Jumat, 23/1/26 | 23:59 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Toping Martabak Manis dan Cerita di Baliknya

Minggu, 06/2/22 | 09:34 WIB


Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Siapa yang tidak mengenal martabak manis? Makanan dengan aneka toping yang menggugah selera. Saya pikir makanan yang satu ini familiar bagi kita semua. Tidaklah sulit untuk mencarinya dan hampir di setiap daerah pula ada yang menjualnya. Mungkin saja dengan nama yang berbeda, ada Martabak Bandung, Martabak Manis, atau Martabak Bangka. Mungkin masih ada nama lainnya. Sejauh yang saya temukan dan cicipi, semua jenis martabak tersebut adalah jenis makanan yang sama, bahkan menjadi pilihan tepat untuk momen spesial. Tidak berlebihan pula kiranya saya nyatakan kalau makanan ini juga menjadi khas buah tangan saat berkunjung ke rumah keluarga atau kolega.

Martabak manis merupakan makanan spesial bagi saya, mungkin juga bagi pembaca. Bukan karena ada yang menggunakan merek dagangnya dengan diksi “spesial”, seperti “Martabak Keju Spesial” misalnya. Namun, banyak pula momen spesial yang harus disuguhi martabak manis. Bagi saya momen spesial haruslah dihadapi dengan hal sempurna, sesempurna jenis olahan adonan di dalam martabak tersebut. Karena martabak manis selalu memberikan tawaran sempurna bagi penikmatnya. Tidak hanya beraneka jenis toping, tapi juga berbagai jenis adonannya seperti original, coklat, dan pandan.

Bagi sebagian pembeli tentu membaca daftar menu sebelum menentukan pilihan, atau paling tidak melihat daftar harga yang tertera. Mungkin saja kita sebagai pembeli ingin memesan sesuai dengan budget yang dikantongi. Mana tahu ada yang ingin memesan lebih dari satu porsi. Tentu hal tersebut menjadi pertimbangan. Tapi pernahkah pembaca mengalami atau paling tidak bertemu dengan pembeli yang memesan sesuai dengan kondisi hati?

Beraneka macam menu yang ditawarkan dari olahan martabak manis, berbagai macam pula mood pembeli saat memilihnya. Uniknya, menu-menu toping dan adonan yang ditawarkan itu seakan memberi “pesan” kepada pembelinya sesuai dengan mood. Pada suatu waktu, saya menemani rekan untuk membeli martabak manis. Sebenarnya tidak ada momen “spesial” yang akan kami hadapi. Hanya saja kondisi cuaca pada malam itu sangat mendukung untuk mengonsumsi martabak manis. Hujan disertai angin dan tentu saja udara terasa dingin. Hangatnya martabak manis disertai dengan lelehan toping coklat pisang menjadi santapan kami.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Waktu itu saya memesan dua porsi martabak manis, martabak original dengan toping coklat-pisang dan toping keju-jagung. Sebenarnya saya tidak begitu menyukai toping coklat. Bukan karena rasanya yang tidak enak, namun gusi yang tidak kuat untuk mengonsumsinya. Begitu masuk ke mulut maka akan terasa ngilu, tapi tidak dengan beberapa rekan yang memesan menu tersebut. Bagi mereka memakan martabak manis toping coklat berarti menambah mood bahagia. Kira-kira begitu yang mereka ungkapkan dengan sedikit penjelasan ilmiah.

Namun, bagi saya keju tetaplah menu yang spesial. Kenapa begitu? Keju merupakan toping yang paling banyak tertera dari daftar menu. Setidaknya itu terlihat dari beberapa penjual martabak manis yang saya kunjungi, bahkan merek dagang pun menggunakan kombinasi diksi keju dan spesial. Tapi ada yang lebih spesial dari semua toping yang ditawarkan, yaitu memberikan martabak manis kesukaan orang yang spesial di momen yang spesial, seperti saat berkunjung ke rumah calon mertua misalnya.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perempuan Pasca-Kemerdekaan dalam Karya Sastra

Berita Sesudah

Puisi-puisi Sri Wahyuni

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Sri Wahyuni

Puisi-puisi Sri Wahyuni

Discussion about this post

POPULER

  • Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

    Firdaus Kembali Pimpin PKB Sumbar, Optimis Bawa PKB Capai Puncak pada Pemilu Mendatang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024