Jumat, 17/4/26 | 03:32 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TIPS

Jalan 5.000 Langkah Sehari Bisa Lambatkan Risiko Alzheimer

Jumat, 07/11/25 | 19:08 WIB

Jakarta, Scientia.id – Penyakit Alzheimer menjadi momok bagi banyak orang seiring bertambahnya usia. Gangguan ini perlahan memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, dan aktivitas sehari-hari. Meski belum ada obatnya, penelitian terbaru menunjukkan hampir separuh kasus Alzheimer di dunia berkaitan dengan faktor risiko yang bisa dikendalikan, salah satunya kurangnya aktivitas fisik.

Dikutip dari laman Eating Well, para ilmuwan telah lama menduga adanya hubungan antara olahraga dan kesehatan otak. Namun, bukti kuat baru datang dari studi jangka panjang Harvard Aging Brain Study yang menelusuri kaitan antara aktivitas fisik dan perubahan otak yang berhubungan dengan Alzheimer.

Penelitian ini melibatkan 296 orang lansia yang sehat secara kognitif di awal studi dan dilacak hingga 14 tahun. Para peserta mengenakan pedometer di pinggang selama tujuh hari untuk menghitung langkah harian mereka, serta menjalani pemeriksaan rutin seperti tes kognitif dan pemindaian otak. Hasilnya menunjukkan, peserta yang lebih aktif mengalami penumpukan protein tau yang lebih lambat di otak—protein yang erat kaitannya dengan hilangnya memori dan gejala Alzheimer. Selain itu, mereka juga mengalami penurunan kemampuan berpikir dan fungsi sehari-hari yang lebih lambat dibanding peserta yang jarang bergerak.

BACAJUGA

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Selasa, 07/4/26 | 14:30 WIB
Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Selasa, 07/4/26 | 14:10 WIB

Bagi mereka yang berisiko tinggi, aktivitas fisik terbukti menunda gejala Alzheimer selama beberapa tahun. Peneliti memperkirakan, beralih dari tidak aktif atau berjalan kurang dari 3.000 langkah per hari menjadi aktif ringan 3.000–5.000 langkah bisa menunda penurunan fungsi otak hingga tiga tahun. Meningkatkan aktivitas ke tingkat sedang, yakni 5.000–7.500 langkah per hari, bahkan bisa memperpanjang masa sehat otak hingga lebih dari 13 tahun.

Penelitian ini juga menepis anggapan bahwa seseorang harus berjalan 10.000 langkah per hari agar sehat. Menurut hasil studi, manfaat besar bagi otak sudah bisa diperoleh dari aktivitas sedang sekitar 5.000–7.500 langkah per hari. Meski begitu, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional, sehingga belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung antara jalan kaki dan perlambatan Alzheimer. Faktor lain seperti pola makan, kualitas tidur, dan stimulasi mental juga mungkin berperan.

Baca Juga: Waspada! Kurang Tidur Bisa Bahayakan Kesehatan Jantung

Namun satu hal pasti, meningkatkan jumlah langkah harian bahkan sedikit saja dapat membawa manfaat besar bagi kesehatan otak, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi terkena Alzheimer. (*)

Tags: KesehatanTip Kesehatan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Desainer Muda Asal Agam, Putty Kasih Asyifa, Raih Juara I Lomba Desain Busana Muslimah Sumbar

Berita Sesudah

Gubernur Mahyeldi Ajak PTN-BH Perkuat Kolaborasi: Sumbar Terbuka untuk Ilmu, Riset, dan Kerja Sama

Berita Terkait

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Waspada, Membiarkan Gigi Berlubang Tanpa Penanganan Bisa Memicu Komplikasi Medis yang Serius

Selasa, 07/4/26 | 14:30 WIB

Padang, Scientia.id - Kesehatan gigi seringkali dianggap sepele oleh sebagian masyarakat, terutama ketika lubang kecil yang muncul belum menimbulkan rasa...

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ahli Ingatkan Pentingnya Kuras Dispenser Secara Rutin

Selasa, 07/4/26 | 14:10 WIB

Padang, Scientia.id – Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa air minum dalam kemasan galon sudah pasti terjamin kebersihannya. Namun, sering kali...

Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

Kehilangan Ijazah Bukan Akhir Segalanya, Ini Prosedur Resmi Dapatkan SKPI yang Sah di Mata Hukum.

Selasa, 07/4/26 | 08:49 WIB

Masyarakat yang kehilangan dokumen penting seperti ijazah akibat musibah, kelalaian, atau bencana alam kini tidak perlu merasa panik Pemerintah telah...

Jalan Kaki Teratur Bisa Turunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Ahli

Kekuatan Otot Jadi Indikator Umur Panjang, Ini Temuan Studi Terbaru

Kamis, 02/4/26 | 10:37 WIB

Jakarta, Scientia.id - Sebuah penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open mengungkap bahwa kekuatan otot dapat menjadi indikator sederhana untuk...

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

AI Tidak Akan Mencuri Pekerjaan Anda, Tapi Rekan Kerja yang “Pintar” Menggunakannya Akan Melakukannya

Senin, 16/3/26 | 04:02 WIB

Kalau Anda masih ngerjain tugas kantor pakai cara tahun lalu, bersiaplah ketinggalan kereta. Ini rahasia agar posisi Anda aman permanen...

“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

“Yes-Man” Bukan Jaminan Promosi: Pakar Sebut Seni Menolak Pekerjaan Adalah Kunci Produktivitas

Senin, 16/3/26 | 03:27 WIB

Karyawan paling berharga bukan mereka yang ngerjain semuanya, tapi mereka yang tahu kapan harus bilang 'cukup'. Ini cara menetapkan boundaries...

Berita Sesudah
Gubernur Mahyeldi Ajak PTN-BH Perkuat Kolaborasi: Sumbar Terbuka untuk Ilmu, Riset, dan Kerja Sama

Gubernur Mahyeldi Ajak PTN-BH Perkuat Kolaborasi: Sumbar Terbuka untuk Ilmu, Riset, dan Kerja Sama

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah! Dharmasraya Gelar CFD dan Bazaar UMKM 18–19 April

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Jenis-jenis Pola Pikir Manusia, Begini Penjelasan Para Ahli Psikologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026