Minggu, 26/7/26 | 20:57 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Mahyeldi Dorong Penyusunan Rencana Kontingensi, Belajar dari Bencana Besar yang Melanda Sumbar

Senin, 06/4/26 | 21:01 WIB

Padang, Scientia — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui penyusunan dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) yang terukur dan dapat diimplementasikan. Langkah itu dinilai penting mengingat Sumbar merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Pelatihan Penyusunan Rencana Kontingensi Bencana di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar Tahun 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumbar, Senin (6/4).

Kegiatan itu dihadiri unsur Forkopimda Sumbar, BPBD Sumbar, BPSDM Sumbar, Pusat Studi Bencana Universitas Negeri Padang (UNP), Komunitas Siaga Tsunami (Kogami), serta sejumlah organisasi dan lembaga yang bergerak di bidang kebencanaan.

Mahyeldi mengatakan, Sumbar menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem hingga gelombang pasang. Dalam beberapa tahun terakhir, frekuensi dan dampak bencana tersebut terus meningkat.

BACAJUGA

Pemko-DPRD Bukittinggi Resmi Setujui Revisi Perda Pajak Daerah

Pemko-DPRD Bukittinggi Resmi Setujui Revisi Perda Pajak Daerah

Sabtu, 25/7/26 | 14:49 WIB
Buaya Muncul di Sungai Batang Lago Dharmasraya, Warga Nagari Silago Resah

Buaya Muncul di Sungai Batang Lago Dharmasraya, Warga Nagari Silago Resah

Jumat, 24/7/26 | 17:29 WIB

“Seringnya terjadi bencana di Sumbar menjadi dasar dalam penyusunan dokumen rencana kontingensi bencana di Sumbar,” kata Mahyeldi.

Menurut dia, dokumen tersebut tidak hanya menjadi pedoman saat bencana terjadi, tetapi juga menjadi acuan dalam upaya mitigasi sebelum bencana dan pemulihan pascabencana.

Ia berharap proses penyusunan dokumen dilakukan secara partisipatif dan melibatkan seluruh pihak terkait agar menghasilkan kebijakan yang efektif dalam penanganan bencana.

“Kami berharap dokumen yang dibuat nanti bisa didiskusikan dengan baik sehingga menjadi peluang bersama dalam menangani bencana yang ada di Sumbar,” ujarnya.

Belajar dari Bencana Hidrometeorologi

Mahyeldi menyoroti bencana hidrometeorologi besar yang melanda Sumbar pada akhir November 2025 sebagai peringatan penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Menurut dia, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu curah hujan ekstrem serta fenomena siklon tropis menyebabkan kerusakan luas dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, sekitar 264 orang meninggal dunia di Sumbar akibat bencana tersebut. Selain itu, puluhan orang dinyatakan hilang dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

“Secara keseluruhan dalam skala Pulau Sumatera, bencana ini menyebabkan lebih dari 1.200 korban meninggal dunia, jutaan masyarakat terdampak, dan lebih dari satu juta jiwa mengungsi,” katanya.

Di Sumbar sendiri, puluhan ribu warga terdampak dan ribuan rumah mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.

Menurut Mahyeldi, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa penanganan darurat saja tidak cukup. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memiliki perencanaan yang matang, terstruktur, dan telah diuji sebelum bencana terjadi.

“Peristiwa ini memberikan pelajaran penting bagi kita semua bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana,” ujarnya.

Dokumen Jadi Acuan Mobilisasi Sumber Daya

Kepala BPSDM Sumbar, Barlius, mengatakan penyusunan dokumen Renkon menjadi kebutuhan mendesak karena Sumbar memiliki ancaman bencana yang beragam, mulai dari gempa bumi dan tsunami hingga banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, serta abrasi pantai.

Menurut dia, dokumen tersebut nantinya menjadi dasar bagi seluruh pihak yang terlibat untuk mengerahkan sumber daya, logistik, dan peralatan saat terjadi keadaan darurat.

“Dengan adanya dokumen Renkon yang kita susun bersama, diharapkan apabila terjadi tanggap darurat bencana maka seluruh komponen yang telah menandatangani komitmen dokumen Renkon akan mengerahkan sumber daya, logistik, dan peralatan dalam penanganan bencana yang terjadi,” kata Barlius.

Ia berharap pelatihan itu mampu meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami konsep penyusunan rencana kontingensi, memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah, serta menghasilkan dokumen yang aplikatif.

Barlius juga menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, TNI, Polri, akademisi, dunia usaha, media massa, dan masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh.

“Dengan keterlibatan seluruh unsur pentahelix, kita berharap lahir kebijakan dan strategi yang efektif, baik dari aspek teknis maupun nonteknis, sehingga kesiapsiagaan bencana di Sumbar semakin kuat,” ujarnya.(yrp)

Tags: Adpsb
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Capaian Pembangunan di Dharmasraya Tahun 2025 Dinilai Progresif

Berita Sesudah

Akses Permodalan Masih Jadi Kendala, DPRD Sumbar Dorong Penguatan UMKM

Berita Terkait

Pemko-DPRD Bukittinggi Resmi Setujui Revisi Perda Pajak Daerah

Pemko-DPRD Bukittinggi Resmi Setujui Revisi Perda Pajak Daerah

Sabtu, 25/7/26 | 14:49 WIB

Bukittinggi, Scientia.id - Pemerintah Kota Bukittinggi dan DPRD Kota Bukittinggi akhirnya menyegel komitmen bersama untuk menyempurnakan regulasi perpajakan daerah. Lewat...

Buaya Muncul di Sungai Batang Lago Dharmasraya, Warga Nagari Silago Resah

Buaya Muncul di Sungai Batang Lago Dharmasraya, Warga Nagari Silago Resah

Jumat, 24/7/26 | 17:29 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Kemunculan seekor buaya di tepi Sungai Batang Lago menggegerkan masyarakat Nagari Silago, Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya,...

Polres Dharmasraya Selidiki Kematian Karyawan PT DSL di Area Mesin Konveyor

Polres Dharmasraya Selidiki Kematian Karyawan PT DSL di Area Mesin Konveyor

Jumat, 24/7/26 | 17:10 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Polres Dharmasraya tengah melakukan penyelidikan atas peristiwa meninggalnya seorang karyawan PT Dharmasraya Sawit Lestari (DSL) yang terjadi...

Kecelakaan Kerja Maut di Pabrik CPO Dharmasraya, Karyawan Tewas Digulung Konveyor

Kecelakaan Kerja Maut di Pabrik CPO Dharmasraya, Karyawan Tewas Digulung Konveyor

Jumat, 24/7/26 | 15:11 WIB

Gambar Ilustrasi (Foto: Ist) Dharmasraya, Scientia.id — Kecelakaan kerja maut menimpa seorang karyawan asal Pulau Mainan di Kabupaten Dharmasraya. Korban...

PKB Matangkan Konsolidasi, Pengurus dan Legislator Sumbar Ikuti Bimtek Nasional

PKB Matangkan Konsolidasi, Pengurus dan Legislator Sumbar Ikuti Bimtek Nasional

Kamis, 23/7/26 | 23:57 WIB

Jakarta, Scientia – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Sumatera Barat bersama anggota...

Bawaslu Agam Ajak Pelajar Tolak Politik Uang, Ingatkan Bibit Korupsi Berawal dari Pemilu

Bawaslu Agam Ajak Pelajar Tolak Politik Uang, Ingatkan Bibit Korupsi Berawal dari Pemilu

Kamis, 23/7/26 | 23:34 WIB

Agam, Scientia – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Agam mengingatkan generasi muda agar menolak politik uang sejak dini. Lembaga pengawas...

Berita Sesudah
Akses Permodalan Masih Jadi Kendala, DPRD Sumbar Dorong Penguatan UMKM

Akses Permodalan Masih Jadi Kendala, DPRD Sumbar Dorong Penguatan UMKM

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Luncurkan Program Smart Surau untuk Makmurkan Masjid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tradisi Makan Bajamba Jadi Cara Sekolah Tanamkan Budaya Minang Sejak Dini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “Salam” dan “Salim” saat Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026