Padang, Scientia – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan perbaikan ruas jalan provinsi Simpang Gudang Manggopoh–Padang Luar di Kabupaten Agam segera memasuki tahap pelaksanaan. Anggaran sebesar Rp20 miliar telah disiapkan untuk membenahi salah satu jalur strategis yang selama ini dikeluhkan masyarakat akibat kerusakan di sejumlah titik.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pekerjaan fisik akan dimulai setelah seluruh proses pengadaan melalui mekanisme tender selesai dilaksanakan. Menurut dia, pemerintah memahami tuntutan masyarakat agar jalan tersebut segera diperbaiki, namun pelaksanaan proyek harus tetap mengikuti ketentuan yang berlaku demi menjamin kualitas pekerjaan dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
“Sebagai Gubernur, saya sangat memahami keluhan masyarakat dan para pengguna jalan. Pada prinsipnya, Pemerintah Provinsi sangat ingin segera memperbaiki ruas jalan yang rusak tersebut. Namun, seluruh proses harus melalui tahapan dan mekanisme yang telah ditetapkan, agar pekerjaan dapat dilaksanakan secara baik dan akuntabel,” kata Mahyeldi di Padang, Minggu (5/7).
Mahyeldi menjelaskan, anggaran Rp20 miliar tersebut dibagi ke dalam dua paket pekerjaan. Paket pertama senilai Rp6 miliar dialokasikan untuk penanganan ruas Simpang Gudang Manggopoh hingga Lubuk Basung yang saat ini masih dalam proses tender.
Sementara itu, paket kedua sebesar Rp14 miliar akan difokuskan untuk memperbaiki titik-titik kerusakan akibat longsor dan amblas di kawasan Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, beserta sejumlah lokasi rawan lainnya di sepanjang jalur tersebut.
“Anggarannya sudah tersedia. Setelah proses tender selesai, InsyaAllah pengerjaannya akan segera dimulai,” ujarnya.
Sebelum proyek utama dimulai, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) III Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) telah lebih dahulu melakukan pemeliharaan rutin. Penanganan sementara dilakukan melalui penambalan badan jalan dan perbaikan jembatan di kawasan Lubuk Basung untuk menjaga akses transportasi tetap berfungsi.
Mahyeldi juga mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan mendukung proses pembangunan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan di lapangan.
Ruas jalan Simpang Gudang Manggopoh–Padang Luar memiliki panjang sekitar 69,43 kilometer dan menjadi salah satu infrastruktur vital di Kabupaten Agam. Jalur ini menghubungkan Lubuk Basung, Maninjau, Kelok 44, Matur, IV Koto hingga Banuhampu, sekaligus menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Menurut Mahyeldi, kondisi jalan yang terus mengalami kerusakan dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor. Selain usia konstruksi dan tingginya intensitas kendaraan bertonase besar, wilayah tersebut juga berada di kawasan berbukit yang rawan bencana alam seperti longsor dan amblas.
Ia mengungkapkan, tidak jarang kerusakan baru muncul setelah titik lain selesai diperbaiki karena dipicu pergerakan tanah maupun curah hujan tinggi. Bahkan, beberapa ruas yang telah ditangani kembali mengalami kerusakan akibat bencana.
“Sering kali setelah satu titik selesai ditangani, muncul kerusakan baru di lokasi lain akibat bencana alam. Bahkan ada titik yang sebelumnya sudah diperbaiki kembali rusak karena longsor. Karena itu, penanganan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan tingkat kerusakan dan kemampuan anggaran yang tersedia,” tuturnya.
Meski dilakukan secara bertahap, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Perbaikan ruas Simpang Gudang Manggopoh–Padang Luar diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Agam dan sekitarnya.(yrp)








![Anggota DPRD Sumbar, Fraksi PKB, Donizar.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_2025-07-26-16-24-33-02_1c337646f29875672b5a61192b9010f92-75x75.jpg)