Rabu, 17/6/26 | 04:35 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Kesadaran Anggota Terbangun, Syarat Kelompok Tani Sukses

Minggu, 14/11/21 | 07:05 WIB

Riza Andesca Putra, S.Pt, M.P.
(Dosen Bagian Pembangunan dan Bisnis Peternakan Universitas Andalas)

Berkelompok atau terlembaga adalah salah satu prasyarat yang mesti dipenuhi masyarakat jika ingin menerima bantuan atau manfaat dari program-program pemerintah. Hal ini diatur jelas pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah pasal 298 ayat 4 dan 5. Kemudian, dipertegas oleh beberapa aturan di bawahnya.

Aturan berkelompok ini tentu juga berlaku pada sektor pertanian termasuk peternakan. Pada bidang peternakan, cara berkelompok dalam rangka percepatan pembangunan sudah dilakukan semenjak dahulu. Minimal dalam 15 tahun terakhir yang penulis amati, hampir semua program unggulan pemerintah dilakukan dengan sistem kelompok tani. Sebut saja program Sarjana Membangun Desa (SMD), Sarjana Membangun Desa Wirausahawan Pendamping (SMD WP), Penyelamatan Sapi Betina Produktif, Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab), Sikomandan dan Program 1000 Desa Sapi yang saat ini sedang berlangsung.

BACAJUGA

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Minggu, 14/6/26 | 22:37 WIB
Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Sapardi dan Seni Berdamai dengan Kefanaan

Minggu, 14/6/26 | 22:24 WIB

Ahli Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Unand, Dr. Fuad Madarisa,  menyebut dalam buku terbarunya, Fasilitasi Pengembangan Desa-Nagari bahwa kelompok sebagai wujud lembaga merupakan suatu modal sosial dan memainkan peran penting dalam pembangunan desa. Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam Rakernas Pembangunan Pertanian 2020 dalam instruksinya menginginkan efisiensi dan peningkatan skala ekonomi petani melalui clustering (kelompok) untuk selanjutnya dikorporasikan.

Namun, fakta lapangan ditemukan bahwa kelompok tani pada umumnya masih belum mampu memainkan peran yang diembankan padanya. Sebagian besar kelompok tani masih berkutat dengan persoalan-persoalan yang tidak substantif sehingga kelompoknya jalan di tempat dan tidak berkembang, bahkan sebagian lainnya sudah bubar dan tidak jelas keberadaan termasuk asetnya. Salah satu penyebab permasalahan tersebut adalah kurang sadarnya masing-masing anggota termasuk pengurus tentang tugas dan fungsi masing-masing. Ketidak sadaran ini membuat mekanisme organisasi dalam kelompok tidak jalan sehingga tujuan kelompok tidak dapat tercapai.

Penulis mencoba menguraikan tentang kesadaran yang mesti dimiliki kelompok. Pertama, kesadaran akan peraturan yang baik. Peraturan atau aturan adalah salah satu komponen utama dalam keberhasilan berkelompok. Aturan yang dibuat mesti akomodatif terhadap kepentingan anggota dan mendukung dalam pencapaian tujuan kelompok. Aturan mesti adil baik dari sisi teori maupun praktik.

 Kedua, kesadaran dalam menjalan hak dan kewajiban. Ini adalah kesadaran paling penting yang menurut penulis mesti dimiliki kelompok. Semua yang ada dalam kelompok mesti sadar posisinya masing-masing dan menjalankan dengan baik hak dan kewajiban yang diamanahkan padanya baik sebagai pengurus maupun sebagai anggota. Poin ini mengindikasikan masing-masing unsur dalam kelompok tidak boleh off-side dalam menjalan aktivitasnya.

Ketiga, kesadaran akan saling hormat menghormati. Aturan yang baik dan komitmen yang kuat dalam menjalankan hak dan kewajiban dalam kelompok bakal lengkap jika dilakukan dengan sikap penuh hormat menghormati. Paradigma positif yang terbangun karenanya tidak memberikan peluang untuk tumbuhnya sikap saling mencurigai, cemburu, saling menjelekkan antar sesama anggota kelompok.

Tiga kesadaran di ataslah yang menurut penulis selama ini menghambat perkembangan kelompok tani. Aturan yang belum mengakomodasi kepentingan dan pencapaian tujuan kelompok membuat orang-orang yang ada dalam kelompok mengalami ketidakpuasan dan kebingungan yang sistematis. Kebingungan tersebut pada akhirnya menurunkan semangat dan motivasi dalam berkelompok. Sadar akan tugas masing-masing perlu dipupuk dan terus dikembangkan. Fokus saja pada tugas dan jalankan tugas tersebut secara maksimal. Sebagai apapun kita dan apapun tugasnya. Jika itu semua dilaksanakan dengan baik oleh semua unsur maka roda organisasi akan berjalan lancar sesuai yang diimpikan bersama. Tidak usah men’cikaroi’ pekerjaan orang lain. Jika ada kesalahan yang mereka lakukan, evaluasi menurut mekanisme organisasi yang sudah ditetapkan termasuk pemberlakuan hukuman. Jangan berlebihan menanggapinya dan bangun sikap positif bahwa dia juga sudah berusaha maksimal dalam menjalankan tugasnya.

Membangun tiga kesadaran tersebut dapat menjadi komponen utama dalam kesuksesan kelompok tani. Penulis terus mengkampanyekan dan mempraktikkannya, salah satunya menfasilitasi pendirian kelompok tani ternak Program Balai Ternak di Nagari Balimbing, Kabupaten Tanah Datar. Penulis hadir bersama tim dari Fakultas Peternakan Universitas Andalas. Balai Ternak adalah program BAZNAS dalam upaya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah yang dikelolanya dengan mekanisme pemberdayaan masyarakat.

Tags: #Riza Andesca Putra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Berita Sesudah

Berbagai Istilah dalam Mata Pencarian

Berita Terkait

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Minggu, 14/6/26 | 22:37 WIB

Oleh: Satria Efendi Tuanku Kuniang (Ulama dan Tokoh Nahdlatul Ulama Sumatera Barat)   Nahdlatul Ulama (NU) sedang berada di sebuah...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Sapardi dan Seni Berdamai dengan Kefanaan

Minggu, 14/6/26 | 22:24 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran)   Pada masa ini, ada puisi yang justru berbahaya karena tampak...

Ketika Rupa Menjadi Stigma Sosial: Labeling dalam Novel “Dawuk”

Ketika Rupa Menjadi Stigma Sosial: Labeling dalam Novel “Dawuk”

Minggu, 14/6/26 | 22:16 WIB

Oleh: Nayla Aprilia (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia, Universitas Andalas, Padang)   Di tengah masyarakat, penampilan fisik sering kali menjadi dasar...

Batu dan Zaman

Memakanai Ulang Kata “Kecubung” dalam Dongeng

Minggu, 14/6/26 | 21:59 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Kecubung (Datura metel) merupakan sejenis tumbuhan dengan bunga...

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Minggu, 31/5/26 | 23:50 WIB

Oleh: Najwa Maliha Zharfa (Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi dan Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia Universitas Andalas)   Siapa yang tidak mengenal...

Gaya Bahasa dalam Lagu, Teater, dan Cerpen Kajian Stilistika

Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

Minggu, 31/5/26 | 23:45 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Berita Sesudah
Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

Berbagai Istilah dalam Mata Pencarian

Discussion about this post

POPULER

  • PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Pintar, Cerdas, Pandai, Cakap, Cerdik, dan Mahir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aplikasi Sepakat Inovasi Pemprov Sumbar Tingkatkan Layanan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Ke Hadirat” dan “Kehadiran”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pendokumentasian” dan Cultural Tourism

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026