Minggu, 30/8/26 | 08:24 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Siklus Pencemaran Berulang: Pasca Dilepas Keluarga Prabowo, PT TKA Dilaporkan 5 Kali dalam 3 Tahun

Jumat, 19/12/25 | 19:52 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Intensitas dugaan pelanggaran lingkungan oleh PT Tidar Kerinci Agung (TKA) di Kabupaten Dharmasraya terus menjadi sorotan tajam. Dalam rentang waktu tiga tahun terakhir, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya mencatat sedikitnya lima laporan resmi dari masyarakat terkait dugaan kebocoran limbah yang mencemari aliran sungai.

Menariknya, rentetan insiden ini terjadi setelah adanya peralihan kepemilikan perusahaan. PT TKA yang berdiri sejak tahun 1984 awalnya dimiliki oleh keluarga Presiden Indonesia saat ini, Prabowo Subianto, yakni Siti Heriati Hediyati dan Hashim Djojohadikusumo. Namun, sejak tahun 2018, saham perusahaan tersebut telah dijual ke sebuah perusahaan yang terdaftar di Singapura.

Berdasarkan data DLH Dharmasraya, berikut adalah rekam jejak dugaan pencemaran oleh PT TKA sebagai berikut: Pertama, 11 Januari 2022 Dugaan pencemaran Anak Sungai Suir (Batang Gambir). DLH Provinsi Sumbar menemukan tanggul IPAL jebol akibat curah hujan tinggi. Perusahaan dijatuhi Sanksi Administrasi Paksaan Pemerintah;

BACAJUGA

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

Jumat, 28/8/26 | 22:17 WIB
Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Jumat, 28/8/26 | 21:06 WIB

Kedua, 29–30 April 2024 laporan dugaan pencemaran Sungai Suir. Dilakukan verifikasi terkoordinasi pada Juni 2024 dan mediasi antara warga Nagari Sinamar serta Nagari Lubuk Besar dengan pihak perusahaan pada November 2024;

Ketiga, 21 November 2024 kembali dilaporkan atas dugaan pencemaran Sungai Suir. Meskipun verifikasi telah dilakukan tim PPLH, status penyelesaiannya dilaporkan masih menggantung di tingkat Provinsi Sumatera Barat;

Keempat, 7 Desember 2025 masyarakat Nagari Sinamar kembali menemukan indikasi pencemaran. Status saat ini masih dalam tahap pengelolaan pengaduan; dan

Kelima, 17 Desember 2025 Wali Nagari Sinamar melaporkan dugaan serupa. Saat ini DLH kembali melakukan verifikasi dan koordinasi dengan pihak Provinsi.

Dari kelima rentetan laporan tersebut, muncul pola yang membuat masyarakat skeptis terhadap laporan diverifikasi, koordinasi dilakukan dengan Provinsi, namun penyelesaian seringkali berakhir menggantung tanpa sanksi yang memberikan efek jera. Hal ini menimbulkan persepsi di tengah masyarakat bahwa perusahaan seolah memiliki kekuatan yang membuatnya kebal hukum.

Kekecewaan ini memuncak dalam aksi protes warga pekan lalu. Perangkat Nagari Sinamar, Mon, mengungkapkan betapa lelahnya masyarakat menghadapi janji-janji yang tidak kunjung terealisasi.
“Baru saja minggu kemarin, kejadian serupa terjadi di Sungai Suil dan kami pun datang ke PT TKA sampai tidur di sana. Kini kembali terjadi lagi,” ungkap Mon, Rabu (17/12/2025).

Ketidakpuasan warga terhadap respons perusahaan kini mendorong tuntutan langkah hukum dan administratif yang lebih transparan dan berkeadilan. Masyarakat mendesak agar otoritas terkait tidak bermain mata dengan pemilik modal, sehingga ekosistem sungai yang menjadi urat nadi kehidupan mereka tidak terus-menerus dirusak.

Mon menegaskan bahwa pihak nagari dan masyarakat tidak akan tinggal diam melihat sungai mereka terus tercemar.

Baca Juga: Diduga Buang Limbah ke Sungai, PT Dharmasraya Lestarindo Jadi Sorotan Warga

“Pihak nagari dan masyarakat tidak akan tinggal diam. Mereka telah menyampaikan keluhan resmi secara tertulis kepada otoritas yang lebih tinggi, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi,” pungkasnya. (tnl)

Tags: DharmasrayaLingkungan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wawako Padang Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Lilin 2025”

Berita Sesudah

Upacara Hari Bela Negara ke-77 di Bukittinggi, Presiden Prabowo Sebut Kota Penyelamat Republik

Berita Terkait

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

Jumat, 28/8/26 | 22:17 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten...

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Jumat, 28/8/26 | 21:06 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Solok pada 2025 sempat menghantam sektor pertanian. Sawah terdampak, lahan membutuhkan...

Kasus PPA Menurun, Padang Pariaman Darurat Pencabulan

Kasus PPA Menurun, Padang Pariaman Darurat Pencabulan

Jumat, 28/8/26 | 01:46 WIB

Padang Pariaman, Scientia - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan Fokus Group Discusion (FGD) bersama pemerintah daerah. Pertemuan ini...

Dampak Asap, Pemkab Dharmasraya Bagikan Ribuan Masker

Dampak Asap, Pemkab Dharmasraya Bagikan Ribuan Masker

Rabu, 26/8/26 | 15:34 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membagikan ribuan masker kepada pengguna jalan di kawasan Pulau Punjung, Rabu (26/8/2026), menyusul kondisi...

Dari Kebun ke Pasar Dunia, Kabupaten Solok Siapkan 2.000 Hektare Lahan Kopi

Dari Kebun ke Pasar Dunia, Kabupaten Solok Siapkan 2.000 Hektare Lahan Kopi

Selasa, 25/8/26 | 21:26 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Kabupaten Solok menyiapkan 2.000 hektare kawasan kopi arabika untuk dikembangkan menjadi sentra produksi sekaligus penggerak ekonomi...

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]

Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

Senin, 24/8/26 | 22:46 WIB

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. Padang, Scientia — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bergerak cepat menyikapi beredarnya rekaman video yang diduga melibatkan...

Berita Sesudah
Upacara Hari Bela Negara ke-77 di Bukittinggi, Presiden Prabowo Sebut Kota Penyelamat Republik

Upacara Hari Bela Negara ke-77 di Bukittinggi, Presiden Prabowo Sebut Kota Penyelamat Republik

POPULER

  • Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]

    Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026