Padang, Scientia — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai menyusun kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Sumatera Barat untuk masa bakti 2026-2031. Penyusunan dilakukan melalui rapat formatur yang digelar sebagai langkah awal memperkuat mesin partai sekaligus menyiapkan target kemenangan pada Pemilu 2029.
Dalam Sambutannya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB, Zainul Munasichin menegaskan bahwa proses penyusunan kepengurusan bukan sekadar melengkapi struktur organisasi. Menurut dia, kepengurusan yang dibentuk harus menjadi tim perjuangan yang mampu menggerakkan partai dan melayani masyarakat.
“Yang kita susun hari ini bukan hanya struktur, tetapi tim perjuangan yang akan menggerakkan partai. Kita membutuhkan pengurus yang menghidupkan organisasi, bukan sekadar melengkapi daftar nama,” kata Zainul saat menyampaikan arahan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.
Ia menegaskan, DPP meminta seluruh DPC membentuk kepengurusan yang diisi kader-kader yang memiliki komitmen kuat, siap bekerja, dan hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, PKB tidak boleh hanya aktif menjelang pemilu, tetapi harus terus berinteraksi dengan rakyat dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam arahannya, Zainul juga menekankan pentingnya konsolidasi organisasi hingga ke tingkat paling bawah. Struktur partai, kata dia, harus lengkap dan aktif, disertai komunikasi politik yang berjalan baik serta agenda organisasi yang teratur.
Selain memperkuat organisasi, DPP juga meminta seluruh DPC mulai menyiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029. Setiap daerah diminta memetakan potensi wilayah, menyiapkan kader terbaik, dan merekrut tokoh-tokoh berpengaruh di masyarakat.
“Rangkul tokoh agama, akademisi, kalangan profesional, pengusaha, aktivis muda, tokoh perempuan, kepala desa, dan pemimpin komunitas. Rekrutmen kader dan pengurus menjadi sebuah keniscayaan,” ujarnya.
Menurut Zainul, PKB harus tetap menjaga basis tradisionalnya di kalangan pesantren, UMKM, dan masyarakat desa. Namun, partai juga perlu membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda, perempuan, dan kelompok profesional yang menjadi bagian penting dari masa depan politik Indonesia.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Sumbar Firdaus menegaskan bahwa penyusunan kepengurusan harus disesuaikan dengan target besar yang ingin dicapai partai dalam lima tahun ke depan.
“Calon pengurus harus sesuai dengan harapan dan mimpi yang ingin diwujudkan PKB. Kita membutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni dan linier dengan target yang ingin dicapai,” kata Firdaus.
Ia meminta seluruh formatur tidak ragu merekrut figur-figur terbaik di daerah masing-masing. Menurutnya, persaingan internal tidak boleh menjadi penghalang untuk menghadirkan orang-orang yang memiliki kapasitas dan semangat membesarkan partai.
“Jangan takut kalah saing dengan orang-orang hebat di internal sendiri. Justru kita harus merekrut orang-orang terbaik agar organisasi semakin kuat,” ujarnya.
Firdaus menambahkan, PKB membutuhkan pengurus yang benar-benar bekerja di lapangan, mampu menggerakkan organisasi, membangkitkan semangat kader, dan membawa partai meraih kemenangan pada pemilu mendatang.
“Yang kita cari bukan sekadar nama dalam struktur. Kita butuh pengurus yang mampu menggerakkan, menggairahkan, dan memenangkan partai,” katanya.
Rapat formatur ini menjadi tahapan penting setelah penetapan pimpinan DPC PKB kabupaten dan kota se-Sumatera Barat oleh DPP PKB. Hasil penyusunan kepengurusan nantinya akan menjadi fondasi konsolidasi organisasi PKB di daerah sekaligus mesin politik untuk menghadapi kontestasi politik pada 2029 mendatang.(yrp)









