makanan yang satu ini familiar bagi kita semua. Tidaklah sulit untuk mencarinya dan hampir di setiap daerah pula ada yang menjualnya. Mungkin saja dengan nama yang berbeda, ada Martabak Bandung, Martabak Manis, atau Martabak Bangka. Mungkin masih ada nama lainnya. Sejauh yang saya temukan dan cicipi, semua jenis martabak tersebut adalah jenis makanan yang sama, bahkan menjadi pilihan tepat untuk momen spesial. Tidak berlebihan pula kiranya saya nyatakan kalau makanan ini juga menjadi khas buah tangan saat berkunjung ke rumah keluarga atau kolega.

Martabak manis merupakan makanan spesial bagi saya, mungkin juga bagi pembaca. Bukan karena ada yang menggunakan merek dagangnya dengan diksi “spesial”, seperti “Martabak Keju Spesial” misalnya. Namun, banyak pula momen spesial yang harus disuguhi martabak manis. Bagi saya momen spesial haruslah dihadapi dengan hal sempurna, sesempurna jenis olahan adonan di dalam martabak tersebut. Karena martabak manis selalu memberikan tawaran sempurna bagi penikmatnya. Tidak hanya beraneka jenis toping, tapi juga berbagai jenis adonannya seperti original, coklat, dan pandan.

Bagi sebagian pembeli tentu membaca daftar menu sebelum menentukan pilihan, atau paling tidak melihat daftar harga yang tertera. Mungkin saja kita sebagai pembeli ingin memesan sesuai dengan budget yang dikantongi. Mana tahu ada yang ingin memesan lebih dari satu porsi. Tentu hal tersebut menjadi pertimbangan. Tapi pernahkah pembaca mengalami atau paling tidak bertemu dengan pembeli yang memesan sesuai dengan kondisi hati?

Beraneka macam menu yang ditawarkan dari olahan martabak manis, berbagai macam pula mood pembeli saat memilihnya. Uniknya, menu-menu toping dan adonan yang ditawarkan itu seakan memberi “pesan” kepada pembelinya sesuai dengan mood. Pada suatu waktu, saya menemani rekan untuk membeli martabak manis. Sebenarnya tidak ada momen “spesial” yang akan kami hadapi. Hanya saja kondisi cuaca pada malam itu sangat mendukung untuk mengonsumsi martabak manis. Hujan disertai angin dan tentu saja udara terasa dingin. Hangatnya martabak manis disertai dengan lelehan toping coklat pisang menjadi santapan kami.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB
Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Waktu itu saya memesan dua porsi martabak manis, martabak original dengan toping coklat-pisang dan toping keju-jagung. Sebenarnya saya tidak begitu menyukai toping coklat. Bukan karena rasanya yang tidak enak, namun gusi yang tidak kuat untuk mengonsumsinya. Begitu masuk ke mulut maka akan terasa ngilu, tapi tidak dengan beberapa rekan yang memesan menu tersebut. Bagi mereka memakan martabak manis toping coklat berarti menambah mood bahagia. Kira-kira begitu yang mereka ungkapkan dengan sedikit penjelasan ilmiah.

Namun, bagi saya keju tetaplah menu yang spesial. Kenapa begitu? Keju merupakan toping yang paling banyak tertera dari daftar menu. Setidaknya itu terlihat dari beberapa penjual martabak manis yang saya kunjungi, bahkan merek dagang pun menggunakan kombinasi diksi keju dan spesial. Tapi ada yang lebih spesial dari semua toping yang ditawarkan, yaitu memberikan martabak manis kesukaan orang yang spesial di momen yang spesial, seperti saat berkunjung ke rumah calon mertua misalnya.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perempuan Pasca-Kemerdekaan dalam Karya Sastra

Berita Sesudah

Puisi-puisi Sri Wahyuni

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Sri Wahyuni

Puisi-puisi Sri Wahyuni

Discussion about this post

POPULER

  • PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wagub Sumbar Jadi Motor Pemenangan Caketum HIPMI, Pengamat Ingatkan Risiko Konflik Kepentingan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yusri Latif Kembali Pimpin PKB Padang: Incar 6 Kursi DPRD dan Wali Kota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Ke Hadirat” dan “Kehadiran”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Saksikan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Investasi Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026